aku

35 6 0
                                        

Semilir angin berhembus lembut menerpa wajahku,daun-daun kering berjatuhan disepanjang jalan yang lenggang dan sepi,terik mentari pagi itu sedikit menyengat kulit sawo matang ku,tapi tak membuatku terganggu.

Aku terus melangkah dengan santai,dengan setelah seragam putih abu-abu dan tas berat serta kacamata yang bertengger di wajahku.

Kalian mungkin tak percaya jika aku adalah salah satu anak jurusan ips di sekolah favorit di kota ini

Banyak yang mengatakan itu!

Dimana kebanyakan anak ips terkesan santai dan agak menyimpang

(ya tidak semua sihh)

Tapi aku berbeda dengan mereka

(Tapi juga menyimpang hehehe)

Aku memiliki beberapa karakter dan kebiasaan berbeda dari kebanyakan anak-anak yang lainnya

Dimana ketika jam kosong mereka akan dengan senang hati menggunakan nya untuk meng-gibah,main kartu,mengerjai anak lain nya,bernyanyi dan berbagai aktivitas yang tak lazim lainnya

Tapi

Aku malah sibuk menggapai mimpi-mimpi ku yang berharga

Hari ini kisahku dimulai lagi,entah sudah berapa ratus gerutuan yang keluar dari mulut ku karena tak bermaknanya kehidupan sekolahku,lelah,capek,sakit hati, dan sebagainya, jika saja bukan untuk masa depan,mungkin aku sudah menyerah.

"Woyyy"

Seruan melengking datang dari balik tubuhku

Aku agak berjengit sejenak,tersentak ketika sebuah tangan menyentuh bahu kiri ku

"bisa gak,jangan teriak di deket kuping gue,ini sepi cha,gua gk budek budek amat kok"

Ucapku kesal,menatap nya dengan jengkel yang hanya dibalas cengiran lebar

"Lu kan emang budek,lagian siapa suruh lu ngelamun"

Jleb

'Iya juga sih,gua aja kemaren diajak bicara sama guru gue kebanyakan melongo gara-gara gak denger ucapan nya,padahal jaraknya deket'batiku

"Yee..bocah malah ngelamun,bener kan?"

Aku memutar bola mataku jengah

"Iya"

"Nahh bagus dehh lu ngaku,gua gedek ngomong sama lu kalau lagi kumpul saking budek akut nya kuping lu"

Aku membulatkan mata menatapnya,cemberut mendengar ucapannya

"Tapi meskipun lu budek,lu tetep sohib terbaik gue kok"

"Hihihi....enak ya lu nyatain sambil ngehina"ucapku sebal

Namun aku merangkul pundaknya dan berjalan beriringan

Sepanjang jalan itu,kami habiskan untuk berbincang-bincang dan tertawa,saling meledek dan mendorong bahu satu sama lain,hingga tak terasa gedung sekolah sudah di depan mata

Kami berpisah jalan,karena memang kami beda kelas dan juga beda jurusan

Aku 11 ips 2 dan dia 11 mipa 6

Perlu diketahui,aku masuk ips bukan berarti aku tak sanggup masuk ipa,nilai rapot ku pun cukup tinggi untuk bersaing mendapatkan kursi di jurusan itu,melainkan phobia ku yang membuatku terpaksa kini berjauhan dengan kata sains dan juga sahabat-sahabatku yang lain nya

Sedih?

Tentu saja,aku terpaksa berjauhan sejenak meskipun kami satu sekolah,ditambah aku yang cukup antisosial sehingga tak mendapatkan satu pun teman dekat di kelas ku sendiri

Entalah,dulu dikelas aku terbiasa di dekati,bukan mendekati,bukan untuk bersahabat,tapi hanya di jadikan tempat penyelesaian tugas,jadi jangan salahkan jika aku menjadi tak peduli dengan sekitar,karena aku tak mengenal arti keterikatan tanpa ikatan darah,semua memiliki hubungan hanya untuk mencapai tujuan,kecuali persahabatan dan kekeluarga di eskul ku sekarang tentunya

Aku kini melewati perpustakaan,segerombolan anak cowok gak jelas nampak terkikik-kikik menatapku

"Hai cantik,sini donk"

Disertai kedipan jahil dan menggoda

Seketika wajahku mendatar,tanpa menatap sang empu,aku terus berlalu tanpa menghiraukan makian nya karena aku abaikan

Dia sering mempermalukan ku,jadi bukan suatu hal yang aneh lagi jika dia berteriak di pagi hari untuk menghina

Yahh meskipun begitu,aku berdoa semoga saja hari ini lebih baik dari hari sebelumnya

Ya,semoga saja

































You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 15, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

HujanWhere stories live. Discover now