01. Sekretaris Osis

25 5 2
                                        

"Reva!"

Cewek berambut panjang berwarna pirang itu pun menengok,membalikan badan nya sehingga menatap cowok yang barusan memanggil nama nya.

Dia Adnan,ketua OSIS yang barusan kepilih lewat voting online,dia juga murid yang paling terkenal di kalangan perempuan.

Tampan? Pastinya,cuma kelakuan dan sifat nya tak sebanding dengan wajah inosen nya.

"Habis pulang sekolah jangan pulang dulu"ucap Adnan seraya mengulas senyum simpul

Reva pun mengangguk,dia kembali berjalan tanpa menghiraukan Adnan yang kini masih terdiam menatap punggung Reva

Liora yang barusan hampir melewati Reva di tikungan pun jadi tersadar,dan ia tepuk punggung Reva memanggil

"Va,gue denger-denger lo di pilih Adnan jadi Sekretaris dia ya?"tanya Liora to the point

Reva yang tidak tahu apa-apa pun hanya mengerutkan kening dan menggeleng samar,yang dia tahu Sera lah yang di pilih jadi sekretaris OSIS

"Masa enggak sih,Adnan sendiri lho yang ngumumin. emang lo gak tau?"

Reva menggeleng

"Kok enggak sih,jadi cerita nya lo di paksa?"

Reva mendengus "gue aja gak tau,bukan nya yang di pilih Sera ya?"tanya Reva bingung

"Tadi nya sih iya,tapi katanya Adnan berubah pikiran jadi lo deh yang di pilih Adnan jadi sekretaris nya"jawab Liora,Reva hanya mendengus yang keberapa kali,Reva tahu jika hari selanjutnya dia bakal harus bersabar dengan sikap Adnan,apalagi sekarang status nya jadi Sekretaris OSIS,pastinya banyak banget stok sabar yang di kumpulkan Reva.

---

Reva terdiam berdiri di lapangan dengan ransel hitam di punggung nya,ia menatap beberapa anak murid yang keluar.

Sesekali melirik ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Adnan

Sampai mata nya fokus pada satu titik, yaitu Adnan yang tengah tersenyum ke arah nya sambil berjalan dengan tumpukan kertas di tangan

"Gue kira lo abaikan perintah gue dan lebih milih buat pulang kayak biasanya Va"ucap nya walau terkesan sedikit menyindir

Reva merotasi kan bola mata,ia tatap lurus-lurus mata Adnan "apa alasan lo jadiin gue sekretaris lo? Tanpa sepengetahuan gue pula lagi"

"Ehmㅡpengen aja, kenapa? Gak boleh ya?"

Reva mendesah keras,dia membuang muka menatap ke arah lain,sebelum menatap mata Adnan kembali "apa lo belum puas buat gue menderita?"tanya nya mengintimidasi

Adnan mengerucutkan bibirnya,jari telunjuk nya memegang dagu seperti berpikir "gimana ya jelasin nyaㅡgue cuma pengen liat Lo tunduk dan patuh dengan gue aja"jawab Adnan dengan wajah inosen

"Jadi cuma itu alasan lo jadiin gue sekretaris OSIS buat lo?"tanya Reva sambil menukikan alis nya,terlihat jengah dengan sikap Adnan

Adnan mengangguk sebagai jawaban

"Okey, setelah lima menit ini lo harus temenin gue, berdiri di samping gue saat perkenalan OSIS nanti, dan jangan ngacir kemana-mana"Titah Adnan menciptakan dengusan keras Reva

"Kenapa? Mau protes ya silahkan, tapi itu gak bakal ubah status lo yang sekarang jadi sekretaris gue"ujar Adnan sambil menyeringai dan menaik turunkan alisnya yang membuat Reva mendengus keras lagi

"Ikut gue udah buruan"kata Adnan sambil menarik lengan Reva untuk pergi, sementara lembaran kertas yang di pegang nya sudah di pindahkan pada tangan kirinya

"Emang harus sekarang ya?"tanya Reva malas, dia pasrah saat tangan nya di tarik Adnan buat pergi jadi mengekori nya dari belakang

"HARUS, udah lo nurut aja sama gue"balas Adnan tanpa menatap Reva yang sudah kesal

---


Demi apapun Reva rasanya pengin mengeluarkan sumpah serapah buat Adnan yang berdiri di samping nya.

Adnan tuh ngomong panjang banget sampai berjam-jam, buat Reva sedikit menyentak-nyentakan kakinya karena pegal.

Adnan sengaja banget, Reva tahu itu.
Ada senyum kemenangan terselip di senyum ramah nya buat semua murid

"Nan, buruan dong gue udah pegal-pegal nih"keluh Reva dengan volume suara yang dikecilkan, Adnan menatap sekilas Reva lalu kembali tersenyum dan berbicara pada murid lagi

Rasanya pengin banget Reva menjambak rambut Adnan hingga botak sekalian.

"Adnan! Kaki gue udah enggak kuat buat berdiri lagi!"

Adnan menghela nafas, di tatap nya sampai lama Reva. Lalu kembali pada murid lagi

"Sampai sini saja pertemuan kita, saya tutup dan semoga kita bisa bekerja sama nantinya"ucap Adnan untuk penutup, Reva menghela nafas lega dan terduduk di lantai saat selesai memastikan semua murid di ruangan sudah tidak ada lagi

"Heh, lo tuh kan tenaga nya kayak cowok, masa berdiri sebentar aja udah enggak kuat, dasar lemah!"hardik Adnan sambil memberi gerak bibir maju dan mundur saat berbicara

Reva lebih memilih diam dan tidak menanggapi ucapan Adnan, di baringkan tubuhnya pada lantai sambil memejamkan mata

"pulang atau gue tinggal disini sendirian"ucap Adnan di ambang pintu, dengan sisa tenaga nya Reva jalan nyamperin Adnan

"Lo tuh cowok enggak punya hati banget yah? gue tuh cewek Nan, tega banget ya lo buat gue berdiri berjam-jam. Lo pikir enggak pegel"cecar Reva kesal, Adnan menyipitkan matanya

"Eh, gue juga sama kali, elo kan cuman berdiri doang. Udah yuk pulang gue anterin"

Adnan menarik tangan Reva pergi, buat sang empu jadi pasrah dengan langkah gontai mengikuti Adnan yang jalan di depan nya sambil mengaitkan jemari di sela jemari Reva

[]

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 18, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Because YouWhere stories live. Discover now