Kisah perjuangan 5 remaja perempuan dalam mencari jati diri dan arti persehabatan yang sebenarnya.
Dira, Kia, Harsyi, Andien, dan Rere adalah 5 sehabat yang sudah bersehabat 5 tahun tetapi mereka tidak benar benar mengerti dan memahami persehabatan...
tik tok..... Suara jam dinding disebuah kamar bernuansa pink putih yang sangat feminim selayaknya sifat pemiliknya. Seorang perempuan berpakaian putih abu abu sedang duduk diatas ranjangnya sambil asyik memainkan handphone androidnya. Tiba tiba terdengar teriakan suara wanita paruh baya memanggilnya.
"Diraaaaa...Ayo sarapan, jangan main hp terus" kata sang ibu.
"Siap bos" kata Dira sambil berlari keluar dari kamarnya menuju meja makan.
Jam dinding menunjukkan pukul tujuh tepat, Dira dengan sigap menghabiskan sarapannya yang hanya sandwich.
"Dek, makanny pelan pelan" kata sang saudara laki lakinya itu yang juga sedang bersiap siap untuk berangkat kerja
" Udah telat ini bang" katanya sambil sedikit berlari dari meja makan
"Gak akan abang tinggalin kok dek" kata sang abang dengan mengernyitkan sedikit senyuman licik.
"Tapi ada syaratnya, pulangnya jalan kaki, udahla bang aku udah tau abang akan bilang seperti Itu" kata Dira yang sudah hafal akan sifat kakaknya yang tega membuatnya pulang jalan kaki disiang yang panas dengan jarak yang cukup jauh dari rumah.
"Itu kan balasan untuk adek yang sering buat abangnya terlambat kerja" kata sang abang dengan tegas
Setelah lama berbincang bincang yang benar benar tidak penting sang adik kakak akhirnya pun sadar bahwa waktu berlalu sangat cepat dan mereka segera menaiki motor dan berangkat dengan kecepatan luar biasa tinggi.
"Untung aja tadi aku liat jam bang, kalau tidak kita pasti telat" Kata Dira pada abangnya itu sambil bergegas melepas helm dari kepalanya.
"Makanya jadi adek, jangan ngoceh terus, mana ngocehnya gak bermanfaat" kata sang abang dengan sedikit marah.
"Eh tapi masih aja abang jawab" kata Dira tak mau kalah.
"Udah, dek jangan mulai perang lagi, abang berangkat dulu ya" kata sang abang segera meninggalkan Dira di depan gerbang sekolah.
Seorang satpam yang melihat perbincangan Dira dan kakaknya langsung menyapa Dira dengan kata kata yang sedikit mengagetkan Dira.
"Neng, mamang tutup ya gerbangnya kalo neng masih berdiri disitu sambil ngeliatin abangnya" kata sang satpam dengan sedikit kesal. Dira yang mendengar suara sang satpam pun akhirny tersadar.
"Jangan lah mang, ini belum bel" kata Dira sedikit terkejut
"Jadi nengnya nunggu bel, baru mau masuk" kata sang satpam yang tambah kesal.
Akhirnya daripada Dira menjadi semakin kesal dan naik darah Dira pun berjalan memasuki gerbang sekolahnya itu dan memilih untuk mengabaikan percakapan dengan sang satpam.
Belum lama Dira melangkah terdengar suara derap langkah seorang gadis berkacamata sambil membaca buku tebal yang sedikit menutupi wajah manisnya itu. Dia yang menyadari keberadaan Dira langsung menyapanya.
" Assalamualaikum, Dira" sapanya sang gadis berkacamata tanpa memalingkan matanya dari bukunya.
"Walaikumsalam...........??? Dira pun menoleh dan terkejut melihat keberdaan sang gadis tersebut.
Next......?
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Shadeera Anastasya, nama panggilannya Dira siswi SMA Kusuma Bangsa Kelas 2-3 yang dewasa, supel, ceria, pintar dan humoris tapi sayangnya dia pemalas dan cuek. Dia adalah anak bungsu dari dua bersaudara.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Andy Pratama adalah seorang pekerja kantoran dibidang akutansi. Dia adalah abang Dira yang sangat konyol tapi dewasa tetapi masih kekanakan kanakan kalo didepan Dira karena sebenarny Dira mengambil tempatnya, jarak umur mereka saja cukup jauh sekitar 5 tahun, Andy lahir tahun 1997 sedangkan Dira tahun 2002. Awalnya Andy berpikir dia tidak akan punya adik.