Hanya bisa terbaring lemah menunggu mukjizat akan kesembuhan,
Terkadang kau menangis dan tertawa di waktu yang bersamaan,
Tak bisa ku mengartikan tentang apa yang kau rasakan,
Terkadang ku menangis menatapmu dengan penuh kekesalan,
Kesal bukan karena melihat mu terbaring dengan penuh penderitaan,
Tapi kesal terhadap orang yang telah mengirimkan mu penyakit yang tak dapat disembuhkan.
Separuh dari bagian tubuhmu tak berfungsi seperti biasa,
Membuatmu tersiksa merasakan sakit yang mendera,
Mulut tak bisa berbicara hanya tangisan sebagai tanda,
Tentang apa yang kau inginkan karena kau tak bisa bergerak pada umumnya,
Hanya kursi roda yang dapat membantumu melihat indahnya dunia,
Bahkan langkah kecilmu tercipta hanya karena ada yang menyangga.
Terkadang ku merasa kesal denganmu Tuhan,
Kau berikan ujian tapi seperti sebuah siksaan,
Kau berikan cobaan seakan dia tak dapat menyelesaikan,
Bukan kah kau maha segalanya, tak bisa kah kau angkat penyakit dan menyembuhkan,
Tak bisa kau angkat semua derita yang ia rasakan,
Tak bisa kau mengerti, separuh dari hidupnya hanya untuk menanggung semua beban.
Pernah kah ia lalai dan meninggalkan semua perintahmu,
Pernah kah ia membuat kesalahan yang membuat engkau menghukumnya tanpa ragu,
Aku hanya merasa sedih ketika berkumpulnya sebuah keluarga tapi tak dapat ku rasakan kebahagiaan dalam bertemu,
Hanya sakit yang kurasa penuh dengan pilu.
