Warning typo bertebaran dan tulisan masih berantakan. Revisi setelah cerita tamat.
Happy Reading gaes :*
Pagi yang tidak damai, pasalnya kakak tertua mereka Kim Jinhwan sedang berteriak-teriak mengolah vocalnya alias sedang mengomel.
Pria mungil yang lebih sering disapa Jinan itu, telah mengawali harinya dengan emosi yang meletup-letup karena kelakuan seseorang.
Dok ... dok ... dok!
Gedoran pintu yang kuat dan membuat penghuni kamar lainnya bangkit dan ke luar kamar masing-masing untuk melihat apa yang terjadi.
"Koo Juneeee! Bangun! Buka pintunya! Kembalikan ponselku! Dompetku! Heyy anak tengillll bangun! " teriak Jinan.
Yunhyeong yang sejak pagi berkutat di dapur hanya bisa menggelengkan kepala karena tingkah hyung-nya. Sekaligus heran dengan June yang hampir setiap pagi membuat hyung tertua mereka itu kesal.
Sedangkan Bobby dan Donghyuk yang kamarnya bersebelahan dengan kamar June, pun sudah bosan dengan rutinitas pagi mereka. Hingga duo BobDong ini telah menyiapkan penutup telinga di samping bantal mereka.
***
"Ya! Koo Junee! Kalau kau tak bangun juga, jangan harap kau bisa melihat buku puisimu lagi," ancam Jinan tak kehabisan akal.
Pemuda jangkung yang sedari tadi masih menyamankan diri di kasur itu, akhirnya terlonjak kaget mengingat ia meninggalkan buku kumpulan puisinya di kamar hyung-nya itu.
Dengan langkah cepat, June membuka pintu kamarnya. Dilihatnya Jinan tengah melotot dengan tatapan tajam ke arahnya.
"Hehe iya hyung, aku sudah bangun," ujar June sambil tertawa canggung.
Jinan langsung masuk ke dalam kamar June guna mencari barang-barangnya. Dan pemandangan yang sudah sangat biasa ia lihat, baju dan celana yang berserakan memenuhi lantai tak membuat Jinan mundur.
June yang melihat raut keseriusan hyungnya itu hanya bisa menggaruk kepala belakangnya.
Semua anggota tahu Jinan adalah pria baik yang memiliki hati lembut sehingga tak pernah menolak permintaan adik-adiknya itu. Namun, dia adalah seseorang yang mudah berubah karena mood-nya.
Juga siapa sangka ia sangat mengerikan kalau sudah marah. Intinya jika ingin menjalani hari yang tenang jangan buat Jinan marah.
Berbeda dengan pemuda tiang yang tengah mengamati hyung-nya yang tengah mencari benda-bendanya itu. Ia bahkan tak pernah absen untuk membuat hyung-nya darah tinggi.
Entah menjahili, menyembunyikan barang, atau meminjam barang tanpa izin.
Jinan memang bukan tipe orang pelit sehingga ia tak masalah adik-adiknya itu meminta atau meminjam barangnya. Namun, ia sangat kesal apabila tak ada izin ketika meminjam barangnya.
"Juneeyaa, jangan buat Jinan hyung berteriak setiap pagi. Kalau sampai tenggorokannya bermasalah itu juga menyulitkan kita," ujar Hanbin memperingatkan.
June hanya menggangguk sebagai balasan.
Jinan akhirnya menemukan dompet dan ponselnya, ia berjalan keluar sambil melotot melihat wajah tak berdosa June.
"Hyung-aahh jangan marah"
Jinan menoleh tanpa membalas perkataan June.
Jelas ia sangat kesal karena memiliki pemotretan majalah pagi ini.
Jinan segera masuk ke mobil bersama manager mereka.
"Kenapa ia terlihat sangat kesal," gumam June.
"Bodoh, hari ini dia ada pemotretan majalah pagi," ujar Donghyuk yang mendengar gumamannya.
VOCÊ ESTÁ LENDO
Annoying Brother [Short Story END]
FanficApakah benar kebanyakan orang yang lebih muda umurnya itu menjengkelkan? Teori di atas sangat diyakini oleh seorang Jinhwan, pasalnya ia bertemu dengan enam adik yang menjengkelkan yang salah satunya selalu membuatnya emosi.
![Annoying Brother [Short Story END]](https://img.wattpad.com/cover/189808522-64-k645778.jpg)