✨。Astrophilia ㅡ Woojin. ✓

149 18 6
                                        

Arin merupakan seorang Astrophilia yang merupakan pencinta beragam hal yang ada di luar angkasa. Dan dari seluruh benda yang ada di luar angkasa, Arin mencintai bintang. Namun walau begitu, cintanya terhadap bintang tidak lebih besar cintanya pada Woojin. Kapten Footsal di sekolahnya.
.
.
.

"Woojin. Sudah selesai makan siangnya?"

Arin, dengan suara bergetar gugup menyapa Woojin, laki-laki yang Ia suka semenjak pindah di sekolah ini. Iya, Park Woojin. Kapten footsal dengan perawakan tinggi, tampan dengan garis rahang tegas dan sedikit dingin jika itu menyangkut wanita.

Yang disapa hanya melirik gadis itu sebentar dengan bingung slash sorot mata tidak kenalㅡnamun tetap, menganggukan kepalanya.

"Iya. Anyway, lo siapa, ya?" Tanya Woojin to the point membuat Arin merasakan sedikit sesak di dadanya. Woojin tidak mengenalnya dan tidak tau kenapa, Arin merasa sedih dan sakit.

"Ah, engga perlu tau siapa. Aku cuma mau kasih ini abis itu gak ganggu-ganggu lagi, kalau gak suka jangan dibuang, ya! Eh, tapi terserah kamu, sih. Duluan ke kelas ya, Park Woojin."

Dengan cepat, Arin menarik tangan Woojin, membuka telapak tangannya lalu memberikan Woojin gantungan kunci berbentuk bintang berwarna biru dengan ukuran sedang. Talinya berbentuk rantai perak yang sedikit dihiasi bentuk bintang kecil dan pada bintang sedangnya, terdapat inisial "W♡" yang terukir.

Woojin menatap gantungan kuncinya, tanpa sadar, senyum tipis tengah terpatri di bibirnya dengan hazel hitam kelamnya yang menatap punggung Arin yang semakin lama, semakin menjauh.

"Choi Arin bodoh." Kekehnya pelan sambil menggenggam gantungan kuncinya.

Sebenarnya, tanpa Arin tahu, Woojin mengenalnya. Ah, lebih tepatnya, Woojin juga menaruh rasa pada Arin. Begitu banyak sampai Arin tidak akan pernah membayangkannya.

☆☆☆

"Arin?"

"Ya...?"

Arin membalasnya pelan. Ia mendongakan kepalanya dan matanya mengerjap beberapa kali saat hazel cokelatnya bertubrukan dengan hazel hitam kelam milik seseorang yang selama ini Ia gilai. Iya, Park Woojin tengah berada di depannya sambil bertopang dagu. Tepatnya, sedang duduk di kursi dengan posisi badan yang menghadap ke kursi Arin.

"Loh... kok...?"

Arin masih bingung. Woojin tak bisa menahan senyumannya. Arin sangat menggemaskan.

"Loh kok, kenapa?"

Arin mengerjapkan matanya lagi.

"Kok, Woojin tau aku?"

Woojin terkekeh, "Itu ada papan namanya di dada sebelah kiri lo."

Menggoda Arin sedikit saja gak papa, kan?

"Ah... Iya. Benar juga."

Arin mendesah pelan merutuki kebodohannya, kakinya di bawah sana tidak bisa diam mengetuk-ngetuk lantai. Gugup.

"Rin, keluar yuk? Di sini matanya banyak banget, risih gue." Bisik Woojin sambil menepuk pelan punggung tangan Arin. Yang diajak semakin mengerjapkan matanya gak percaya. Woojin? Ngajak Arin keluar? Wah, Arin lagi mimpi?

✓ ] Notes of Love。Stories to obsess over. Discover now