Seperti halnya panas yang jarang ada hujan dan kebalikannya saat musim. Dia sudah jarang melakukan hal yang dia suka, dan lebih memilih diam seperti tak memiliki tujuan atau kegunaan.
Handphone menjadi alat satu²nya yang sering ia gunakan. Pertanyaannya adalah, kenapa? Kenapa dia melakukan hal itu? Dimana semangatnya dulu untuk memenuhi buku dengan coretan nan cantik itu? Dimana selera musik yang selalu dia mainkan pada gitarnya itu? Siapa orang yang sering meninggalkan kamar nyamannya untuk melakukan hal berguna di tempat lain? Bahkan di bulan sekarang ini. Dia masih tak melakukan apapun. Dia masih menjadi orang yang tak seorang pun mengenal.
Kenapa seperti itu? Apa yang membuatnya seperti itu? Dia berpikir, berpikir, dan berpikir. Dan akhirnya kosong.
Sebelum dia mengenal banyak orang² baru yang sangat baik padanya. Dia aktif, ya sangat aktif. Dia sangat mengagumi teman²nya yang pintar, baik, dan rajin. Dia ingin seperti mereka.
Apa itu disebut meniru? Bukan
Itu keharusan yang harus dia lakukan agar dia bisa menjadi apa yang dia inginkan tanpa mengganggu orang lain. Dia ingin menjadi orang yang baik dengan orang² baik dan mengajak orang lain menjadi baik pula.
Dia mengamati kenapa teman²nya pun yang lebih muda tau lebih banyak hal darinya.
Gara² pergaulan? Tidak, bukan itu. Tapi sikap. Sikapnya yang terlalu baik menjadikannya di segani orang² disekitarnya. Apa yang salah dengan menjadi baik? Dia ingin meminta maaf setiap dia memiliki kesalahan dan memaafkan ketika orang lain melakukan kesalahan.
Tapi
Setelah dimaafkan kesalahannya dia malah dijauhi.
Apa adil? Siapa itu adil? Adakah yang namanya adil?
