Hukuman

48 7 0
                                        

Pagi itu, angin berderu seiring dengan langkah kaki seorang wanita yang tergesa-gesa. Terik matahari yang semakin menyengat membuat langkah kaki itu semakin cepat. Iya, dia terlambat lagi. Kali ini, Kim Ara terlambat menuju kantornya bukan karna bangun kesiangan, ataupun lupa menyalakan alarm. Hal ini dikarenakan ia kesusahan mendapatkan taxi untuk menuju kantornya. Ditambah lagi Oppanya, Kim Namjoon telah meninggalkannya terlebih dahulu menuju kantornya.

"Dasar tidak tahu terimakasih. Apa dia melupakan janjinya semalam? Cihh Oppa menyebalkan !! Liat saja nanti saat aku pulang. Aku tidak akan menggubrisnya." Umpat Kim Ara kesal mengingat hal yang dilakukan oppanya semalam.

****
Author PoV

"Ara-yaaa ? Bisa bantu oppa?" Kim namjoon memasuki kamar adiknya tanpa mengetuk terlebih dahulu.

Namun betapa terkejutnya ia setelah melihat keadaan adiknya yang sekarang lebih terlihat seperti orang gila sedang duduk dilantai dengan piyama lusuh, kertas berserakan, kantung mata yang sudah seperti panda dan rambutnya yang acak-acakan.

"Hyaaa siapa kau? Dimana adikku?? Kau siapa???" Kaget Namjoon

"Apa maksudmu dengan siapa oppa?! Ini aku Kim Ara putri tercantik keluarga Kim. Jangan menggodaku. Aku sedang sibuk" Kim Ara kembali sibuk dengan lembaran kertas didepannya.

 Aku sedang sibuk" Kim Ara kembali sibuk dengan lembaran kertas didepannya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Iyaiya oppa minta maaf. Tapi kau benar benar terlihat seperti wanita gila sekarang. Apa yang sedang kau kerjakan sampai kau terlihat seperti itu Ara-ya" . Namjoon mendekati adiknya lalu duduk di kursi dan meraih rambut Ara dan merapikannya.

"Apa kau sangat tertekan menjadi pegawai magang di kantor Jimin? Apa dia tidak memperlakukanmu dengan baik? Jika kau tak sanggup. Pindah saja ke kantor keluarga kita. Kenapa kau sangat keras kepala" Namjoon masih sibuk dengan rambut adiknya

"Oppa~~ aku sudah berkali kali mengatakannya padamu. Aku ingin merasakan bagaimana sulitnya mendapatkan pekerjaan dan menghasilkan kesuksesan dari hasil kerjaku. Jika aku masuk ke kantor ayah bersama dengan oppa. Itu sama saja seperti aku tibatiba mendapatkan kesuksekan dengan instan. Aku tidak mau. Kau tau kan adikmu seperti apa. Jadi berhentilah merayuku." Ara memegang tangan oppanya sambil meyakinkannya kalau dia baik baik saja.

"Baiklah, tapi kau janji jika Jimin keterlaluan padamu. Beritahu oppa. Oppa akan segera memberinya pelajaran"

Begitulah Namjoon. Ia sangat menyayangi adiknya itu. Wanita satu satunya yang dia punya dirumah setelah sepeninggal ibu mereka. Ara menjadi sosok yang menghidupkan kecerian didalam keluarga Kim . Itulah yang membuat Namjoon sangat sayang dengan adiknya. Sampai beberapa kali Ara kesulitan mendapatkan pacar karna sifat protective kakaknya itu.

"Eh... tadi katanya oppa mau meminta bantuan. Ada apa?"

Namjoon tersadar bahwa ia mendatangi kamar Ara karna ingin meminta bantuannya untuk membuatkannya makan.

"Ah oppa sampai lupa. Tapi sepertinya oppa tidak jadi meminta bantuanmu. Kau terlihat sangat kelelahan"

"Aku tau. Oppa lapar kan. Mau kubuatkan apa malam ini? Aku akan membuatkannya untukmu. Tapi sebagai gantinya oppa harus mengantarku berangkat ke kantor besok. Karna ada pertemuan penting dan aku harus menemani Jimin untuk rapat. Bus yang biasa kunaiki jamnya terlalu siang. Bagaimana?"

Mr. Grumpy Where stories live. Discover now