*Klik klik*
Sebuah mail masuk.
--PEMBERITAHUAN--
[ Perhitungan quest harian guild anda melewati limit minimal yang harus diselesaikan, jika dalam kurun waktu 48 jam tidak mencapai jumlah poin yang ditentukan, maka guild anda otomatis akan ditutup. Status anda akan dikembalikan sebagai Solo Player dan inventori guild akan dihapus permanen. Sekian dan terima kasih.
-KingAltar ]
"Lagi? Hah..."
Desah seseorang yang membaca isi mail yang diterimanya. Seakan dia sudah bosan membaca mail yang sama berulang kali, dengan mata layu dia mematikan PC di depannya. Berbaring diatas kasur memandang langit-langit kamarnya.
"Mungkin sudah saatnya aku pensiun di game ini... hah.. 5 tahun kah?.."
Seperti itulah yang ada dibenaknya saat ini, mempertahankan sebuah guild hanya dengan sisa 6 anggota memang terasa mustahil. Sedih, kecewa, marah, perasaan seperti itu mengaduk isi hatinya. Keinginan untuk mengakhiri perjuangannya mempertahankan guild yang dibangun bersama teman-teman lamanya terasa amat berat.
Perlahan dia bangkit dari tempatnya berbaring, mengambil sebuah console VRG yang berada di sampingnya. Memegang erat dan menatapnya, mengingat kembali waktu yang telah dia habiskan untuk bermain game kesayangannya, Dragon Nest.
Satria Hiroshi, 18 tahun. Seorang pelajar yang menggeluti dunia gaming sejak duduk di sekolah dasar. Sudah ratusan genre game yang dia mainkan, dan yang paling berkesan untuknya hanyalah Dragon Nest.
Pada mulanya Dragon Nest adalah sebuah game mobile paling booming di tahun 2016 dengan genre MMORPG. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi yang meluncurkan Virtual Game, Dragon Nest menjadi salah satu game yang menjadi Open Beta untuk perilisan VR console dan menjadi game yang paling banyak dimainkan dalam kurun waktu 2 tahun. Hanya saja, setelah perilisan resmi VR console, muncul game-game baru yang bertema MMORPG dengan kualitas gameplay yang melebihi Dragon Nest. Karena itu, setelah 5 tahun berjalan, pemain Dragon Nest mulai berkurang. Dan menyebabkan pihak developer membuat game baru untuk mengikuti trend yang berjalan. Hingga akhirnya banyak pemain yang berbondong-bondong melakukan transfer akun ke game baru tersebut. Setelah beberapa update besar-besar yang dilakukan oleh pihak developer mengenai Merge Server di dalam game Dragon Nest, pihak developer akhirnya memutuskan untuk lebih fokus mengembangkan game barunya dan berencana menutup game Dragon Nest saat ini.
"......."
Senyuman tipis terlihat menghiasi bibir Satria tatkala dia mengingat kembali kenangan bersama teman-temannya dulu ketika game Dragon Nest masih di puncak kejayaannya. Kenangan yang paling tak bisa dia lupakan adalah ketika dia berjuang membangun sebuah guild di dalam game itu.
Guild yang sudah dianggap Satria sebagai rumah keduanya setelah di dunia nyata. Bukan hanya karena guildnya pernah menjadi salah satu guild top rank dengan anggota lebih dari 70 pemain, namun juga solidaritas yang erat antar anggota. Setiap kali Satria login, pasti membuatnya lupa waktu hingga betah bermain selama berjam-jam lamanya. Namun, seiring berlalunya waktu, lambat laun sedikit demi sedikit anggota guild menyatakan keluar atau pensiun dengan berbagai macam alasan. Bahkan sebelum Satria diangkat menjadi ketua guild oleh ketua sebelumnya, dirinya tak mampu membendung rasa kehilangan atas teman-temannya yang memilih untuk berhenti bermain. Setelah berhentinya ketua guild, Satria memilih untuk tetap bertahan membangun guildnya meski harus berjuang sendirian, hingga akhirnya guild itu terpecah belah dan hanya menyisakan sedikit anggota hingga saat ini.
"Tidak! Aku akan tetap bermain hingga game ini benar-benar ditutup, janjiku pada senpai bukanlah omong kosong, meski aku harus begadang setiap malam, aku tetap akan mempertahankan guild ini sampai detik-detik terakhir, tapi... mampukah aku? seorang diri?"
Satria merasa dilema dari lubuk hatinya. Keinginannya selalu bertolak belakang dengan kepercayaan dirinya. Seperti itulah dia, selalu pesimis untuk mengambil keputusan.
"Haah.. aku benar-benar merindukan masa-masa itu-"
"Sebentar.. bukankah saat ini waktu yang tepat untuk memanggil mereka kembali? Harusnya mereka akan lebih tertarik karena quest terbaru yang muncul hari ini."
"Yah! Itu pasti! Pasti!"
Semangatnya mulai kembali. Satria berpikir mungkin jika hanya dia yang mempertahankan eksistensi guild hingga game ditutup memang mustahil, tapi tidak jika teman-temannya kembali bermain mungkin saja malah rank guild mampu untuk melaju ke top rank kembali seperti dulu.
"Baiklah.. untuk saat ini aku harus fokus mencapai batas limit keaktifan guild dahulu, rencana ini bisa aku jalankan nanti-"
*beep beep* *beep beep*
-Pesan suara diterima-
Seketika lamunan Satria memudar saat VRG yang dipegangnya bergetar menandakan pengingat ada mail dari dalam game masuk. Tanpa menunggu terlalu lama untuk menyadarinya, Satria secara refleks mulai mengenakan VRG ke kepalanya. VRG itu berbentuk seperti airphone/headset, lengkap dengan penutup telinga dan sebuah kacamata horizontal transparan yang saling terhubung. Terlihat port penghubung dengan kabel elastis antara VRG dan Iphone miliknya. Ini adalah versi terbaru dari VRG, berbeda dengan VRG lawas yang bentuknya lebih seperti sebuah helm. Lebih simple, handly dan safety. Membuat nyaman ketika dikenakan. Tapi saat ini bahkan Satria tidak bisa merasakan kenyamanan itu, karena pesan suara yang diterimanya menambah beban pikirannya kembali, seperti inilah pesannya.
"Blank-san, apa kau sibuk? Jika kau ada waktu luang saat ini, kumohon loginlah segera, ada masalah serius, Ryo membuat ulah di chat world dan.. dan.. anu.. dia menantang duel anggota guild Quick Silver, si Trikster dan.. dan taruhannya adalah nama guild kita."
YOU ARE READING
Dragon Nester
FantasyHei.. Bagaimana perasaanmu saat game satu-satunya yang kau mainkan ternyata tak lama lagi akan menemui ajalnya? .. Bagaimana rasanya saat rumah yang membuatmu nyaman tak lama lagi akan dihancurkan? .. Apakah kau akan sedih? .. Apakah kau akan merasa...
