Terima kasih telah datang dihidup ku. Terima kasih telah menyakinkan ku untuk memulai cerita baru dengan mu. Kamu tahu aku sebenarnya enggan untuk bermain lagi dengan hati pasca aku ditinggalkan. Tapi, kamu terus saja berjuang hingga akhirnya aku kalah dan luluh.
Aku sengaja menuliskan cerita tentang kita, tidak... lebih tepatnya tentang kamu dan perasaanku. Aku ingin nanti jika aku tak lagi ada disamping mu tulisan ini mampu membawa mu membayangkan betapa indah cerita yang telah kita ciptakan bersama.
Tulisan ini memang tak seindah puisi yang terdapat pada novel-novel romantis juga tak sedalam sajak Fiersa Besari. Tapi ini murni dari hati yang telah ku percayakan padamu sejak 28 September 2014.
