Seorang siswa yang memakai seragam putih biru itu melangkah keluar kelas dengan senyum yang tak pernah pudar
Sebab dia akan bertemu dengan sang kekasih.
Walau dia baru menginjak kelas 3smp tapi rasanya cinta sangat besar kepada gadis itu. Dia jatuh cinta untuk pertama kalinya dan dia seakan tenggelam didalamnya.
Hingga tak sadar dia telah berada di depan kelas sang gadis yang hanya menyisakan beberapa murid saja.
gadis itu dia mempunyai wajah yang sangat cantik walau masih remaja.
Dia bertanya nya kepada salah satu siswa yang masih berada di dalam kelas namun jawabannya.
"Udah pulang duluan, barusan aja" jawab siswa tersebut." Ok Thanks" cowok itu langsung pergi menuju parkiran. Setelah itu dia melajukan sepedanya.
Dia terus mengayuh sepeda yang baru saja dibelikan oleh sang mamah sambil mendengarkan musik dari earphonenya.
Hingga matanya tak sengaja melihat sebuah mobil di depannya.
"papah" ucapnya sambil terus memperhatikan mobil itu. Dia sangat yakin itu mobil papahnya dia ingat warna mobil hitam itu dan dia juga ingat akan plat mobil tersebut.
Dia terus berusaha mengejar mobil hitam itu hingga mobil hitam itu berhenti di sebuah cafe kemudian Seorang pria berpakaian rapih turun dari mobil tersebut dan membukakan pintu disebelahnya.
Cowok itu mematung melihat siapa yang turun bersama papahnya. Ini tidak mungkin!!. Bagaimana bisa pacarnya kini bersama papahnya?? dan yang membuatnya membulatkan mata adalah papahnya menggandeng kekasihnya masuk ke dalam. Cowok itu berusaha berfikir positif mungkin saja sang kekasih anak dari teman papanya'kan?.
Diam diam cowok tersebut mengikuti papahnya masuk ke dalam dan duduk diantara kursi yang lumayan jauh namun matanya masih bisa mengawasi kedua orang tersebut.
"Ini beneran ga mungkin. Masa si dia tega lakuin kaya gini ke gue?" Tanya nya kepada dirinya sendiri.
"Kamu mau pesen apa sayang?" Terdengar jelas itu suara papahnya. Apa kata papahnya tadi 'sayang?',Tolong bilang kepadanya bahwa dia salah dengar
"Apa aja terserah kamu"
"Saya mau makanan spesial untuk orang yang spesial". Lalu sang pelayan pun pergi meninggalkan mereka
"Apa si kamu bisa aja"ucapnya sambil tersipu
"Kan kamu memang spesial, apa aja yang kamu mau selama aku mampu bakal aku lakukan"
"Seriusan??" Tanya gadis itudengan mata yang berbinar
"Iya"
"Bolehkan habis ini kita keMall aku mau beli baju sama sepatu?"
"Of course baby" ujar pria tersebut sambil mencium bibir sang gadis secepat kilat.
Cukup sudah ini memuakkan!!! Melihat pemandangan yang sangat menjijikan amarah revan telah berada di puncaknya. Dia benci gadis yang selalu mebuatnya tersenyum tapi kini telah berselingkuh. Yang lebih mengejutkan dia berselingkuh dengan papahnya.
Revan hendak ingin beranjak dari duduknya dan mengahampiri dua orang tersebut namun, dia kalah cepat seorang wanita paruh baya telah sampai ke meja itu terlebih dahulu. Dan itu Mamahnya!.
"Jahat yah kamu mas!! Katanya lagi sibuk dikantor? Dan ini yang kamu bilang sibuk? Iya!!?? Jalan sama selingkuhan kamu yang masih bocah ini??"tunjuk mamah revan penuh amarah ke gadis itu,"Memangnya aku kurang apa!?? Aku selalu nurutin apa yang kamu mau!? Tapi sekarang kamu kaya gini? Ini balasan yang aku terima?iya!?" Mamah revan mulai terisak dan revan tidak tega melihat wanita yang menyayanginya seperti itu. Dia segera menghampiri mamahnya.
" revan!!!" Ucap papah revan yang kaget akan kedatangan putranya. Dan kekasihnya sedari tadi hanya diam.
"Kalian berdua ga punya hati!! . Papah dulu idola bagi revan tapi sekarang papah udah bikin aku kecewa!! Aku benci kalian!!!"teriak revan penuh amarah tak peduli dengan para pengunjung cafe yang memperhatikannya. Lalu matanya melihat aurel,"Dan gua gamau kenal sama lo lagi" tunjuk revan kearah cewek itu." Revan benci kalian berdua!!" Teriak revan lalu pergi membawa mamahnya keluar cafe.
"Revan tunggu! Aku bisa jelasin!" Teriak gadis itu, namun revan tidak mendengarkannya.
Kini revan dan mamahnya telah berada di luar cafe dan hujan mulai turun. Namun mereka tidak peduli mereka menerobos hujan lalu masuk ke dalam mobil mamahnya Kemudian, meninggalkan cafe.
Revan tidak tega melihat mamahnya menyetir dalam keadaan menangis seperti frustasi. Revan menggenggam tangan mamahnya untuk menyalurkan ketenangan. Tapi mamahnya tidak peduli.
Lalu mamahnya mengambil pisau di dashboard. Revan melihat mamahnya berusaha melukai tangannya sendiri. Revan mengambil pisau tersebut namun mamahnya tidak mau melepaskannya hingga revan berusaha menarik paksa pisau itu Dan pisau itu sedikit tergores ditangannya.
Kemudian Mobil itu terus melaju lalu menerobos lampu merah. Hingga revan melihat sebuah truk melaju dengan kecepatan tinggi.
"Mamah awas!!" Teriak revan hujan semakin deras dengan kabut hitam. Dan
BRAAKKKKK!!
Truk tersebut menabrak mobil revan hingga terbalik. Kepala revan terhantam kaca dan mulai mengeluarkan darah lalu pipinya sedikit tergores oleh kaca mobil yang pecah darah segar terus mengalir. Dia melihat mamahnya yang bersusaha payah membuka mata dan berkata"ma--af" dengan kondisi kepala penuh darah.
Kemudian orang orang ramai mulai mengelilinginya. Kepala revan merasakan pusing yang luar biasa matanya tertutup. Tapi masih bisa mendengar suara hujan dan petir bergemuruh serta bayangan mamahnya yang sedang tersenyum.
Lalu kemudian semuanya Gelap..
*************
Suara Nafas revan terdengar tidak beraturan dengan dada yang naik turun kemudian tubuhnya mulai mengeluarkan keringat dingin. Peliipisnya pun kini sudah bercucuran keringat.
"Mamah!!" Teriak revan dengan mata yang terpejam. Seseorang membangunkan revan, "van bangun van!!" Ucap teman sekamarnya valdo. Kini revan pun membuka matanya.
"Nih minum dulu" ucap valdo sambil memberikan segelas air. Revan menerima air dari valdo dan langsung meminumnya hingga tandas.
Kenapa ia harus mimpi itu lagi? Dia benci sangat benci apalagi dengan wanita cantik karena baginya semua wanita menyakitkan. Kecuali oma dan mamahnya
Oma, yang memberikan tempat tinggal untuk revan dan oma juga yang menyekolahkan revan disekolah asrama ini atas kemauan revan.
Dan mamahnya Yang telah mendidik dan membesarkan revan walau kenyataanya mamahnya telah pergi jauh.
"Mimpi buruk lagi?" Tanya valdo, revan hanya menganggukan kepalanya."yaudah yuk siap siap udah jam set6 ni"kemudian valdo pergi menuju kamar mandi.
Revan duduk di pinggir tempat tidur beberapa menit kemudian valdo telah siap dengan seragamanya.
"Mau gua tungguin ga?" Tanya valdo ketika telah selesai memakai sepatunya.
"Ga usah lu duluan aja" kemudian valdo pergi keluar kamar dan revan pergi menuju kamar mandi.
15 menit berlalu kini revan telah siap dengan seragamnya membuat semua kaum hawa yang melihatnya terpana. Tapi revan seolah tidak peduli. Ralat bukan tidak peduli namun jika revan berada di dekat wanita dia mulai risih dan tidak nyaman. Bahkan tak jarang revan membentak dan bertindak kasar bagi cewek yang terang terangan mendekatinya saat di kantin. Ya walaupun Ia tinggal di asrama yang dipisah antara laki laki dan perempuan namun mereka hanya mempunyai satu kantin.
Revan pun segera mengambil tasnya setelah memakai sepatu kemudian mengunci pintu kamarnya dan berjalan menuju kelasnya dengan cueknya.
see you next part
YOU ARE READING
Hello To My Cold Boy
Teen FictionRevan adalah murid baru di SMA Pelangi. Dia aneh baginya wanita menjijikan dan menyusahkan kecuali orang-orang tertentu dalam Hidupnya. Namun revan tidak merasa disusahkan oleh xavera seorang gadis polos yang membuatnya merasa senang saat direpotkan...
