I lose

32 1 0
                                        

"Gimana?  Lulus ann?" Suara seorang laki-laki di kerumunan para siswa terdengar, anne tersenyum dan mengangguk "selamat ya" ucapnya lagi masih dengan antusias.

"Kamu peringkat satu" ucap anne,  iqbaal mengangguk tersenyum "selamat" anne berhambur memeluk iqbaal yang sudah tersingkir ke luar kerumunan karna siswa lain, iqbaal diam tak percaya apa yang anne lakukan, ada sepasang mata yang melihat kearah mereka, nadya.

Iqbaal.

Anne memelukku, memberi selamat padaku. Aku diam aku tak tau harus berbuat apa, acara kelulusan sekolah setelah 3 tahun aku bersekolah disini.

"Rayain!" Pinta anne, aku mengangguk pelan ya aku memang akan merayakan ini "nadya?" Anne melihat kearahku, seolah tau ada luka yang masih tersirat ketika nama itu tersebut "kita harua ke nadya!" Ucap anne berlari menuju kelas yang sepi aku mengikuti langkah kaki anne perlahan, pegangan anne semakin erat di lenganku agar mengikuti langkah kakinya.

"Nad..." anne memanggil nadya, nadya menoleh dan tersenyum "gimana?" Nadya mengangguk dan tersenyum anne memeluk nadya, sebenarnya jika aku tidak membentengi diri aku akan memeluk nadya seperti saat kelulusan smp tapi saat ini aku membentengi diriku agar tidak melakukan itu.

Hubunganku dengan nadya merenggang setelah dia bersama aldi entah masalahnya apa aku tidak tau penyebabnya yang jelas kami hanya menutup diri kami masing-masing , sesekali aku berpapasan dan melempar senyum kearah nadya ya seperti yang kalian tau kami sudah setahun tak mengobrol bersama dan bermain sepeda aku takberburuk sangka aku yakin mungkin nadya memang harus lebih dewasa tanpa aku.

"Ada acara dirumah iqbaal, ikut?" Anne bergelayut pada lengan nadya, nadya menggeleng pelan terlihat tatapan kecewa saat menggeleng.

"Gue engga bisa, ada acarabareng aldi" lalu nadya tersenyum aku tau itu bukan senyum yang dulu dia berikan aku tau nadya takpernah tersenyum selemah ini.

"Pulanh dari acara aldi juga engga apa-apa nad" aku bersuara seolah memohon, nadya kembali lagi menggeleng lemah entah aku rasa aku tidak bisa memaksanya untuk ikut acaraku ya sekali lago dia berhak memilih.

****

Nadya.

Aku menggeleng lemah saat iqbaal dan anne mengadakan acara dan mengajakku aku ber alibi 'ada acara denga. Aldi" ah itu bohong! Aku sudah memutuskan untuk sendiri maksudku mengakhiri hubuganku dengan aldi sebulan lalu tapi aku malu karna aldi aku meninggalkan iqbaal dan anne.

Seminggu setelah ujian nasional aku berniat memperbaiki hubungan aku dan iqbaal, aku berjalan kerumah iqbaal yang berada di depan rumahku tapi iqbaal tak ada menurut sifa iqbaal pergi dengan wanita cantik ya aku tau itu anne aku mencoba ke tempat biasa kami melakukan hal gila aku membawa sepeda milik ariyel tapi saat aku melihat kearah tempat kami biasa bergila dia sedang tertawa bersama anne ya sepertinya dia bahagia bersama wanita itu dan posisiku sukses diambil alih.

Akhirnya aku memutuskan untuk pergi, aku membaringkan tubuhku diatas kasur seperti ada rasa sakit yang menjalar keluar dalam hatiku, aku akui aku memang merindukan iqbaal sangat merindukan iqbaal tapi aku tak ingin merusak kebahagiaan iqbaal bersama anne, aku tak tau hubungan mereka sejauh apa tapi aku tau mungkin mereka lebih dari teman. Rasa itu menjalar semakin kuat rasa sakit yanv bahkan baru aku rasakan ya aku memang sering patah hati tapi ini lebih dari sekedar patah hati, ini adalah kehilanga..

Aku mencoba menyejajarkan tubuhku untuk mampu berjalan bersama anne dan iqbaal tapi semakin aku menyajajarkan tubuhku aku semakin tak bisa merasakan hal apapun, hanya sakit. Aku egois? Ya rasaku sudah lebih di luar nalar dan sekali lagi aku kalah bertanding dengan hatiku, aku kalah. 

slipping awayWhere stories live. Discover now