Pagi yang indah, yang diawali dengan cahaya matahari yang masuk melalui jendela kamar. Membangunkan ku untuk memulai pagi ini dengan semangat.
"Meeong", ah aku lupa memberitahu kalau aku memiliki seekor kucing yang kuberi nama Nunu. Kucing dengan bulu putih bersih. Setelah mengelus Nunu sebentar, aku segera bangun untuk mandi dan bersiap-siap ke sekolah
"Lisa, ayo sarapan!!" mama memanggilku "iya maa". Aku segera turun dan ikut sarapan. "Lisa, ayah akan mengantarmu kesekolah" aku terkejut biasanya aku berangkat sendiri. "kok tumben yah ?" "Gak papa kan sesekali mengantar anak ayah sendiri kesekolah" ayah mengatakannya dengan wajah lembut lengkap dengan senyum manisnya, wajah yang jarang ku lihat. "iya yah" aku membalas dengan wajah senang. "ayo dihabiskan dulu makanannya, keburu telat loh." aku hanya nyengir aja.Makanan kami sudah habis, aku mengangkat piring menaruh nya di tempat cuci piring dan bersiap ke sekolah
Sesampainya di sekolah, aku langsung ke kelas menyimpan tas dan... Duduk diam, tak banyak yang dapat ku lakukan. Aku hampir tak punya teman, walaupun ada mereka hanya ada waktu mereka membutuhkanku dan pergi ketika urusannya sudah selesai. Aku tak sepopuler Tasya, gadis paling populer, pintar, dan kaya di sekolah kami... Walaupun sikapnya yaahh sedikit sombong atau mungkin benar-benar sombong. Kedua orang tua Tasya adalah pengusaha, jadi kupikir wajar aja asal mereka tidak mengganggu yang lain aja.
"Hai, Lisa. Lagi ngapain?" aku terkejut siapa yang menyapa ku?, oh "Hai juga Tri, biasa.. Kesepian" Tri teman sebangku yang bisa di percaya "lha kan ada aku, kenapa kamu masih merasa kesepian? Apa Tasya mengganggumu?" dan Tri juga pengertian "Engh, nggak papa kok" "Hai semuanya duduk yang tenang ibu guru akan masuk ke kelas dan mengenalkan murid baru pindahan dari luar negeri
"eh ada murid pindahan, paling nanti mereka akan duduk di bangku belakang ku dan mereka akan bergaul dengan Tasya dan geng nya. "pagi anak-anak," ibu guru datang "pagi bu.." jawab kami serentak "hari ini kita kedatangan teman baru, yakni Lyra dan Brian. Mereka sepasang sahabat dari Australia.... Lyra dan Brian silahkan perkenalkan diri kalian"
kedua anak itu mengangguk "Hai, semuanya... Namaku Lyra .. Semoga kita bisa berteman baik ya" anak yang manis dan cantik,, rambut yang di kuncir kuda, pakaian seragam yang rapih dan senyuman itu.... Aku yakin dia anak yang baik "Halo semua, Namaku Brian bisa dipanggil Ian.. Semoga kita bisa berteman dengan baik." Dia tampan, rambut yang terlihat berantakan namun cool dan senyum tulus, kelihatannya dia anak yang baik seperti Lyra..
"Brian dan Lyra, kalian bisa duduk di belakangnya Lisa dan Tri" eh? Di belakangku? Mereka berdua mengangguk dan segera duduk di belakang kami "oh ya, silahkan kalian berkenalan, ibu mau ke ruang guru sebentar" "baik bu" aku bangkit dari tempat dudukku, Tri menatapku bingung "Lis, mau kemana?" "mencari teman" jawab ku singkat.
Aku pergi dari tempat duduk ku pergi kehadapan Lyra dan mengacungkan tangan ku kepadanya. Ia terlihat bingung, "emm, Lyra.. Aku mau jadi teman mu" kukatakan kalimat itu dengan tersenyum lembut. "tentu saja" dengan cepat Lyra menjawab kalimat ku dan menggenggam tanganku. Setelah Lyra melepas tangan ku menghadap ke Brian dan mengatakan hal yang sama "ya tentu, aku senang mempunyai teman baru" Brian menggenggam tangan ku dengan semangat dan rasa senang terlihat dari wajah nya.
Brian melepas kan tangan ku, Tri datang dan melakukan hal yang sama dengan ku tiba - tiba... "hei semuanya duduk ibu guru datang" kami bergegas kembali ketempat duduk kami masing-masing. "anak-anak, ibu mau menyampaikan beberapa hal. Yang pertama ibu akan memindahkan. tempat kalian, yang kedua, karena mulai hari ini hingga seterusnya banyak mata pelajaran yang tugas-tugasnya harus di kerjakan secara kelompok yang setiap kelompoknya berjumlah 4 orang siswa. Yang ketiga, ibu menegaskan untuk semua nya untuk mengikuti aturan aturan yang ada... Paham semua? " " paham bu.. " jawab kami serentak" baiklah kita mulai... Lisa, Brian, Tri dan Lyra kalian satu kelompok dan Tri ketua kelompok. Tasya, Fania, Tania dan Tristan kalian satu kelompok, dan Tania sebagai ketua kelas juga menjadi ketua kelompok. Felisha, Daniel, Tari dan Jack satu kelompok, Jack wakil kelas akan menjadi ketua kelompok. Chika, Doni, Arga dan Ali satu kelompok, Ali kau ketua kelompok nya. Hisyam, Radit, Rian dan Vera satu kelompok, Radit menjadi ketua kelompok. Baik sudah semua kan? Oke setiap kelompok harus memiliki nama kelompok nya masing masing, minimal hari rabu nama kelompok nya sudah ada.... Mengerti semua? " " mengerti bu " " oke silahkan mengatur meja kelompok kalian, ibu tinggal sebentar, Tania pastikan kelas tidak ribut " " baik bu"
Drrtt-Drrtt
Meja meja itu berisik, sibuk di dorong sana sini. Kelompokku sudah selesai duduk diam menunggu perintah selanjutnya "Lisa.." Lyra memanggil ku " iya? Kenapa Lyra?" "bisa mengantar ku ke kamar mandi? " " bisa yuk " kami berdiri meminta izin kepada Tania dan pergi ke kamar mandi. Setelah dari kamar mandi Lyra bertanya pada ku" Lisa.. Maaf jika kata kata ku menyinggung mu, apa kau dengan Tri... Pacaran? "
Aku kaget dengan perkataan Kristal" eh - e - e enggak kok "jawabku dengan terbata-bata
" m-maafkan aku, maaf jika kata kata ku menyinggung mu" aku masih canggung dengan perkataan nya, aku menarik nafas dan menghembuskanya. Aku menatap tulus kepada Lyra "Tak apa Lyra, kalau kamu barkata seperti itu berarti kamu peduli pada ku. Dan aku senang kalau ada teman yang peduli padaku" aku mengatakan itu tulus dari lubuk hatiku. Lyra menatapku lega "Terimakasih telah percaya pada ku, Lisa" Lyra tampak sangat senang, aku membalas wajah manis itu dengan senyuman tulus ku "ayo kita k1ekelas, keburu telat loh" seruku kepada Lyra "iya" kami berlari kecil masuk ke dalam kelas duduk di tempat kami masing-masing. "Lis, kenapa? Kamu terlihat senang sekali, kamu udah gak terasa kesepian lagi kan?" aku agak kaget dengan perkataan Tri, aku melirik ke Lyra. Lyra mengangguk sambil tersenyum "yah,, seperti nya begitu" kataku sambil tersenyum "syukurlah kalau begitu, aku turut senang untuk mu" Tri ikut merasa lega, karena aku sudah tidak merasa kesepian lagi
Lyra POV
"Lyra,apakah mereka berdua orang yang kita cari? " Brian bertanya padaku" menurut ramalan itu, memang mereka berdua orang nya " Ramalan yang di maksud adalah ramalan yang berisi 2 orang yang akan menjalani ketentuan dari Takdir Bintang selain aku dan Brian.Dan kedua orang yang itu adalah Lisa dan Tri." Emmh, Lisa, karena kita akan ada tugas kelompok maukah kau dan Tri kerja kelompok di rumah ku? " " tentu saja " senyuman yang ia berikan padaku membuat ku semakin yakin bahwa ia orang yang kami cari.Aku duduk kembali ketempat ku," apa yang kau rencanakan? "" sebentar lagi kau akan mengetahuinya Brian." kataku dengan sebuah senyum yang terukir di wajahku
ESTÁS LEYENDO
TAKDIR BINTANG
FantasíaNamanya adalah Lisa, seorang gadis berusia 12 tahun. Kelas 6 sekolah dasar. Dia anak yang pendiam dan tidak memiliki banyak teman dia hanya memiliki seorang sahabat yaitu Tri, orangtuanya baik sungguh sangat baik. Kisah ini akan menceritakan kisah n...
