Budayakan menekan tombol vote sebelum membaca :)
Sebuah ruangan yang dipenuhi alat medis, hampir mirip dengan ruangan di rumah sakit. Sebuah ranjang single dengan seorang anak lelaki yang tengah terbaring di atasnya.
Kedua tangan dan kaki terikat rantai, tidak tinggal sebuah kalung mirip kalung hewan peliharaan yang melingkar di lehernya.
Sehelai baju yang bahkan tidak bisa di katakan baju, itu hanyalah selembar kain yang di kaitkan agar menutupi tubuh sang anak lelaki.
Kedua bola mata itu berkedip polos menampilkan binar indah yang sayangnya tidak akan mungkin dan tidak akan pernah terlihat oleh orang lain, dan tidak akan pernah bisa melihat bagaimana indahnya dunia di luar kamar kecil itu.
Perut yang mulai terasa lapar, tapi sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mengeluarkan suara, memanggil siapapun yang ada untuk memberinya makanan.
Ah... Bukannya tidak memiliki keberanian, tapi memang dirinya yang tidak bisa mengeluarkan suara, pita suaranya sudah 'dirusak' sejak ia baru berumur 2 bulan. 'Mereka' bilang suara tangisannya sangatlah mengganggu, sebab itulah ia kehilangan suaranya.
Cklek
Suara pintu yang terbuka mengalihkan perhatian sang anak, menggerakkan kepalanya sebisa mungkin untuk melihat siapakah gerangan yang akan masuk dari pintu yang berada di sampingnya. Dengan sedikit harapan siapapun yang masuk nanti akan membawakannya makanan.
Seorang yang menggunakan seragam dokter masuk menghampiri sang anak laki laki dan mulai melakukan pemeriksaan. Hanya semacam pemeriksaan sederhana yang biasa di lakukan oleh para suster di rumah sakit saat menngecek kondisi pasien.
Setelah beberapa menit berkutat dengan alat alat yang ada, orang tersebut beranjak keluar meninggalkan rasa kecewa pada sang anak laki laki, kecewa karena dirinya tidak mendapat makanan. Matanya terus menatap kepergian orang tersebut, berharap orang tersebut akan berbalik dan memberinya makan. Hingga sampai beberapa saat orang tersebut benar-benar keluar dan tidak berbalik lagi.
Anak itu menggeliatkan tubuhnya, mencoba melupakan rasa lapar yang ada. Tidak banyak yang bisa ia lakukan dengan keadaan terikat seperti ini. Dirinya hanya bisa melihat lihat segala macam alat yang ada, tanpa bisa menyentuhnya.
Memikirkan sesuatu? Memang apa yang bisa ia pikirkan? Ia bahkan tidak mengetahui apa-apa! Seumur hidupnya ia bahkan tidak pernah sekalipun keluar dari ruangan ini!
Cklek
Seseorang kembali masuk.
"Kau sudah bangun sayang?"
Seorang wanita paruh baya datang menghampirinya bersama dengan seseorang yang mengenakan seragam dokter tadi, dengan sebuah botol susu yang ada di tangannya. Sepertinya ada yang akan mendapat makanan.
Melihat botol susu itu, sang anak refleks membuka mulut mungilnya dengan mata yang terlihat jelas binar berharap disana. Akhirnya makan.
Kenapa susu? Karena susu hanya perlu dihisap dan tidak membutuhkan tangan untuk meminumnya. Tinggal meletakkannya pada tempat dan membiarkan sang anak meminum susunya hingga habis.
Dan memang harus susu! Karena memang selama 10 tahun ia hidup, ia hanya pernah minum susu, tidak yang lain. Bagaimana dengan buah? Tetap tidak pernah, bahkan untuk jus pun tidak.
"Organ dalamnya sudah siap untuk diangkat, saat tadi aku memeriksa, semua terlihat baik dan tidak ada gangguan"
"Itu adalah kabar yang sangat baik, lalu kapan kita bisa memulai proses pemindahannya?"
"Kita bisa langsung mulai malam ini. Dimulai dari pemindahan satu ginjal, karena kondisi Bee yang juga belum begitu stabil. Kita akan melihat reaksi tubuh Bee, bila ia kuat kita bisa melakukan pemindahan hati dan jantung saat itu juga"
"Kau dengar itu sayang? Akhirnya kau bisa berguna juga. Akhirnya kau bisa membantu saudara kembarmu"
Wanita itu berucap dengan sangat gembira, terlihat dari intonasi dan binar di kedua matanya.
Tapi anak lelaki itu sama sekali tidak mengerti apa yang di bicarakan dua orang itu. Bagaimana ia bisa mengerti? Ia bahkan tidak tau bahasa dan tidak bisa berbicara.
"Kau sangat pintar karena sudah menghabiskan makananmu. Sekarang istirahat, agar kau siap saat ginjalmu di pindahkan nanti"
Wanita itu memberi usapan ada kepala sang anak laki laki. Terasa sangat nyaman, ingin lagi. Ini adalah pertama kalinya anak itu mendapat usapan dan itu terasa sangat menyenangkan. Kenapa baru sekarang ia mendapatkannya?
Terasa sangat menyenangkan saat kau telah merasa kenyang dan mendapat usapan lembut.
Anak itu tidak mempedulikan kata-kata yang terucap untuknya. Atau lebih tepatnya tidak memahami. Yang ia tau hanya wanita di depannya berbicara dengan nada biasa tanpa intonasi tinggi seperti yang selalu ia dapatkan.
Anak itu menutup mata, mencoba untuk tidur. Memang apalagi yang bisa ia lakukan?
×××
Anak itu terbangun saat mendengar suara dari sekelilingnya. Membuka mata secara perlahan dan di hadapkan dengan orang orang yang berdiri mengelilingi dirinya lengkap dengan masker dan sarung tangan. Apa yang akan mereka lakukan?
Anak itu masih memperhatikan sampai saat dirinya merasakan sakit yang teramat sangat pada bagian perutnya, diikuti dengan lelehan cairan merah kental.
Mereka melakukan operasi pengangkatan ginjal tanpa memberi suntik bius apapun pada dirinya!
Rasa sakit yang teramat sangat membuatnya pingsan, tidak kuat menahan rasa sakit di tubuhnya.
Kenapa ia tidak memberontak?
Ia tidak bisa, selain karena kedua tangan, kaki dan lehernya yang terikat rantai. Ia juga sama sekali tidak memiliki tenaga untuk bergerak.
Dari lahir hingga sekarang kedua tangan dan kakinya selalu terikat, tidak pernah di gunakan sedikitpun.
Makan? Ia hanya mengkonsumsi susu, tidak dengan yang lainnya.
Ke toilet? Ia diperlakukan sama seperti pasien rumah sakit yang hanya di beri kantong untuk menampung air seninya.
Pernah dulu ia mencoba memberontak. Tapi, seluruh tubuhnya seakan lumpuh, sama sekali tidak bisa bergerak seperti apa yang ia mau. Ia hanya terjatuh dari atas tempat tidurnya, seperti boneka yang terputus tali talinya. Tergeletak tak berdaya, menunggu seseorang datang dan menolongnya.
Percuma saja melarikan diri. Ia tidak akan sanggup. Belum lagi hukuman yang ia dapatkan saat dulu ia memberontak. Ia hanya melihat wajah wajah marah yang ditujukan padanya, mengangkat dan kembali mengikatnya di tempat tidur, bahkan lebih erat dari sebelumnya. Dan sengatan yang terasa sangat menyakitkan.
Yang ia tahu hanya beberapa orang berpakaian dokter memasangkan suatu alat padanya, dan tiba tiba ia merasakan rasa sakit itu.
Ia menyerah, sama sekali tidak mau merasakan rasa sakit itu lagi. Cukup!
Dan sekarang ia hanya bisa pasrah. Memang inilah takdirnya.
"Selamat tidur sayang, terima kasih karena telah memberikan organ tubuhmu pada anak kami"
"Akhirnya kau pergi. Baguslah, karena kami memang hanya membutuhkan organ tubuhmu"
END
Thank you for reading and voting :)
ESTÁS LEYENDO
TWIN [COMPLETED]
De TodoKedua bola mata itu berkedip polos menampilkan binar indah yang sayangnya tidak akan mungkin dan tidak akan pernah terlihat oleh orang lain, dan tidak akan pernah bisa melihat bagaimana indahnya dunia di luar kamar kecil itu.
![TWIN [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/186355315-64-k569424.jpg)