Prolog

22 5 1
                                        

7 Mei 2018.

Hari dimana itu adalah hari yang bisa Aku bilang adalah hari yang tidak akan pernah terlupakan karena pada saat itu adalah hari kelulusan Sarjana kami tetapi pada hari itu juga bisa di bilang hari yang menyedihkan, bukan hanya sebuah hari kelulusan tetapi sekaligus hari perpisahan kami.
Regi Kusnandar adalah teman sekaligus sahabat ku sejak masih SMP sampai sekarang. Tanpa Dia mungkin Aku tidak akan bisa melanjutkan Kuliah ke Ibu Kota.
Bahkan tanpa dia mungkin Aku sudah menjadi anak yang rusak saat berada di Ibu Kota.
Aku selalu mengingat pembicaraan terakhir Aku dengan Dia pada saat acara kelulusan tersebut.

" Akhirnya.. Setelah kita kuliah kurang lebih 4 tahun, akhirnya kita berhasil sampai di awal pintu gerbang masa depan kita masing-masing yah "dengan raut muka yang sangat senang

... (terdiam karena Aku memeluknya)

" Lu beneran mau pergi? "berbicara menahan kesedihan
" Yah.. Maaf kalau gw harus pergi masuk ke gerbang masa depan yang baru aja terbuka"
" Masuklah ke sana, jaga diri lu baik-baik..
Gw, Melati, Dewan, dan Rossa akan selalu menunggu lu pulang. "Memaksa senyum di sambil menatap wajahnya

Pelukan itu menjadi sebuah pelukan terakhir Aku dengan Dia.
Dan sampai sekarang, kami semua benar-benar merindukan Dia.
Andai pada saat di pelukan terakhir itu Aku bisa mencegah Dia untuk pergi,mungkin kami tidak akan pernah merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang kami sayangi.

Gi..
Gw, Melati, Dewan, dan Rossa berharap lu dapat berkumpul dengan kami kembali :)

2 Januari 2019
Putri Dwi Mawar

____________________________________

Terima kasih semua karna sudah mau membaca cerita ini.
Kisah ini belum di mulai, kisahnya akan di mulai dengan cerita Flashback dri Mawar.
Nah buat kalian yang gk sabar dengan kisahnya,.. Ya sabar ya mungkin sekitar 1 minggu setelah Prolog ini keluar baru kisahnya di mulai.

Terima kasih :)

Sahabat Hingga Ibu KotaDes histoires addictives. Découvrez maintenant