Kehidupan Adel yang sangat monoton terkadang membuatnya terheran-heran akan dirinya sendiri. Bangun pagi, bergegas menuju sekolah, menjalankan kewajibannya sebagai murid di sekolah diselingi bersenda gurau dengan teman-temannya, lalu pulang. Tapi tak sampai disitu. Pekerjaan rumah yang menumpuk siap menyambut sepasang mata Adel yang letih setengah mati.
Lain hal-nya dengan teman-temannya. Dalam pandangan Adel, hidup mereka sangatlah berwarna layaknya masa-masa SMA yang sebenarnya. Datang terlambat ke sekolah lalu menyogok security agar diperbolehkan masuk, bolos pelajaran dikala bosan, gonta-ganti pasangan hanya untuk kebahagiaan sesaat, dan gaya hidup yang cenderung berfoya-foya.
Sebenarnya Adel tidak merasa iri atau apapun kepada mereka. Adel hanya ingin merasakan bagaimana indahnya masa SMA, namun tidak melakukan beberapa aktivitas tersebut. Sampai sekarang pun Adel belum menemukan jawabannya.
Jika dibilang cupu, Adel tidak termasuk siswa yang cupu. Ia menarik. Bahkan, beberapa senior yang bisa dibilang tampan pun pernah mengerjarnya mati-matian. Hanya saja, Adel terlalu takut mengambil langkah untuk maju ke dunia luar yang lebih luas. Adel tidak mau merusak masa depannya hanya dengan melakukan aktivitas yang menyita waktu berharganya.
•••
"Bu, Adel berangkat, Assalamualaikum." Pamit Adel tanpa menunggu jawaban ibu-nya. Ia malah pergi. Adel langsung pergi bukan karena ia tidak menghormati ibunya. Namun, Adel ingin lebih cepat karena 15 menit lagi gerbang sekolah akan ditutup.
TBC...
Well i'm back, after long long long time aku tidak berkecimpung didunia oranye ini.
hope u like it!
YOU ARE READING
NOCERE • Kim Yerim
FanfictionNOCERE • Kim Yerim Adenalia, remaja berumur 16 tahun, mencoba memahami betapa rumitnya kisah kasihnya semasa SMA. Awalnya ia hanyalah gadis polos penikmat buku sains. Namun, semenjak ia mengenal Dio, hidupnya yang semula kelabu, menjadi warna-warni...
