Chapter 1

26.4K 832 145
                                        

Tahun ajaran yang baru akhirnya dimulai, siswa-siswa SMA Katolik St. Antonius satu persatu mulai tiba di sekolah ber-asrama itu.
Semester yang baru akan segera dimulai, sedangkan ujian-ujian yang cukup menguras tenaga baik fisik maupun mental mulai menghantui pikiran siswa-siswa senior yang sebentar lagi akan lulus dari sekolah itu.

Mobil yang dinaiki Sean mulai masuk di gerbang sekolah yang cukup besar yang mungkin mampu dilewati 3 busway secara bersamaan, 3 tahun SMP ternyata benar-benar tak terasa. Sean hanya melirik sekolah barunya dengan malas seakan-akan tidak ada niat sama sekali baginya untuk sekolah di tempat itu.

Ya, Sean memang tidak ada niat untuk bersekolah di tempat itu, namun sejak diputuskan oleh mantan kekasihnya yang bernama Gia, Sean memutuskan untuk mengisolasi dirinya sendiri di sekolah berasrama itu.

"Terus gimana? Bilangnya mau masuk sekolah negeri bareng Gia, kok sekarang jadi pindah sekolah asrama?" Tanya mama Sean beberapa hari setelah Sean putus dengan Gia

"Sekolahnya jelek, Sean gak suka" kata Sean berbohong

"Kamu putus sama Gia yah?" Tanya mama Sean secara tiba-tiba

Sean sangat terkejut mendengar pertanyaan ibunya, mata Sean membulat sempurna sambil menatap mamanya yang sedang duduk di atas ranjang berhadapan dengannya

"Mama kok tau sih?" Tanya Sean

"Iya dong, bagaimana mama gak tahu, kamu aja semangat banget pas bilang mau masuk SMA bareng Gia, terus tiba-tiba kamu jadi murung akhir-akhir ini, pas kamu bilang gak mau sekolah bareng Gia lagi, mama tahu kamu pasti putus sama Gia kan?"

Sean hanya mengangguk lemah, namun mamanya tetap mendukung apapun keputusan Sean

"Yasudah terserah kamu aja, yang penting kamu nyaman aja sekolahnya, siapa tahu mungkin kamu bisa dapat pacar baru yang jauh lebih baik dari Gia di sekolah barumu"

Sean mengangguk sambil tersenyum mendengar ucapan ibunya.

Untuk melupakan seseorang jelas bukanlah suatu hal yang mudah. Sean merasa bahwa dia terlalu mencintai dan menyayangi Gia, karena Gia adalah cinta pertama dan pacar pertama Sean.

Rencana-rencana ke depan yang sudah di susun sedemikian rupa untuknya dan Gia mulai dari masuk SMA yang sama, kuliah di kampus yang sama bahkan sampai menikah, rencana-rencana yang sudah disusun Sean mendadak hancur hanya dengan kalimat "Yan aku minta maaf, aku mau putus"

Sekarang disinilah Sean, berdiri menatap bangunan sekolah barunya
"Ya, sekolah ini mungkin bukan yang Sean inginkan, tapi jelas ini yang terbaik" kata Sean dalam hati.

Sean melirik ponselnya yang sunyi, tidak ada lagi notifikasi pesan-pesan whattsapp dari Gia, tidak ada lagi rentetan panggilan video call atau telepon yang berbaris rapi di daftar telepon Sean.

Ting!!

Tiba-tiba satu pesan whattsapp dari Kiel sahabat Sean muncul di notifikasi

Kiel mengirimkan sebuah foto kepada Sean lewat whattsapp, penasaran dengan apa yang dikirimkan Kiel, Sean menekan pesan yang baru dikirimkan Kiel.

Deg!

Hati Sean sakit melihat apa yang baru dikirimkan Kiel, matanya memanas melihat gambar yang ada di ponselnya. Terlihat Gia sedang duduk berhadapan dengan Alex sambil berpegangan tangan di sebuah cafe.

"A-Alex?"

Sean tak percaya bahwa Alex salah satu sahabatnya sedang duduk dengan mesra berhadapan dengan Gia, mantan kekasihnya yang baru putus dengannya beberapa minggu yang lalu.

Ting!!

Tak lama kemudian pesan baru dari Kiel masuk, Kiel kembali mengirimkan gambar screenshot status whattsapp terbaru Alex
"Happy 6th Monthversary dear Gia, I heart you" begitu isi status Alex.
Sean tak mampu berkata-kata melihat apa yang baru saja dikirimkan Kiel

I fall for youWhere stories live. Discover now