Sebuah kisah seorang Ong Seongwoo, mahasiswa introvert yang hobby memotret, ketika bertemu dengan Kang Daniel si berandalan kampus.
Takdir apa yang sedang menunggu mereka?
Boy X Boy
Dentingan jarum jam yang telah menunjukkan angka 07:30 pagi tersebut memaksa seorang lelaki berparas manis untuk bangun dari zona nyamannya, kasur.
"AHH SIAL! Matilah aku jika terlambat kelas dosen Park" gerutu lelaki tersebut yang diketahui bernama Ong Seongwoo.
"Dimana aku meletakkan kameraku?! Ck!"
Kamera? Ya. Hampir setiap hari dia membawa kamera kesayangannya ke tempatnya kuliah. Jika ditanya alasannya,
'Akuhanyainginmengabadikankeadaansekitarkuuntuk masa tua-kunanti'
Kembali pada seongwoo. Setelah beberapa menit kalang kabut menyiapkan keperluan kuliahnya, dia segera mengunci pintu kostnya dan berlari ke halte yang kebetulan dekat dari lingkungan kost miliknya.
'Semogatidak terlambat'
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya bus yang seongwoo tunggu datang. Seongwoo melebarkan pandangannya untuk mencari tempat kosong. Akhirnya, dia memutuskan untuk duduk di kursi paling belakang dan tepat disebelah jendela.
Sambil menunggu perjalanan, Seongwoo mengambil kamera miliknya. Mencoba mengusir bosan dengan memotret keadaan didalam bus.
Seongwoo terlalu menikmati suasana hingga tanpa sadar mimik wajahnya menampilkan ekspresi cemberut, lalu tersenyum, dan kemudian mengerucutkan bibirnya kesal karena gambar yang diambilnya bluratau tidak fokus pada objek yang dibidiknya
Dan hal tersebut tidak luput dari pandangan seorang lelaki yang duduk di seberangnya.
Lelaki tersebut telah mengamati Seongwoo semenjak dia mencari tempat kosong di bus ini.
Lelaki tersebut memandang kearah Seongwoo yang masih mengerucutkan bibirnya.