1. Siapa Perempuan Itu?

50 26 19
                                        

Pagi ini, seperti biasa Stella pergi ke sekolah diantar oleh papa nya yang sekalian berangkat kerja.
Sampai disekolah dia langsung menyalami tangan papanya.
"Bye,pah" Ucap Stella
"Semangat stell"

Stella bergegas masuk ke kelasnya karena dia tidak terlalu suka keadaan diluar kelas walaupun sekali kali dia selalu keluar karena ingin ke kantin, toilet, atau ke perpustakaan.

Sampai dikelas, Stella melihat sahabatnya yang sedang asyik memainkan ponselnya sampai dia tidak menyadari kedatangan Stella.

"Naaa" Sapa Stella sambil menepuk pundak nya.
"Eh lo ngagettin gue aja" dengan bibir yang agak dimanyunkan kedepan.
"Lo nya aja yang terlalu fokus" Jawab Stella
"Gimana ga fokus coba Stell, ini tuh ganteng banget" Sebari menunjukkan ponselnya ke Stella.
"Siapa?" Tanya Stella bingung.
"Masa lo ga tau sih, dia itu cowok famous disini" Ucap Renatha.
Stella hanya mengangkat bahunya, karena
Stella memang tidak pernah tau siapa itu cowok famous yang dibilang Renatha karena Stella tidak pernah menghiraukan dunia luar kelas.
"Ini gerald" Teriak Renatha.
"Oh" Jawab nya dengan singkat dan tidak peduli.
"Ihh"

Tak terasa mereka mengobrol lumayan lama, bu ridha ternyata sudah ada didepan pintu. Membuat anak anak dikelas terkejut karena bu ridha emang gitu, suka tiba tiba. Bu ridha langsung memulai pelajaran nya.

Setelah mengajar selama 2jam, akhirnya bel istirahat berbunyi. Anak anak langsung merhamburan keluar kelas.

"Stell, kantin yuk" Ajak Rena
Stella hanya menggeleng gelengkan kepalanya, menandakan dia tidak mau.
"Yaudah, gue marah sama lo" Ucap Rena sambil memalingkan mukanya.
"Hm, yuk" dengan terpaksa Stella menerima ajakan sahabat nya itu karena takut ngambek.
"Nah gitu dong" Kata Rena.

Mereka pergi ke kantin.
"Mau pesen apa?" Tanya Rena
"Bakso, pedes banget!" Jawab Stella
"Minumnya?"
"Air aja"
"Oke"

Stella memang penyuka makanan pedas. Dia tidak peduli ada minum atau ngga yang penting dia makan pedes. Walaupun perut nya sering sakit tapi dia menghiraukan sakitnya itu demi makanan pedes.

Stella mendengar ada cowok yang sedang berkelahi.
"Gerald sama Yoga, ribut lagi" Teriak cewek yang baru datang dari lapangan.
"Wah seru nih" jawab yang lainnya.
Tiba tiba kantin kosong, semua siswa siswi pergi ke lapangan untuk menyaksikan pertengkaran itu. Termasuk Rena
"Aneh" Ucap Stella dengan nada kesal. Tapi dia juga penasaran siapa sih gerald itu sampai mengalihkan semua pandangan orang lain. Stella bergegas ke lapangan untuk melihat nya, dia melihat dua orang laki laki yang sedang beradu jotos.

"Naa" Teriak Stella
"Sini sini, liat itu gerald" Ucap Rena sambil menunjuk ke arah cowok itu.
Ganteng batin Stella
Ehh apa sih Stel.

Pertengkaran mereka direlai oleh guru BK dan langsung dibawa ke ruang BK.

--

"Kalian ini kenapa?" Teriak pak yanto dengan nada sangat marah.
"Dia nyakitin cewek pak" Ucap gerald sambil menatap yoga.
"Apa urusan nya sama lo?"
"Gue Ga suka ada orang yang nyakitin cewek!" Teriak gerald.
Gerald memang paling tidak suka kalo ada cowok yang nyakitin cewek karena dia selalu ingat mama nya.
"Ini urusan gue"
"mama lo perempuan kan? Kalo mama lo disakitin orang lain gimana kampret!"
"Sudahhh Sudahhh!"
"Diam!"
"Gerald kamu memang bener, tapi kan ga seharusnya dengan berantem" Ucap pak yanto.
"Dia gamau dengerin saya pak" Ucap gerald
"Ya sudah kalian bapak hukum, membersihkan toilet"
"Tapi pak" Ucap gerald
"Udah cepet"

Ditoilet.
"Gara gara lo" Sambil menatap yoga dengan sinis.
"Lo yang duluan gblk" Jawab yoga.

Saat Stella sedang ke toilet cewek, dia mendengar mereka berteriak langsung geram dengan tingkah mereka yang ga ada kapok nya. Stella langsung datang menghampiri mereka dengan menggebrak pintu.
"Lo berdua diem, bisa?" Teriak Stella.
"Lo berdua tuh ga ada kapok kapok nya ya, kalo udah dihukum diem Gausah salah salahan karna dua duanya salah." lanjut Stella.

Melihat itu gerald hanya melongo memandang kecantikan Stella. Sama seperti yoga.

Sampai akhirnya Stella menyadari itu,
"Apa lo liat liat?" Dengan wajah sinis Stella.
"Lo cantik" Ucap mereka bersamaan.
Mendengar ucapan itu Stella langsung jijik dan pergi meninggalkan dua orang ga waras itu.

"Gue akan dapetin dia" Ucap gerald sambil tersenyum sinis.
"Gue" Jawab yoga sambil menatap tajam.
"Diem lo" Gerald langsung pergi.

Pergi ke rooftoof tempat nongkrong dia dan temen temennya.
"Gimana hukuman nya?" Tanya dani.
"Gue nemu mangsa baru haha" Jawab Gerald.
"Cantik?" tanya Rey.
"Banget, tapi aneh nya gue jarang liat dia" Jawab Gerald dengan agak bingung.
"Hah, mungkin dia mahluk halus" Ucap Dani yang suka cuplas ceplos.
Gerald dan Rey hanya menggeleng gelengkan kepalanya dengan ucapan temenya yang satu itu. Yang agak gila wkwk.

--

Sampai di kelas Stella memasang wajah kesal.
"Kenapa lo?"
Stella hanya diam, tidak menjawab apa apa. Dia orang nya memang seperti itu kalo ada orang lain yang ngomong aneh aneh ke dia kecuali Rena dia pasti akan sangat kesel.
"gapapa" Jawab Stella dengan singkat.
"Boong mulu"
"Diem!"

Mereka pun kembali belajar karena bu rina sudah masuk kelas.
Rena tidak peduli dengan sahabat nya yang tiba tiba aneh gitu, karena ya udah sangat biasa bagi Rena kalo Stella bersikap seperti itu.

Bel pulang berbunyi.
Anak anak SMA bhakti keluar dari kelas nya masing masing dengan wajah bahagia.
Ya tau lah kan bel pulang itu yang paling mereka tunggu tunggu, apalagi Gerald and the gang.

Mereka sudah ada di parkiran dari pertama bel berbunyi, Gerald masih penasaran sama cewek yang tadi teriak teriak di toilet.

Mata Gerald terus saja mencari sampai terlihat cewek yang sangat cantik itu membuat mata gerald tidak kedip sedikitpun. "Itu" Teriak Gerald ke temen temenya.
"Gila, cantik banget itumah" Ucap Rey.

Tanpa pikir panjang, Gerald langsung menuju ke tempat cewek itu berdiri.
"Pulang sama siapa?" Tanya Gerald.
"Dijemput" Jawab Rena.
"Gue ga nanya lo" lanjut Gerald.
Mendengar itu Stella tertawa pelan sambil melihat ke sahabat nya itu.
"Ketawa terus ya, cantik" Ucap Gerald dengan wajah bahagia melihat Stella tertawa.
Stella hanya diam.
"Gue Gerald Armansyah" Gerald memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.
Tapi tangannya di tepis kasar oleh Stella.
Dia hanya diam, sebari menunggu dijemput.
"Stell, lo diajak kenalan masa gamau" Bisikan Rena ke telinga Stella. Tapi masih kedengaran oleh Gerald.
Stella tidak merespon apa apa.
"Pulang bareng gue yuk, stell" Goda Gerald.
Mendengar dia memanggil nama Stell, Stella bingung darimana dia tau. Dia sama sekali tidak menyebutkan namanya.

Akhirnya jemputan datang, Stella menghela nafas lega. Karena dia sangat risih dengan ucapan ucapan Gerald.
"Bye" sambil melambaikan tangannya ke Rena.
"Bye" Jawab Rena.
Gerald hanya senyum sambil melambaikan tangannya.
Sambil berpikir gue masih penasaran sama tu cewek, baru kali ini ada yang nepis tangan gue.

Melihat Gerald gagal, Rey dan Dani langsung tertawa terbahak bahak. Sampai membuat Gerald kesal.
"Haha, seorang Gerald ditolak" Ledek Dani.
Sambil tertawa.
Gue akan dapetin lo Stell batin Gerald.

STERALD Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang