"Karna lo ngga cantik!".balasnya sambil menunjuk wajahnya.
"Apa semua cowok bakal milih cewek yang cantik parasnya?".
"Gue ngga tau?!apalagi penampilan lo terlebih lagi culun".
"Bangsat lo Fad?!".sahut seseorang di belakang mereka,Alvian.
Mereka menoleh mendapati Alvian yang tengah menuju tempat yang mereka tempati.
"Gue ngga nyangka kalo kelakuan lo itu kaya gini".ucap Alvian bersikap santai saat berjalan menghampiri mereka.
'Bughh!'.
Satu pukulan mengenai wajah fadly yang langsung mundur satu langkah.
Sebelum Fadly bersiap-siap ingin membalas,dibelakangnya tiba-tiba ia diserang oleh dua orang yang langsung memukulnya hingga jatuh tersungkur.
"Fadlyyy?!!!".pekik Gracia lalu berjalan menghampirinya,namun sebelum sampai ia langsung di tarik oleh Alvian untuk menjauhinya.
"Apa-apaan sih lo?!".teriak Gracia di depan muka Alvian.
"Lo yang apa-apaan?!".bentak Alvian marah lalu tanpa aba-aba ia menarik tompel yang berukuran sedang di pipi kanan Gracia dan kacamata bundarnya.
"Ini maksudnya apa?".tanyanya dengan nada naik satu oktaf.
"Lancang banget lo jadi orang!".balasnya sambil berteriak.
"Lo yang lancang!kenapa lo kabur dari rumah lo?".
"Gue nggak kabur?!jangan sok tau lo".ucapnya terbata-bata.
"Bohong?!".celetuk seorang cowok yang sangat dikenali Gracia.
"Siapa yang tau kalo lo keluar malem-malem kek gini?".tanyanya lagi pada Gracia.
"Gue udah izin sama bi titin".jawab gracia gugup.
"Nggak yakin gue!lo jauh-jauh pergi ke solo buat minta izin sama bi titin?".
'Duh?!mampus'.batin gracia.
"Kenapa diem?".
"Iya,gue kabur!puas lo?!".balas gracia lalu pergi beranjak meninggalkan taman.
"Gue peringatin sama lo!jauhin adek gue,karna dia nggak pantes dapat cowok sampah kaya lo?!".ucap Gevin,kakak gracia lalu meninggalkan fadly bersama teman-temannya.
"Sial!".umpat Fadly seraya meringis sambil memegang sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.
"Lo kenapa sih?lo tuh cantik tapi kenapa otak lo nggak pernah di pake?".omel Gevin ketika mereka sampai di rumah sedangkan teman-teman gevin seperti Alvian,Bintang,dan Gilang mereka sudah pamit terlebih dahulu saat di taman tadi.
"Gueeee...gue nggak mau kejadian dulu keulang lagi vin,gue nggak mau kalo misalnya orang yang nanti gue pilih itu cuman mau manfaatin gue doang?!".balas gracia sambil memainkan ponselnya yang ia keluarkan dari saku celananya.
"Apa lo perlu homeschooling?".tanya gevin hati-hati.
"Gue waras vin!gue juga butuh temen buat support gue setelah papa mama sama lo?!".
"Yaaa kali aja?!lagian kenapa nggak sama si Alvian?".
"Tifany suka sama dia?!makanya gue jauhin".
"Oohhh,lo suka nggak sama dia?".
"Dulu sih iya!tapi sekarangggg...".
'Tintinn'.suara klakson mobil terdengar dari arah luar gerbang,tandanya Giantoro dan Gita,orang tua mereka sudah datang.
"Papaaaa".teriak gracia lalu beranjak dari sofa menuju teras menemui papa mamanya itu.
"Maaaa...gracia kangennn".ucap gracia sambil memeluk mamanya yang ternyata lebih dulu keluar dari mobil.
"Mama juga sayang?!".balas mamanya sambil memeluk gracia juga.
"Lohh pa?!katanya pulang lusa?".tanya gevin tiba-tiba dari ambang pintu ketika mendapati papa mamanya itu sudah datang dari awal perkiraannya.
"Nggak jadi?!soalnya besok lusa mama ulang tahun!".balas papanya sambil menoleh ke arah gita.
"Iya sayang?!mama maunya nanti ngerayainnya di sini sama-sama".
"Yeeee...yaudah kalo gitu yuk masuk ma!cia mau cerita banyak sama mama".ucap gracia riang sampai-sampai nama 'cia' yang dulu di pake waktu masih kecil untuk gracia hingga sekarang.
"Iya cia sayang?!".balas gita sambil tertawa ketika menyebut nama cia.
"Vin,kamu tolong pak darmin buat angkat-angkat koper ya?!kasian beliau sendiri".pinta gita pada gevin yang sedang berbicara pada papanya itu.
"Oke ma?!".balas gevin kemudian berlalu menuju ke garasi untuk membantu pak darmin yang seorang supir pribadi milik keluarganya itu sedang mengangkat-angkat dua koper besar di bagasi mobil.
VOCÊ ESTÁ LENDO
Kataomoi
Ficção Adolescente"Fake nerd".celetuk seseorang di belakang gracia saat berjalan melewati koridor kelas. "Cupu banget sih?!".sahutnya lagi namun tak di gubris oleh gracia yang tetap berjalan melewati koridor hingga menaiki anak tangga menuju kelasnya. "Graciaaaa..."...
