Nak, kemarin tanggal 10 April 2019 Nda melepas IUD yang selama hampir 4 tahun ini tertanam di rahim Nda. Kau mungkin belum mengerti saat ini. Pelepasan IUD ini merupakan keputusan Nda dan ayah untuk merencanakan saudara untukmu. Bukan kami tak sayang lagi padamu, pun bukan karena kami lelah mencintaimu. Sungguh, jika saja memungkinkan ingin rasanya cinta ini tak terbagi untuk yang lain selain padamu. Kau, begitu berharga untuk Nda. Meskipun Nda terlalu keras padamu tapi Nda tak pernah sekalipun membencimu. Kau, bagai keajaiban untuk Nda. Di saat Nda kehilangan separuh harapan untuk memilikimu, Allah begitu luar biasanya menitipkanmu dengan segera pada kami. Kau yang membuat Nda menjadi wanita sempurna, kau yang menjadikan Nda seorang ibu. Bukan yang lain. Nda berterima kasih karena bibir kecilmu selalu memanggilku dengan sebutan Ibu, Nda, dan terkadang mama.
Sayang... Jikalau memungkinkan, Nda ingin hanya memilikimu seorang, dan tak perlu membuatmu cemburu pada yang lain. Tapi Nda sadar, tak selamanya Nda bisa menemanimu. Suatu saat nanti akan ada perpisahan di antara kita. Nda tak ingin kau merasa kesepian dan sendiri ketika raga ini sudah tak lagi bersatu. Nda tak ingin kau merasakan pahit kehilangan tanpa ada yang menguatkanmu.
Nda berharap kelak, adik-adikmu dan kamu senantiasa saling menyayangi, melindungi, menghormati, melengkapi, dan saling menguatkan.
Jangan kau anggap mereka beban karena sesungguhnya pada merekalah kau kutitipkan.
Tanpamu, Nda bukan siapa-siapa. Terima kasih telah hadir dan menyempurnakan hidup Nda...
