Brakk
"Ugh...."
Aku meringis pelan saat tubuhku didorong dengan paksa kearah dinding yang ada di belakangku. Tangannya mulai menarik pinggangku untuk mempersempit jarak di antar kami.
Sungguh aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan nanti, yang aku tahu saat aku keluar dari dalam toilet dan aku tidak sengaja bertemu dengannya yang kebetulan keluar dari ruangan.
Aku menundukan kepalaku, bersikap sopan terhadap atasanku. Dan baru beberapa langkah tiba-tiba atasanku menarikku kedalam ruangan yang entah sejak kapan pintunya sudah terbuka. Mendesakku kearah dinding. Menghimpitkan tubuhnya pada tubuhku.
Aku yang dalam posisi seperti ini benar-benar tidak nyaman, tanganku terus saja memaksa mendorong dadanya agar aku bisa lepas dari dirinya, tapi tetap saja dia laki-laki dengan kekuatan yang melebihiku. Karena usahaku sia-sia, aku mulai memukul dadanya, dan ia hanya tertawa pelan karena aku terus-terusan memukulnya.
Tanganku langsung digenggam erat olehnya. Aku mencoba melawannya agar bisa terbebas tubuhnya dan agar ia menyingkir dari hadapanku, tapi tetap saja dia malah mendorongku balik.
Aku diam, tidak melawan karena aku tahu ini sia-sia. Aku benci kalau sudah di perlakukan seperti ini olehnya. Kalo seperti ini pasti akan lama sekali dan pekerjaanku akan terbengkalai.
Dengan pelan aku menghela napas, keluar cepat dari ruangan ini ternyata hanya angan-angan bodoh. Kemudian tiba-tiba saja, Sasuke membalikan tubuhku menghadap kedinding dengan perasaan gusar.
Aku hanya bisa menahan napasku saat merasakan tubuhnya yang menepel erat kearah tubuhku. Merasakan bagaimana bidang tubuhnya, merasakan detak jantungnya yang berdegup. Dan lebih parahnya lagi merasakan hembusan napas hangatnya yang ada dibelakang tengkukku, merambat kearah belakang telingaku. Ini membuatku mengigil pelan.
Seriously, adegan ini benar-benar membuatku jengah. Dan sedikit membuat napasku berat merasakan perasaan ini.
"Ah." Aku mendesah pelan saat merasakan lidah Sasuke menjilat belakang telingaku dengan gerakan sensual. Dan kemudian aku menggeram kecil ketika napasnya berubah menjadi panas.
Tangannya masih memeluk pinggangku dengan begitu erat, guna agar aku tidak bisa lari dari dekapannya. Aku bisa merasakan bagaimana pantatku yang menempel kearah tubuhnya itu. Aku mendengar ia menggeram kecil ketika ia menekannya.
"Mr. Uchiha, minggir." Dan aku baru bisa mengluarkan suaraku ini sedari tadi.
"Tidak, Sakura. Tidak untuk kali ini."
Aku menghela napas, masih gugup dengan keintiman yang dibuat oleh Sasuke, "tolong menyingkirlah segera!" Aku berteriak gerah dengan tingkah lakunya. "Hei, jauhkan tanganmu dari kedua payudaraku!" Aku kembali berteriak saat Sasuke dengan lancangnya menyentuh kedua payudaraku dan meremasnya kedua-duanya dengan pelan. Sungguh aku benar-benar marah dengannya.
"Kau tumbuh dengan baik rupanya." Ucap Sasuke nada mengejeknya.
"Kau melecehkanku, tahu!" Balasku dengan suara pelan.
"Oh, ya? Aku rasa ini bukan pertama kalinya untukmu. Setelah malam yang kita habiskan bukankah kita sering dalam posisi seperti ini?" Tangan Sasuke menyibak rambutku kesamping membuat leher sebelah kananku terlihat.
Aku bisa merasakan bagaimana tekstur bibirnya yang lembut menyusuri leherku, kemudian aku hanya bisa menutup mataku saat bibirnya mengecup pelan leherku dan setelahnya menghisap dengan keras yang pastinya akan menimbulkan ruam merah nanti.
Tidak hanya sekali tapi terus-terusan yang membuatku kehilangan akal karena perlakuaanya.
"Kau tahu? Sebeneranya aku sudah putus dengan kekasihku," ucapnya yang kini mengigit leherku.
ESTÁS LEYENDO
Because of That Night [SASUKE/SAKURA]
FanfictionSakura tahu kehidupannya akan berubah setelah malam yang ia lalui bersama Uchiha Sasuke.
![Because of That Night [SASUKE/SAKURA]](https://img.wattpad.com/cover/184076297-64-k848211.jpg)