[Page 1. Greenie-Prolog🌺]

67 29 44
                                        

"Perbedaan bukan untuk dijatuhkan, namun untuk disatukan"
.
.
.
🍃🍃🍃

"Wah gua bisa gila kaya gini terus" keluh Haechan sambil menepuk jidatnya, Haechan selaku manusia biasa yang berasal dari Seoul, masih menyukai makanan dunia, dia orang Seoul asli sama seperti Hyunjin. Tapi orang orang selalu meragukan Haechan karena kulit coklatnya hmmm body shaming.

"Kenapa emangnya Chan?" Hyunjin merespon keluh Haechan

"Chan? Lu manggil gua?" Tiba tiba Changbin keluar dari kamarnya dengan menggunakan earphone, Haechan menatap Changbin mahluk itu dengan tatapan tajam.

"Bin ... Please... Gua ga mood buat berantem"

"Emang bukan gua?"

"Nggak, bukan lu tapi Haechan, eh bentar lu kan Changbin. Kalo dipanggil jadinya Chang, bukan Chan." Omel Hyunjin

"Oh Haechan bilang dong dari awal" Changbin tanpa merasa berdosa dia masuk lagi kedalam kamarnya.

"Ya Tuhan... Kapan sih mahluk mahluk disini bisa di pahami pusing gua"

"Apa sih? Kenapa sih emangnya?"

"Lo gasadar emangnya?!"

Hyunjin terdiam mencerna omongan Haechan, sadar sadar apa?

"Lo liat aja sendiri, itu — itu.. bentar siapa yang dari Hongkong?"

"... Oh Lucas? Kenapa dia?"

"Dia ngomong pake bahasa dia, emang Lo ngerti?!"

"Terus itu si Micin!?"

"Hah micin?"

"IYA SI AJINOMOTO"

"Apaan sih? Gaada yang namanya Aji apaan sih"

"Itu tuh ituu" kesal Haechan sambil memegang dan memutar kepala Hyunjin mengarah ke Yuta. NAH.

"なんで? 必要がありますか?"
(Kenapa? Ada perlu sama saya?)

Haechan sama Hyunjin tersenyum garing, kan paham kan lo sekarang jin?

"なんで?"
(Kenapa?)

Haechan menyikut lengan Hyunjin, sepertinya dia tahu maksud Haechan.

"No, no problem" Yuta mengangguk dan meninggalkan mereka berdua.

"Paham kan lo sekarang?"

"Ya maklum lah, orang kita baru 5 jam tinggal bareng lu nya aja yang dramatis"

GreenieStories to obsess over. Discover now