SHE IS MINE

4 0 0
                                        

   Hari ini cukup menguras tenaga bagi Galen untuk mengurus kepindahanya  dari New York.

Ia berpikir untuk pergi ke coffe shop disekitar apartemen untuk melepas penatnya

Akhirnya Galen menuju kamar mandi untuk mencuci muka agar terlihat segar dan memakai kaos hitam dan sepatu putih yang memberikan kesan santai.

Namun, langkahnya berbelok ke arah taman entah dorongan darimana ia sangat ingin ke sini.

Kemudian dia menghentikan langkahnya saat melihat punggung seorang gadis berambut hitam pekat sedang memangku buku dan memakai headshet dikedua telinganya sedangkan mata coklatnya menatap kosong ke danau.

Dengan kemampuannya ia mulai mencoba pikiran gadis itu.

Saat ia membaca pikiran gadis itu yang ia dapatkan hanya perasaan kesedihan, kekecewaan, ketakutan, kemarahan hal ini membuat Galen kebingungan. Bagaimana bisa dia ikut merasakan yang gadis itu rasakan, pikir Galen.

Akibat mendapatkan serangan perasaan itu bersamaan,  Keseimbangan tubuh Galen goyah ia pun langsung menumpukan tubuhnya dipegangan kursi yang sedang diduduki gadis itu.

"Maaf apa aku boleh duduk disini,tiba tiba kepalaku sakit."ucapku pada gadis itu.

Aku melihatnya terkejut sungguh wajahnya sangat menggemaskan dan ia cepat mengubah kembali ekspresinya menjadi datar.

"Duduklah." Jawabnya singkat dan beranjak pergi.

"Emm ku mohon jangan pergi,aku butuh pertolonganmu." Pintaku sambil menahan lengannya.

Ku lihat dia duduk kembali di sebelah ku.

Aku coba membaca pikirannya untuk mengetahui responnya tapi tetap nihil.

"Apa kau bisa membelikanku air mineral?"tanyaku padanya.

'Aku harus segera pergi orang- orang hanya ingin melihat ku menderita, tapi sungguh aku kasihan padanya.'

"Kumohon tolong aku." bujuk ku padanya.

Kulihat dia beranjak pergi menuju mini market didekat taman.

Beberapa menit kemudian
Saat aku memikirkan gadis itu aku melihat sebotol air mineral disodorkan ke arah ku dan kuarahkah mataku untuk menatap mata pemilik tangan itu.

Sungguh mata yang indah tapi menyimpan banyak kesedihan.

"Oh Terima kasih." ucapku sambil menerima air tersebut.

"Aku harus pergi."ucapnya dan berlalu dari hadapanku.

Saat kesadaran ku kembali aku baru Teringat sesuatu.

"Oh sial aku belum menanyakan namanya." Batinku.

Setelah merutuki hal itu aku pun pulang melupakan tujuanku ke coffe shop.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 27, 2023 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

YOU ARE MY ANGELStories to obsess over. Discover now