Eva Berdiri sedirian diruang perpustakaannya, Ruangan gelap itu hanyalah diterangi oleh sinar rembulan. Malam ini Langit berhiaskan cahaya bulan purnama yang terjadi disetiap tanggal 18, dari lorong tua istana terdengar jam dinding berdentang menunjukkan tengah malam.
Eva dengan nyali membara, menggenggam erat secarik kertas usang. Ia telah menunggu kesempatan ini. Di meja sebelahnya, terdapat tumpukan barang yang, bila dilihat sekilas, hanya dianggap seperti sampah tanpa makna, tetapi sebenarnya sangatlah berharga untuk Eva, barang tersebut akan digunakannya untuk memanggil dia.
Eva mengambil sebuah batu kelabu yang disebut 'grafit'. Dengan batu itu ia berlutut dan mulai menggambarkan sesuatu di lantai berdebu perpustakaan, ia menggambar rangkaian lingkaran yang terlihat seperti bunga lima kelopak, setiap sisi lingkaran tersebut bersatu ditengah, "Diagram Venn" gambar itu sering disebut. Didalam setiap lingkaran, digambarnya symbol- symbol seperti yang tertera pada secarik kertas tadi, ada yang berupa seperti huruf V, ada juga yang seperti huruf M tetapi berbalik di sisinya sehingga membentuk huruf E, ada juga yang berbentuk seperti huruf N kecil tetapi lebih... Unik. Eva tidak terlalu tahu arti ataupun kegunaan simbol tersebut, tetapi apapun yang tertera dikertas ia akan tulis.
Ditengah "Venn" tadi ia letakkan berbagai hal yang ditulis sebagai 'harta suci matematikawan' di secarik kertasnya, benda tersebut adalah sebuah apel merah delima, sepotong karet, stick kayu berisi batu grafit, dan papan kayu kecil berbidang halus peninggalan Moor yang memiliki angka dan tulisan "cm" diujungnya.
Eva berdiri sejenak untuk mengamati karyanya, ia merasa puas akan hasil pekerjaannya walaupun ia tidak yakin apakah ia telah melakukan pekerjaannya dengan baik atau tidak. Ia menoleh ke meja yang sebelumnya penuh dengan tumpukan barang. Yang tersisa hanyalah sebuah kantung kain yang sebelumnya ia isi dengan serutan kayu dari stick 'grafit' tadi. Disebarkan isi kantung tersebut ke seluruh gambar "Venn". Ia melihat kembali instruksi yang terdapat pada secarik kertas, dan mendapati bahwa, persiapan telah selesai.
Siapakah penulis instruksi tadi tanyamu? Penulis itu adalah Moor, sang penasihat kerajaan Delaphan, kerajaan yang dipimpin Eva. Moor adalah seorang pria tua bijak yang sangat suka bertualang untuk mendapatkan ilmu baru bersama mantan temannya, Shimin, walau mereka sudah berusia 108th, dari kecil, Eva selalu memandang Moor selayaknya seorang Ayah yang baik dan penyayang, jadi saat ia mengetahui bahwa Moor telah terbunuh ditangan sang musuh, hancurlah hatinya.
Saat itu Kerajaan Delaphan sedang berperang dengan Kerajaan Daryatitus dari Utara. Dipimpin oleh Raja Arya yang terkenal lihai dan haus pengetahuan, dan pasukan tentara yang dipimpin oleh Jenderal Rajjan dan Komander Evander, kerajaan Delaphan tidak mampu untuk menyerang sedikitpun.
Perang ini dimulai karena Raja Arya menginginkan Moor untuk menjadi penasihat kerajaan Daryatitus, saat Moor menolak, geramlah Raja Arya. Untuk membalas Moor, ia memulai perang habis habisan untuk meruntuhkan Delaphan, agar satu satunya pilihan Moor adalah bergabung dengan dia. Tetapi, Moor yang setia menemani Eva, menolak dan berakhir terbunuh ditangan istrinya, Larasya, yang menghianati kerajaan Delaphan.
Setahun telah berlalu semenjak kekalahan Delaphan, Tetapi rasa sedih tetap menghantui kerajaan runtuh tersebut.
Tanggal 18 memperingati hari Moor bertambah usia, namun hari itu juga adalah hari terakhir Moor didunia tercela ini, hari ini Moor akan berusia 109 tahun.
seharusnya ia merayakannya disini dengan bahagia.
Eva memalingkan kepalanya, matanya mulai berkaca kaca. Tetapi ia berusaha untuk tetap tegar, demi orang-orang tercintanya.
YOU ARE READING
Dewa Matematika
FantasyKisah seorang Ratu yang ingin mengembalikan Kerajaannya menjadi seperti semula, bagaimana caranya ia mengubah impiannya menjadi nyata? dengan bantuan Sang Dewa Matematika! (jangan tanya) (diceritakan menurut kemampuan saya soal matematika, saya tida...
