Page 1.

435 12 6
                                        

Kosong. Hampa. Terasa seperti berjalan tanpa arah yang pasti. Tubuhku bernafas tapi jiwaku tidak. Rasanya seperti tarikan nafasku tidak berarti sama sekali.

Aku memejamkan mata. Semua terlihat nyata sekalipun gelap, aku yang tersenyum, pelukan hangat kedua orang tuaku, rutinitas hidupku, dan ya- kata-kata itu.

"Maaf Na Chaeril,"

Stop. Aku tidak bisa mendengarnya lagi. Aku muak mendengarnya.

Aku membuka mata dan tersenyum tipis menikmati keindahan Seoul di malam hari.

Apa yang akan terjadi dengan Seoul setelah aku tidak ada? Ah ya- aku kan bukan siapa-siapa. Seoul tidak butuh orang seperti aku.

Cih. Bahkan sekarang mereka sudah tidak butuh aku.

Angin yang dingin membuatku menarik kedua tangan mendekat pada mulut. Sudah satu jam aku berdiam disini, di tempat yang sama setelah 7 tahun mereka pergi meninggalkanku.

Tuhan kenapa aku ditinggal? Kenapa aku gak diajak juga, sih?

Aku tertawa parau.

Aku melangkah melewati pagar pembatas. What the fuc-!. Seram juga ternyata. Tanganku memegang besi pembatas yang dingin sementara menatap ke bawah, ke air yang tenang. Coba saja hidupku bisa setenang air itu.

Aku memejamkan mata. Semua itu kembali terlihat nyata, kabar buruk siang tadi, oh ya aku masih punya tugas yang belum aku selesaikan untuk minggu depan, dan aku juga masih punya jadwal ker- ah terserah! Aku tidak peduli lagi. Aku hanya ingin tidur dengan tenang- selamanya.

Selamat tinggal, Seoul.

Aku melepaskan pegangan tanganku dari besi itu. Angin terasa begitu kencang dan cepat hingga membuatku gemetar.

Dingin. Aku dapat merasakan dinginnya air di seluruh tubuhku. Argh! aku tidak bisa bernafas, refleks membuka kedua mataku. Aku benar-benar tidak bisa bernafas dan semua yang bisa aku lihat hanya air. Rasa dingin dan sesak nafas ini semakin mencekikku.

Ya Tuhan ternyata tenggelam tidak setenang kelihatannya.

Aku membuka mulutku tapi hanya air yang masuk ke dalamnya. Rasa sesak itu kembali mencekikku semakin kuat hingga akhirnya aku sudah tidak sanggup membuka mata.

Baiklah, apa ini sudah saatnya aku bertemu denganMu?

I N C A • JaehyunDonde viven las historias. Descúbrelo ahora