Lereng Merapi

6 0 0
                                        

Lereng Merapi 1

Dikotaku tua, lubuk menjadi jembatan asmara
Lubang-lubang jalan bebatuan melingkar rumput liar
Anak gadis diseberang kota
Dirangkul ketakutan
Lantas cicak pada batu nisan melukis setapak
Mengisahkan jejak kukunya.

Mesti bagaimana kembali pada kisah
Sebelum menjadi sejarah menjelma fosil?
Kehidupan tidak ada habisnya menjadi luapan asmara: amarah

Aku takut
Tubuhku gigil dingin menjadi kaca
Menusuk urat-urat saraf
Tubuhku lunglai
Seakan mabuk dengan alkol

Meski bagaimana lagi
Dengan cara apa lagi
Mengobati prahara kematian?
Mungkinkah dengan obat penenang
Atau dengan musik DJ

Aku rasa semuanya telah habis dilahap oleh waktu.

Di lereng Merapi,
Luka gemuruh waktu
Mengenang kematian
Atas kejahatan wedua gembel
Ketika bungker tempat jasad
Kematian beruntun akibat kekurangan oksigen

Tangis tak terbendung
Air mata mengalir bagai sungai
Menjadi prasasti
Kematian massal.

Jogja, 25 Maret 2019

Lekuk

Garis bayang-bayang layang layang
Menepi pada sebuah mimpi
Hafalan melimpah ruah
Lalu hilang satu persatu
Pada ilalang melayang

Melenggok, serpihan debu
Melompat sana sini
Tanah-tanah bisu
Langit kelabu
Tali pusar putus
Menyambung kehidupan baru

Garis lekuk
Melenggak Lengkong
Di udara
Rupa warna hias pelangi

Lingkar lilin
Redup kusut
Mengelupas di pusaran

Ah,
Aku lupa pada garis awal sebagimana
Mencipta tubuh sempurna.

Kamar mandi, 2019

Bunga mawar

Harum mawar mewariskan mimpi semalam
Bercumbu rayu pada keadaan
Sepasang kekasih lupa jalan pulang
Mengulang jalan dan trotoar: sama

Pada waktu terus berdetak
Rindu kini melemah
Melayang-layang dengan keadaan

Ini kali waktu tidak pernah menemukan pasti
Restu suatu harapan pada bait ta'aruf

Ingin aku, menjadi remaja
Dari polos sampai asmara

Sebagaimana aku terus menerus mencari jalan pulang bersamamu.
Kekasihku bersandarlah,
Selagi aku mampu menjadi sandaran setiap keresanmu.

Disini kita akan kembali menunggu rembulan
Sampai menemukan sebuah peta penunjuk jalan.
Kita akan segera pulang
Mereka menyambut kita dengan pasta
Pintu rumah kita janurjanur kuning
Menghias indah.

Bunga mawar
Sebagi Tanda
Sebuah kepastian
Jangan kau meragu
Bawa kumbang tidak pernah ingkar janji.

Setalah itu kita akan melepas masa remaja kita.

Tumbas mimik, 26 Maret 2019

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 26, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

jalan tuaWhere stories live. Discover now