chapter 1

34 3 0
                                        

Happy reading

Jm menunjukkan pukul 07.15 tapi gadis ini belum juga bangun dengan selimut tebal yang menyelimuti

"Hooamm,,,,"suara khas bangun tidur sambil mengucek matanya

"OMG Abang gue TELATTT!!!" teriak gadis itu sambil melihat jm dinding lalu berlari menuju ruang makan dengan terburu-buru

"Bang knpa Lo nggk bangunin gue dan Lo knpa juga nyantai nggk pakek sragam skolah?" Tanya Prilly mendumel tak karuan melihat abangnya yang sangat membingungkan

"Bhuahahhaa, heh Lo tuh ngigo hah? Ini tuh hari Minggu katanya pinter tp kok telmi" ucap Arbani kakak ke 2 Prilly

"Hus fano jangan gitu sama adek kamu, gitu gitu juga adek kamu loh" ucap Andra papi Prilly dan arbani dengan nada menegur

"Tautuh pi bang fano emng gitu orangnya" ucap Prilly mengadu ke papinya

"Udah udah jangan pada berantem, syeila sini duduk kita sarapan dulu abis itu kita jogging bareng" dengan nada lembut Sania menyuruh anaknya duduk di sampingnya

Ya memang Arbani dipanggil fano dan Prilly dipanggil syeila karena menurut keluarganya itu adalah panggilan sayang yang di ambil dari Prilly Syeila Varmosta dan Arbani Alfano Varmosta

**********Skip

"Aduh bang gue capek banget nih" Arbani melihat adiknya yang sudah ngos ngosan

"Yaudah sekarang kita istirahat dulu aja, lagipula mami sama papi udah duluan gara gara lo nya lelet" ucap Arbani menggandeng Prilly ke sebuah kursi di taman

"Lo tunggu sini gue beli minum dulu bentar" ucapnya berlalu meninggalkan adiknya

Sambil menunggu abangnya membeli minum Prilly memainkan handphonenya, tak lama kemudian Arbani datang membawakan dua air mineral

"Nih buat Lo" menyerahkan botol air pada Prilly

"Thanks" meraih botol tersebut

Tak lama mereka istirahat tiba tiba handphone Arbani berbunyi

"Bang fano handphone Lo bunyi tuh" ucap Prilly

"Hallo" ucap Arbani mengangkat telfon
...........

"Beneran? Kapan Lo pulang?"
............

"Di taman aja ya, nanti gue share lock kebetulan gue lagi jogging sama adek gue"
.............

"Oke" mematikan telfon dan memasukannya ke dalam saku celananya

"Siapa bang yang telfon" tanya Prilly penasaran melihat kakaknya spertinya sangat bahagia stelah menerima telfon

"Oh itu temen kakak SMP waktu kakak di Jerman, katannya mau balik ke Indonesia dan menetap disini" dengar girang menceritakan kepada adiknya

"Kok kayaknya Abang seneng banget gitu?"tanya Prilly heran

"Yaiyalah itu BFF kakak bngt ya harus seneng dong" ucapnya

"Owhhh,,,"

"Oya Abang mau ketemuan sama dia disini nanti lo tunggu di sana, di situ, atau di mana aja deh pokoknya jangan ganggu, oke" suruhnya yang membuat Prilly bingung

"Segitunya banget, yaudah deh aku tunggu di sana aku juga mau beli ice cream, bye" berlalu dari abangnya

********Skip

Tak lama kemudian teman Arbani pun datang dengan mobil mewahnya.
Memakai baju hitam dan celana pendek serta kacamata hitam yang pinggirnya berwarna merah terlihat sangatlah tampan dan keren

"Woy bro, makin ganteng aja Lo" bersalaman gaya laki laki (ya Lo pasti tau sendirikan anak cowok kyak gmna kalau Saliman)

"Bisa aja Lo, Lo kali yg makin ganteng" ucap laki laki itu

"Hehehe ini mah emng udah dari lahir" ucap Arbani sombong

"Oh ya katanya Lo sama adik Lo kok gue nggk liat dia?" Kebingungan mencari dimna adiknya Arbani

"Oh dia hehehe, udah gue suruh pergi" menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

"Knapa?" tanya laki laki itu dengan dahi menyengrit

"Ya gpp juga sih, alh udahlah knpa jadi ngomongin adek gue"

******
Prilly pov'

Aku melihat seseorang turun dari mobil mewahnya, dia terlihat begitu tampan dan keren memakai baju dan kacamata.
Apakah dia teman bang fano? benarkah? owh apa yang sudah aku pikirkan knapa aku malah memikirkan dia yang jelas jelas aku tidak kenal dengannya

"Mbk jadi beli atau tidak?" Tanya penjual ice cream kepadaku

"Mbk, mbk?" Memukul pelan bahuku sehingga menyadarkan lamunanku

"Hah iya maaf knapa mbk?" Tanyaku pada penjualan ice cream

"Mbk jadi beli atau tidak dari tadi saya panggil mbk tidak menjawab" ucap penjual ice cream itu

"Iy mbk jadi, ini berapa?" Tanyaku padanya dan memperlihatkan ice cream happy cow

"Owh itu delapan ribu mbk"ucapnya

"Ini uangnya" ku serahkan uang selembar sepuluh ribu, tiba tiba ada seseorang yang menepuk bahuku uh ternyata itu adalah,,,,owh y itu adalah a_

Semoga suka ya sama ceritanya
Maaf kalau jelek soalnya baru pertama buat 티야ㅈ

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 20, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

I Love You My Cold PrinceStories to obsess over. Discover now