Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Benar bahwa kebencian bisa menjadi
~CINTA ~
Suatu hari orang tua ku mendaftarkan ku ke suatu pengajian yang kebetulan mesjid itu dekat dengan rumahku dan orang tua mengambil kelas bagian sore untukku.
Setiap hari aku berangkat mengaji pukul 16.30 sampai Adzan Magrib.
Hari pertamaku, Aku merasa malu ketika aku masuk kedalam ruangan yang dimana ruangan itu adalah tempat mengajiku,disitu sangat banyak orang melihat ke arahku, (mungkin merasa aneh mengapa ada aku disini)
Disitu aku mulai berinteraksi, mengobrol, dan bercanda. Sebelumnya aku mempunyai sahabat yang satu pengajian denganku yaitu Ine Novilawanti dan Eti suci Rahayu mereka adalah sahabat terbaikku.
Hari demi hari telah kita lewati bersama, kebahagian telah kita rasakan bersama .
Pada suatu hari guru mengajiku bilang bahwa Kami akan melaksanakan ujian pengajian ( kaya ujian sekolah gitu) dan disitu kami ber3 kaget. setelah pemberitahuan itu cukup membuat kami terkejut, Kami langsung mempersiapkan materi materi Yang akan diujikan nanti.
Haripun telah tiba dan ujian pun siap untuk dilaksanakan, disitulah aku mulai berjuang untuk menjadi orang yang berprestasi. Selama 7 Hari aku berjuang untuk mencapai keinginanku menjadi Murid terbaik di pengajian itu
Haripun telah tiba dan ujian pun telah usai, Dan guru ngajiku memberitahukan lagi bahwa sebentar lagi pengajian akan mengadakan pembagian rapot hasil ujian dan akan ada pentas seni yang ditampilkan. guru-guru menyuruh semua anak murid untuk ikut serta dalam pentas seni itu, aku binggung apa yang harus aku tampilkan di pentas seni nanti dan ternyata guru terbaikku mulai mengajariku untuk menampilkan pentas seni, guru terbaikku memilihkan suatu tarian yaitu 25 Nabi, setiap hari aku berlatih dan berlatih, guru pengajarku menyuruh aku untuk tampil 2 kali yaitu tarian 25 nabi dan doa- doa ya... Aku tidak bisa menolak nya akupun menyetujui nya.
Haripun tiba di acara pentas seni dan orang tua murid pun sudah sangat ramai untuk melihat penampilan dari anak anaknya
Pertama kalinya aku tampil di atas panggung yang di tonton oleh banyak orang, rasanya sangat malu dan tidak PD, rasanya ingin cepat cepat aku turun dari panggung itu.
Setelah semuanya selesai dan aku telah menampilkan 2 penampilan itu aku mulai merasa sangat tenang dan lega, pada saat acara berjalan dengan lancar tiba tiba dikagetkan untuk pembagian rangking ( peringkat ) setiap tahun. Aku disitu berharap untuk mendapatkan peringkat pertama karena itu adalah suatu penghargaan bagiku.
Kertas catatan peringkat itu telah diumumkan, ternyata di pengajian itu ada 2 bagian mengaji yaitu kelas sore dan kelas malam.
Peringkat yang di umumkan pertama adalah kelas malam, disitu aku mulai merasa deg-deg gan apakah keinginanku akan tercapai untuk menjadi murid terbaik di pengajian kelas sore?
Dan guru pun membacakan siapa saja yang mendapatkan peringkat di kelas sore beliau membaca dari peringkat 3..( Aku lupa siapa namanya ) 2.. Ine Novilawanti dan disitu aku mulai menyerah kayaknya aku ga akan dapat peringkat dan peringkat pun diumumkan 1.... ALHAMDULILLAH AKU PUN MENDAPATKAN PERINGKAT KE-1.
Anak murid pun berjajar dengan rapi untuk diberikan hadiah murid terbaik.
Dan aku berjajar disebelah cowo yang menurutku dia adalah sosok cowo yang jutek,so ganteng dan so cool dan aku merasa aku tidak suka padanya malah aku merasa risih serta mendekati rasa benci, sebelumnya aku pun pernah bertemu dengannya tapi tidak sedikitpun dia menyapaku atau senyum padaku, tidak..... Dia adalah sosok cowo yang sangat sangat jutek bagiku. Acara pun telah selesai kami pun segera pulang di perjalanan aku bertanya pada sahabatku :
Aku : " Siapa sih itu cowo tadi yang berdiri di dekatku? "
Ine : " Ouh itu, dia senior kita di kelas malam "
Aku : " Jutek banget sih tuh cowok "
Ine : " Emang jutek, Ydhlah gausah dipikirin."
Setelah itu pun kami pulang kerumah masing masing,
Haripun telah berganti dan akupun mulai masuk mengaji kembali.
Diluar mesjid ketika aku akan pulang mengaji aku bertemu dengan cowo itu dia mau masuk kedalam mesjid dan aku keluar untuk pulang , tidak sedikitpun dia tersenyum padaku dia memang melihat tapi tidak sedikitpun untuk tersenyum atau menyapaku.
Aku : Punya Senior kok jutek amat ( dalam hati ). Aku mulai merasa aneh mengapa cowo itu tidak sama dengan cowo lainnya yang selalu menyapa,bercanda atau tersenyum kepada siapapun. Yaa... Aku tidak sangat memperdulikan itu.
Pada suatu hari akupun kembali mengaji dan aku merasa bahwa kok ada yang aneh, disitu aku berpikir apa sih yang aku pikirkan dan ternyata terlintas di pikiran ku adalah cowo jutek itu, ternyata aku sudah tidak melihat nya lagi beberapa hari yang lalu dan aku bertanya pada diriku, mengapa aku bilang cowo itu jutek ya? Padahal kayanya dia baik. Tpi ya udahlah aku ga peduli juga
Pada saat jam mengaji selesai, aku keluar mesjid untuk pulang dan ternyata aku berpapasan dengan cowo itu, dan anehnya cowo itu melihat ke arahku memang sebelumnya dia suka melihatku, tapi pada hari itu tatapan dia terhadapku berbeda dan aku tiba tiba mulai menyukainya ( What? Hanya tatapan aku suka? ) Tidak... Aku tidak seperti itu, hanya saja aku melihat dibola matanya dia adalah sosok cowo yang baik dan dewasa ( aku bukan peramal ) tpi aku melihatnya seperti itu.
Dan disitu aku mulai menyimpan perasaan padanya aku tidak berani untuk mengungkapkan karena tidak mungkin jika aku langsung berbicara jadi ya aku pendam, setiap dia melihat rasanya meluluhkan hati ini ( Ciahhh lebay.. )
" Kebencian bukanlah hal untuk menghalangi suatu perasaan. "
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Dalam Doa
Cerita Pendek"Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku daripada mengungkapkannya,Dan Menantimu dalam doa lebih bermakna daripada menjelaskannya"
