Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.
Ada satu hal yang tidak pernah kulupakan di penghujung musim gugur. Saat itu senja dan suhu semakin turun, ibu bilang senja adalah bagian terbaik dalam siklus harian. Ibu mencintai senja sama seperti ibu mencintai ayah. Tangan ringkih ibu mengusap suraiku dan aku masih dapat merasakan kehangatan tak terkira disana. Kami sama-sama terdiam memandang hamparan daun mapel yang ditempa cahaya senja, tampak hangat dan dingin secara bersamaan.
Pada kedamaian senja itu, ibu mengatakan bahwa ia bertemu dengan ayah di waktu yang sama tujuh belas tahun lalu. Kupikir itu adalah secuil kerinduan pada ayah yang ibu tumpahkan padaku. Tidak ada hal yang aneh, tidak ada sebelum waktu berjalan begitu cepat dan tak terduga.
"Ayahmu adalah pria paling manis yang pernah ibu temui selain kakek, Chloe." kata ibu saat itu, wajah paruh bayanya sedikit memucat akibat udara dingin tetapi masih tak mengurangi keanggunannya.
Kemudian, jemari ibu menelusur bangku kayu tua yang tengah kami duduki sembari melempar pandang ke arah danau. "Di sana kami pernah menyewa perahu dan mengapung selama berjam-jam hanya untuk mendebatkan mengapa ganggang hijau lebih mendominasi dari ganggang lainnya."
Ibu tertawa kecil. Aku dengan seksama mendengar bagaimana ibu bercerita dengan perlahan, seolah aku diajak menyelami kenangan bagaimana rupa muda kedua orangtuaku yang penuh kehangatan.
"Di sini pula, saat ibu pulang sekolah ayahmu duduk di samping ibu. Persis seperti yang kau lakukan sekarang, dengan wajah memerah malu sekaligus kedinginan, membawa dua gelas cokelat panas. Kemudian, dia menyodorkan satu gelas pada ibu mengatakan bahwa suhu semakin turun dan dia menawarkan kehangatan lewat segelas cokelat panas."
"Apa ayah sudah tampan sejak dulu, Bu?" tanyaku menjeda. Kemudian senyum hangat ibu terbit.
"Bagi ibu, ayahmu selalu tampan, Sayang." Tangan ibu beralih mengelus surai sebahuku.
Setelah itu, yang kami lakukan menikmati semilir angin sore di musim gugur dalam keheningan. Lalu, kami kembali ke rumah saat petang tiba dan ibu masuk ke dalam kamarnya. Aku juga memilih pergi ke kamar, mencoba memejamkan mata setelah menelan pil tidur.
Aku pikir pagi datang terlalu cepat dan ibu berada di dapur untuk menyiapkan panekuk madu kesukaanku sebagai sarapan. Akan tetapi, saat aku melangkah keluar dari kamar aku tidak mencium bau manis panekuk atau suara ibu memasak di dapur. Aku hanya menemukan keheningan dan kekosongan di pagi hari. Saat aku membuka kamar ibu, ranjang di dalamnya tertata rapi seolah sudah lama tidak ada yang membaringkan tubuh di situ. Padahal baru kemarin malam ibu tidur di ranjangnya. Namun, tiba-tiba saja suara engsel pintu utama terbuka menampakkan seraut wajah wanita paruh baya yang menatapku khawatir.
"Oh, Chloe kamu sudah bangun? Bibi pikir kamu akan tidur lebih lama." Itu Bibi Kim -tetangga yang menempati rumah sebelah. Tangannya menenteng kantong kertas besar berisi belanjaan.
Wanita tersebut berjalan menuju dapur sambil menarik tanganku. "Bibi baru saja selesai belanja untuk keperluan peringatan ibumu, belum sempat membuatkan sarapan untukmu. Jadi, hari ini Chloe ingin sarapan apa?"
Aku mematung sesaat, mencerna keadaan. "Peringatan ibu? Maksud Bibi apa? Apa yang terjadi pada ibu? Apa yang terjadi padaku?" Bibi Kim menghentikan kegiatan memilah belanjaannya dan menatapku dengan seksama.
"Kamu tidak ingat, ya? Kemarin Taehyung melihatmu kehilangan kesadaran di bangku taman, dia yang membawamu pulang. Lalu, kami memanggil dokter dan kamu baru tersadar tadi. Hari ini, hari peringatan kematian ibumu yang ke-40 hari." Tubuhku merosot turun, mataku memanas. Jadi kemarin itu apa? Bukankah ibu masih ada?
"Tapi Bi, ibu masih pergi ke danau denganku kemarin sore." Wanita paruh baya itu tersenyum memberikan kekuatan, lalu memelukku penuh kasih sayang.
"Kamu memimpikannya lagi, ya. Mungkin kamu sedang rindu ibumu. Bibi akan memasak dan meminta Taehyung untuk menemanimu mencari udara segar."[]