Prolog.

70 12 3
                                        

Malam yang gelap namun indah karena bintang yang menghiasi langit. Bagi sebagian orang mungkin ada yang biasa saja, ada juga yang merasa takjub jika melihat banyak bintang yang bertaburan di langit. Sama hal nya dengan Khanza, malam ini ia sedang duduk di taman dekat komplek rumahnya, kebiasaannya jika merasa bosan di rumah.

Ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. 20:15 . Ternyata sudah lama ia duduk disini.
Dengan langkah pelan ia menyusuri jalanan untuk kembali kerumahnya.

"Aduhhhhh" terasa sekali bahuku seperti terhempas karena menabrak sesuatu. Sial, bahunya ini baru saja sembuh pasca kejadian kemarin di pertandingan taekwondo.

"Siapa sih buset dah liat-liat ke kalo jalan!"  Khanza pun menoleh kebelakang. Nihil! Tidak ada siapapun disini selain dirinya. Lalu siapa yang menabrak bahunya tadi, tidak mingkinkan jika angin yang lewat. Ia meneguk saliva nya dengan kasar.

"Atau jangan-jangan........juju... Mamaaaaaa asa takuttt."

_______________________________________


Lnjuttt gaaa niiii?comment lah yyaaaa!💕💕

Mkasih bgt yang udh bacaaa💕💕
Jangan lupa voteeee dan comment kalo cerita nya typoo atau kalian kurang suka!💕💕
Biar aku dan temanku giwazdarel makin semangat buat ngelanjutt ceritaaaaanyaa!💕💕

Follow juga ig kitaa💕
@aldasosaa
@aldasosaa_
@gindarf25

DarknessMga kuwentong kahuhumalingan mo. Tumuklas ngayon