Seorang gadis berambut panjang sepinggul sedang menunggu keberangkatan nya menuju Seoul, menghabiskan waktu liburan nya sebagai mahasiswi di Jakarta, Ia berniat untuk pergi ke negara impian nya, Korea Selatan. Memang ini bukan yang pertama kali untuk nya, tapi Ia tidak merasa bosan pergi ke negara itu. Justru Ia punya mimpi agar bisa menikah dengan salah satu lelaki asal Seoul, begitu impian nya, gadis aneh.
Sebuah panggilan keberangkatan terdengar di telinga gadis itu, ia langsung berdiri dengan senyum sumringah nya, "Akhirnya gue bisa kesana lagi, semoga kali ini dapet jodoh, Aamiin." Ucapnya.
Seoul, 2018
Gadis berambut sepinggul itu bertepuk tangan riang sembari melompat kecil, persis seperti anak umur lima tahun yang senang diberi es krim, Ia melangkah dengan mantap menuju lobby bandara. Mobil pesanan nya sudah tiba, Ia langsung masuk ke mobil dan berangkat menuju apartement yang Ia miliki di kota Seoul ini. Sembari mengecek ponsel nya, Ia mendengarkan lagu group kesukaan nya, EXO dan NCT, dua group itu adalah alasan nya pertama kali Ia ke negeri gingseng ini, katanya ingin menikah dengan salah satu diantara mereka, memang begitu karakternya, suka halusinasi.
Sampai di apartement, Ia melangkah lebih semangat lagi, menyapa orang-orang disekitarnya, tak jarang yang disapa pun ikut menyapa balik, karena gadis itu sangat sering berkunjung kesini, orang-orang di apartement pun sudah banyak yang mengenal nya.
Ia membuka pintu apartement nya dan masuk dengan senyum yang tidak pernah pudar sejak keberangkatan nya dari Jakarta. "Gigi gue kering deh nih senyum terus." Katanya.
Gadis itu melangkah ke kamar miliknya dan meletakkan koper disamping ranjang nya, menghempaskan tubuhnya di ranjang lalu tertawa, persis seperti orang gila.
"Akhirnya gue kembali lagi kesini, gak mau pulang deh rasanya, bodo amat sama kuliah, kan nanti nikah sama yayang Suho, jadi kanjeng ningrat deh gue, hahaha."
Emang Suho mau sama lo?
Kalau ada yang bertanya seperti itu, pasti dia hanya senyam-senyum saja. Bodo amat pikirnya.
Gadis itu bangun dan mencari ponsel nya, mengabari Ibu nya yang di Jakarta bahwa Ia sudah sampai selamat sentosa di Seoul.
"Halo Na?,"
"Halo, Ibu, Nana mu yang cantik jelita ini udah sampai di apart."
"Hadeh, punya anak kok pede banget sih." Gumam Ibu nya di sebrang sana.
Gadis yang dipanggil 'Nana' tersebut pun mengerucutkan bibirnya.
"Ibu kok gitu sama Nana? Nana dibuang sama Ibu? Terus nanti Nana tinggal sama siapa? Makan sama siapa? Tidur sama siapa? Kan Nana cuma punya Ib--"
"Anak ibu yang cantik jelita, yang katanya mirip Bae Suzy itu, kamu kan udah besar nih ya, udah gede gitu loh, masa mau bergantung sama Ibu terus? Cari suami sana ah. Kelamaan jomblo sih kamu, jadi gitu deh."
"Asik, tenang Bu, nanti aku pulang sama yayang Suho kok, langsung nikah bu, tenang aja Ibu mah, kan anak Ibu cantik, pasti yayang Suho gak akan nolak."
"Ndasmu, pusing kepala Ibu denger kamu ngoceh terus. Kamu istirahat aja, kurang kopi deh pasti."
"Hehehe, Ibu tau aja deh, Bye Ibuku yang cantik, tunggu aku sama yayang Suho ke Jakarta, muah."
"Hm."
Nana menatap ponsel nya dengan senyum yang tidak lepas dari wajahnya itu, Ia menatap langit-langit kamarnya, lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
"Apado gwenchanaa~"
Konser dadakan ala Nana pun dimulai.
•••
Di Seoul menunjukan pukul 8 malam, artinya di Jakarta pukul 6 sore menjelang malam, Nana sedang tengkurap di ranjang sambil menonton drama kesukaan nya, sembari memakan cemilan yang Ia punya. Gadis itu sibuk menonton drama tidak ada kedip sama sekali, hanya tangan kanan nya yang bergerak menyuapi mulutnya dengan cemilan-cemilan yang ada di ranjangnya. Tidak lama kemudian air mata keluar dari mata coklat yang indah miliknya, Ia mengambil tisu lalu mengusap air mata diwajahnya.
Setelah selesai menonton drama sampai pukul 1 malam, Ia tertidur dengan keadaan mata yang sembab, rambut yang acak-acakan, persis seperti zombie di film Train to Busan.
•••
"Huaaaa Ibu ada monster!!!"
Gadis itu panik saat melihat pantulan wajahnya di meja rias. Ia meraba-raba wajahnya sendiri, lalu menepuk keningnya sambil mendesah pelan.
"Kan gue abis nonton drama semalem, kok lupa sih." Monolognya
"Jadwal gue hari ini adalah..
Muter-muter Seoul aja." Katanya lagi.
Gadis itu langsung menuju kamar mandi dan melaksanakan konser dadakan nya lagi. Tiga puluh menit kemudian gadis itu keluar menggunakan kimono miliknya, Ia memilih baju yang pas untuk pergi jalan-jalan nanti. Kaus putih dipadu dengan kemeja merah muda bergaris putih dan celana jeans yang Ia gulung juga sneakers putih membuat gadis itu terlihat lebih dewasa dan simple sekaligus.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Memoleskan make up tipis ke wajah cantiknya membuatnya terlihat lebih fresh, Nana tersenyum melihat pantulan dirinya dicermin.
"Emang cocok deh gue jadi istrinya Suho." Monolognya
Nana melangkah kan kaki keluar dari lingkungan apartement dan menyusuri kota Seoul berjalan kaki, sesekali Ia memotret pemandangan yang menurutnya menarik dan tidak ada di Jakarta, oppa-oppa misalnya.
Setelah puas berjalan-jalan, Nana mencari restoran favorit nya dan memesan makanan kesukaan nya. Sekitar tiga puluh menit Ia habiskan untuk mengisi perutnya, Nana memutuskan untuk kembali ke apartement nya untuk bersitirahat.
Sepanjang perjalanan Ia bersenandung kecil, tiba di pertigaan jalan Ia mengernyitkan dahi, seperti mengenali seseorang, sangat familiar baginya.
"Itu kan si...
Taeyong kan? Gak salah liat kan gue?"
Agak jauh dibelakang Taeyong terlihat seorang perempuan yang memakai pakaian sangat tertutup, Nana curiga bahwa itu adalah sasaeng fans, makanya Nana menghampiri Taeyong dengan perlahan supaya tidak dicurigai.
Karena tidak pandai berbicara bahasa korea, lebih baik ia menggunakan bahasa Inggris.
Tapi, sebelum Ia menghampiri Taeyong, nasib buruk menghampirinya.
Dari jauh ada mobil yang melaju kencang dan menabrak dirinya.