Jiwa ku melayang di atas ubun-ubun
Sebelah mata menutup karena lelah
Keringat bercucuran karena hati tak karuan
Apa kau pernah memikirkan rasa mereka?
Pengorbanan mereka?
Letih mereka?
Masalah dihadapan mereka ?
Sampah!
Anjing!
Goblok!
Tak pernah kan?
Ohhh!,Ya betul kau lebih sempurna,lebih bisa melakukan nya kan?
Menurutmu kau paling lelah,paling disalahkan dan paling berperan karena pengakuan
Lebih pintar dan bahkan lebih cerdas dalam masalah.
Tapi saat orang lain salah
Moncongmu
hewan ganas mu,
memangsa, macam mereka menghancurkan dunia mu rencana mu
Kau lupa siapa yang sudah di usung dan dipilih,jangan sampai kau melihat nya terbata bata
Serta seperti bocah kencur yang memandangi air pancur
Tapi ingat kawan
Orang jujur bisa berbohong
Orang percaya bisa masa bodo
Dan Orang peduli bisa muak
Apalagi sahabat adalah musuh terdekat
Pengikutmu sudah muak kau bodohi,kau bohongi
lelah kau telantarkan dengan janji persatuan dengan nama yang dipampang di wajah perkumpulan
Tuan! Nyonya! Tolo....
Oh maaf kawan,
ku lupa,tuan dan nyonya sudah dibayar dengan sogokan ataupun salam hangat dan senyuman
Satu kalimat untuk mu kawan
Memperalat mereka atau dirimu yang di peralat oleh mereka dengan cara mu,
bagaimana?
15 Maret 2019
BINABASA MO ANG
Senjang Waktu Tuk Meramu
Poetrysemua rasa semua letih dan keringat yang dirangkai menjadi kata yang tak tau arah,dan menjadi kata yang menggambarkan pola fikir sang penulis Jangan salahkan saat sama seperti yang di rasakan
