Teruntuk kamu,
Sampai detik ini perasaanku masih sama seperti dulu, perasaan yang tetap mencintaimu dengan tulus tanpa memandang kekurangan atau kelebihan kamu, baik dari segi fisik, materi atau yang lainnya. Terkadang saat aku melamun sejenak, aku bertanya-tanya pada Tuhan, "apa kamu adalah harapanku? Harapan yang selama ini aku cari dan aku nanti akan kedatangannya... Ahh apa mungkin iyaa? Tapi bisa juga tidak!!" Semoga saja benar kamu.
"Oh iyaa, bagaimana perasaanmu kepadaku saat ini, masih sama seperti aku atau kamu sudah beranjak kelain hati?" aku berharapnya perasaan kamu sama seperti aku, tapi kalaupun sudah tidak sama seperti perasaanku kepadamu aku bisa berbuat apa lagi coba, mungkin hanya bisa berdoa pada Tuhan agar harapan yang aku nantikan bisa berujung kebahagiaan.
Kukira aku egois juga yaa sebenarnya, ingin selalu berhasil pada harapanku sedangkan Tuhan saja belum tentu memberikan seluruh harapanku ini. Tidak masalahlah, terkadang manusia perlu bermimpi tinggi demi keberhasilan.
Ohh iya, sebenarnya aku tidak pernah bisa membuat karangan cerita seperti ini, tapi sepertinya hanya ini saja yang bisa aku lakukan untuk mengisi kekosongan hidupku yang begitu kelabu dan tak tau arah ini.
Rana Reveline
YOU ARE READING
Judul Standar - Tulis Judul Kamu Sendiri
RomanceBertemu dan berkenalan denganmu adalah anugrah terindah tapi kenapa semua seakan sia-sia karena aku tak pernah kau anggap ada.
