Who are you?..

1.9K 103 8
                                        

Malam ini Kim So Eun, seperti melihat mimpi buruknya dalam keadaan terbangun, ia menggigit kuat bibirnya sendiri, berusaha keras menahan butiran air mata yang sudah membasahi pelupuk matanya. Tinggi sudah ia bermimpi tentang sebuah masa depan, namun dengan mudahnya pria yang ia bawa kedalam mimpinya menjatuhkannya dan menggandeng wanita lain untuk mewujudkan mimpi itu. Namun, siapa yang akan menyadari betapa rapuhnya dia sekarang, betapa hancurnya hatinya kini yang tetap tampil cantik dan menebar senyumnya yang menawan di depan semua orang, bahkan di depan pria yang menghancurkan hatinya itu yang menikahi wanita lain di hari anniversarry hubungan mereka yang ke 10tahun,jika saja belum berakhir. Hubungan mereka bahkan belum seminggu lamanya usai.

“Selamat atas pernikahanmu.” ucap So Eun seraya memberikan senyum termanisnya.

Pria itu hanya terdiam menatapnya, ia tau betul, perasaan mantan kekasihnya itu tengah hancur sehancur hancurnya, ia menyadarinya bahwa yang dilakukannya ini sangat kejam, namun ia tak bisa berkata apa-apa padanya sekarang.

So Eun berjalan menyusuri lobby hotel, ia tak bisa lagi berlama-lama di ballroom untuk menyaksikan pengantin baru itu, ia sudah tak sanggup lagi untuk terus tersenyum di depan semua orang, ia harus pergi meninggalkan pesta itu.

Dengan langkahnya yang lemah, ia masih sekuat tenaga menahan air matanya itu, ia tak mau menangis di jalan, itu akan terlihat betapa menyedihkannya dirinya sekarang. Sejenak ia menghentikan langkahnya melepas high heels nya yang setinggi 9cm itu, kemudian menenteng heels nya itu dan melanjutkan langkahnya, tak peduli ekor gaunnya kini menyapu tanah, ia tak punya tenaga lagi untuk mempedulikan hal-hal seperti itu.

Perasaannya sedang dalam massa yang tak karuan, ia bahkan tak member hentikan taxi untuk pulang, ia tetap berjalan tanpa alas kaki. Namun, ia berjalan menuju arah yang berbeda dari rumahnya, langkahnya berhenti di atas jalan layang, ia menghela nafasnya menatap ke bawah dan menjatuhkan heels nya di sisinya.

“Tidak, aku tidak mau menangisinya, itu terlalu menyedihkan untukku..” ucap So Eun sambil memegang erat pagar besi di depannya.

Ia menjadi orang yang sedih sendirian malam ini, langit bahkan tak berempati padanya, ia tampak sangat indah malam ini dengan bertabur bintang di temani rembulan sabit yang terang.


So Eun mulai menaiki pagar dan berdiri di atas sana, merasakan hilir angin yang terasa lebih kuat menerpa wajahnya setelah ia naik. Ia memejamkan kedua matanya dan perlahan menjatuhkan dirinya. Kepalanya yang menghantam keras aspal jalanan, membuat pandangannya mulai kabur, sehingga membuatnya lupa betapa menyakitkannya malam ini baginya.


3 jam berlalu ia membuka kedua matanya dan memegang kepalanya yang ia rasakan ada benda cair berwarna merah membasahi dahinya. Bukan di rumah sakit, ia justru menemukan dirinya masih di tengah jalan setelah jatuh dari jalan layang, harusnya  seseorang akan membawanya ke rumah sakit, atau setidaknya saat ia tersadar ia berharap sudah ada di akhirat. Ia menatap ke sekelilingnya, namun anehnya, ia tak melihat siapapun, ia bahkan tak melihat satupun kendaran yang melintas.

Ia menyusuri jalan setapak tanpa alas kaki dengan tubuhnya yang luka-luka, harusnya ia mengalami patah tulang juga, namun kenyataannya ia tak merasakan adanya patah tulang dalam tubuhnya. Jauh ia berjalan, namun ia masih tak menemukan siapapun, bahkan hewan sekalipun, semakin ia jauh melangkah, semakin ia tak mengenali sekitarnya, ini bahkan tak terlihat seperti kota Seoul.

“Dimana aku? Kenapa tidak ada seorangpun muncul”  gumam So Eun menoleh ke segala arah.

Pupilnya membesar ketika ia melihat sebuah bayangan hitam dengan wujud menyeramkan muncul mendekatinya yang membuatnya lari ketakutan, rasa takut yang menyerangnya membuatnya tak bisa lari secepat mungkin, ia hanya jatuh tersungkur ke tanah sambil perlahan mundur ketika mahluk itu terus mendekat dan mengulurkan tangannya yang mengerikan dengan kuku panjangnya yang berwarna hitam dan cairan hitam menggenang di ruang kukunya yang menjijikan yang menetes jatuh ke tanah.

The BrideWhere stories live. Discover now