Ini adalah hari yang sangat bahagia bagi vina, karena hari ini adalah hari perpisahan kakak kelasnya.
Hari bahagia karena di hari ini vina akan menampilkan tiga pertunjukan sekaligus, memebaca al quran, menari, dan memetik gitar mengiri alunan puisi.
"Huuuaam... vina sedikit menguap semabari menggeliatkan tubuh kecilnya itu, dengan wajah polosnya
Sambil mengrjapkan matanya yang indah bulat itu, karna tersorot sinar matahari yang mulai muncul menyambutnya.
"Hem.. Hem.. na.. na na nana".. Sambil bersnandung dengan suara merdunya
"Maa..!! Aku berangkat dulu ya",..
Dengan sedikit teriakan manjanya yang belum hilang, sambil mengikat tali sepatunya.
"Iya.. nak.. kamu gak sarapan dulu,.. bekalnya udah di bawa??".. terdengar dengan suara perhatiaan yang sangat lembut.
"oh iya maa kakak lupa".. dengan terburu tangannya meraih tempat bekal yang telah terisi penuh.
"Maa.. kakak berangkat ya... askum"...
Dengan suara lembut bervolume tingginya itu, vina mulai berangkat dengan suara pamitan yang sangat singkat.
"Iya... nak.. jangan lupa di makan bekalnya"..
Lagi lagi dengan suara perhatiannya yang hampir tak terdengar oleh vina.
Vina terus melangkahkan kakinya ke sekolah menengah pertama yang berada tak jauh dari rumahnya.
Namanya savina azahra, seorang gadis desa yang baru berusia empat belas tahun, gadis yang sangat manis dengan tingkahnya yang crewet, lucu dan menggemaskan.
tidak jarang semua orang di desanya memujinya karena, selain parasnya yang cantik, manis, polos, lugu, dan baik hati, vina termasuk gadis yang ramah dan ceria. belum lagi vina selalu mahir dalam melakukan apapun, dan nurut kepada orang tuanya.
"Ya.. ampun..!! Ribet banget hari ini, harus pake ini, pake itu, mana aku harus bawa gitar lagi"...
suara keresahan yang di lonyarkan oleh vina di pagi hari yang sedikit terdengar crewet itu.
"Ahhh.. akhirnya sampai".. dengan deru nafasnya yang belum teratur, setelah lima belas menit si perjalanan.
"Woy! Baru sampe..?? kami nungguin dari tadi ni"... suara yang terdengar familiar bagi vina, suara fani sedikit keaal terhadapnya.
"Sabar napa... baru jgak sampe"... vina menjawab dengan tangan memegangi dadanya untuk sedikit mengatur nafas nya.
"Abisnya lama banget, sudah tau kita mau kontes nanti".. belum pake baju harinya, belum pake make up nya"...
jawaban yang sedikit membuat vina kesal terhadap temennya itu.
"Iya iya... dasar crewet! " jawabnya singkat dengan sedikit menekankan kata crewet.
Wajar saja temannya kesal menunggu lama, karena vina lah yang merias teman temannya.
Karna kemampuan vina yang mahir merias wajah dan menata pakaian, namun vina tetap suka berpenampilan natural.
"Fani, mejem matanya, aku mau pakaian kamu eyeliner dlu.. ntar kecolok gmna"..!!
Terdengar suara perintah dari vina.
"Iya... bentar dong mata aku gat"..!!
Dengan tangan yang melesat ke mata nya.
Vina memotong ucapan temanya, "jangan..!! Kan udah pake mas..ka.."
Belum selesai melajutkan tangan fani sudah telanjur mengusap matanya yang telah di pakaikan maskara oleh vina.
"Yahhh.... kan".. suara yang sengaja di gantung oleh vina agar temannya itu bertanya.
"Kenapa vin"??
Fani sangat penasaran.
"Kan.. item.. kayak mak kunti.. hahahaha"... vina tertawa dengan manis sampai terbahak bahak melihat mata temannya yang hitam karena maskara.
"Oh iya.. aku lupa"..
Kok gak ngomong si vin".. dengan mengernyutkan bibirnya.
"Hahaha.. kamu si".. mangkanya jangan asal ngucek mata aja"...
Sambil meledek temannya itu.
"Trus gmna ni"...
Dengan suara fani yang kesal sambil menghentakkan kakinya ke lantai.
"Ya udh biar aja, kan ntar kontesnya jadi badut bermata hitam, hahahaha"... vina terus saja meledek temannya.
"Vina...!!!" Dengan triakan fani yang kesal kepada vina.
"Hahaha"...
Sedangakan vina hanya tertawa, melihat kemarahan temanya itu.
Setelah satu jam lamanya akhirnya vina telah menyiapkan tugasnya itu.
Setelah vina selesai tampil, vina masih setia memegang gitar di tangannya.
"Haduh.. capek.. kapan si pulangnya... ngantuk.. laper"..
vina merengek berjalan sambil menghentakan kakinya dengan mengernyutkan bibirnya yang mungil, merah ranum yang masih alami dan sangat menggemaskan membuat semua orang yang melihatnya ingin mencubit pipinya yang bulat itu.
Arga datang bersama grombolan teman temannya yang tak setampan dirinya, dengan langkah yang lebar.
Nama lengkanya arga pranggara, pemuda yang memiliki wajah sangat tampan, murah senyum , di usia sembilan belas tahunnya yang masih terbilang muda.
Arga terkenal sangat baik bagi beberapa orang yang melihat dari sifat dalamnya , juga sebenarnya arga memiliki sifat rendah hati yang sangat baik, dan sifat yang sangat penurut terhadap orang tuanya.
Patut diakui oleh para wanita atau seseorang yang melihatnya merasa bahwa arga adalah seorang pemuda yang brengsek.
Karena terkenal mempermainkan wanita, dan suka bergonta ganti pasangan.
Arga, seorang pemuda yang pindah dari sebuah kota, yang memilih untuk tinggal di desa bersama orang tua dan adiknya.
Arga datang karena arga ingin melihat kekasihnya, nila karna hari ini adalah hari dimna nila menyandang satus lulus dari sekolahnya.
Nila kakak kelas vina, vina memang terlihat dekat dengan nila, karena vina seorang yang mudah bergaul dengan orang yang baru ia kenal.
Nila seorang pendatang baru dari provinsi lain. Nila sudah berpacaran dengan arga, dari pertama ia datang dan sudah berbulan bulan mereka bepacaran.
Nila selalu bercerita tentang keluh kesahnya terhadap kekasihnya, kepada vina karna menurut nila, vina orang yang sangat polos, dan bisa di percaya.
Bahkan nila selalu mengandalkan vina untuk mengantarkan surat dan barang, yang akan di berikan kepada arga, karna rumah vina yang bersebelahan dengan arga.
^¢^ * ,'
YOU ARE READING
Miracle love
Romance#cerita mengandung konten dewasa (21+) #romantis #sedih #lucu *lengkap deh pokoknya,..
