-WARNING:Typo bertebaran bagaikan burung yang jatuh eh terbang di langit-
"Pertemuan yang singkat padat,jelas dan..."
---
Pagi ini tidak terasa bagi seorang Mutia,bahwa hari ini ia bertemu lagi dengan hari Senin.
Hari dimana seorang pelajar wajib mengikuti kegiatan pagi yaitu Upacara bendera.
Pagi ini Mutia sangat merasa senang,karena pagi ini ia dan kawan kawannya akan bertemu lagi setelah berpisah di hari Minggu atau hari libur. Mutia memang seorang gadis yang sangat menyayangi para sahabat-sahabat sahabat,karena mereka adalah orang yang paling mengerti dirinya.
Mutia sedang berjalan menyusuri koridor sekolah nya,dengan suasana pagi yang sejuk,dan tenang.
Di saat gadis itu berjalan dengan santai, dan didampingi angin pagi yang sejuk,
bahu gadis itu ditepuk dari belakang oleh seseorang.
"Muti,"Panggil seorang gadis di belakangnya.
Mutia pun berbalik ke arah gadis itu berada,dengan muka ramah dan bersahabat.
"Kenapa Mid?,"Tanya Mutia kepada gadis didepannya, yang bernama Midya Alkhairunnisa yang biasa dipanggil dengan Midya, Ia adalah salah satu sahabat dekat dari Mutia.
"Lo kenapa gak bales Chat gue semalam,?"
ujar Midya dengan tangannya yang memegang tas ungu kesayangan nya.
"Ohh, itu lo yang ngechat y mid. Gue kira dari orang lain jadi gue gak buka,gue keasikan nonton Drakor yang belum selesai gue nonton,hehehe"Mutia terkekeh melihat wajah midya yang cemberut,membuat dirinya gemas dengan sahabat nya yg satu ini.
"Gak usah ngambek. Lo ngambek nanti kek nenek lampir lagi,"ledekan Mutia membuat midya geram dengan Mutia,
"Mutia mah, gue capek tunggu balasan lo tau gak sih!,"wajah midya cemberut dan ditekuk,membuat Mutia gemas dan mencubit pipi midya.
"Ihh Muti mah, Ngeselin nya gak ilang ilang"gerutu midya dengan kesal.
"udah-udah, maapin gue mid. Kita ke kelas yuk"ujar Mutia, karena jika ia melayani midya dengan bacotannya bisa sampai tahun depan atau bisa sampai kucing bertelur anak ayam.
"yaudah hayuk."
🌈
Dikelas
Mutia dan midya telah sampai di kelas tersayang,hari masih pagi jadi suasana kelas masih sepi,hanya beberapa murid yang baru ada di kelas.
Ketiga sahabat dari Mutia pun belum datang, karena jika mereka semua berkumpul,sudah tidak ada habisnya cerita mereka berlima.
"Hai-Hai,Nawrah masa depannya Jungkook telah sampai di kelas tercintah,"gadis berambut panjang, dan bermata hitam pekat,yang bernama panjang yaitu Nawrah alfauziah.
"Gue mau muntah dengernya,sumpah naw. Kalau ngehayal Jangan tinggi-tinggi nanti kalau jatuh sakit loh"kata Aca yang sedang duduk di kursinya.
"Heh Aca!, kepalanya pengen gue getok atau gue penggal,"ucap Nawrah kesal dan berjalan ke kursinya,disamping aca.
"Jangan galak-galak atuh Naw,masih pagi nanti tambah tua lo,kayak nenek lampir,"Aca terkekeh,dan tersenyum manis melihat muka Nawrah yang kesal dengan dirinya.
"Bodoh amat."ujar Nawrah dengan dingin.
"Halluh-Halluh, Nawrah Jan Dingin-dingin dong. Kayak es batu yang baru di ambil dari kulkas aja."Goda aca kepada Nawrah,membuat nawrah geram dengan aca.
"BODO AMAT FASHA REPELITA!"Teriak Nawrah sambil mencubit pinggang cowok di disampingnya,membuat yang dicubit hanya meringis dan terkekeh.
"Sakit naw,"
"Bodo ca,gue gk peduli,"
"Udah bisa diem gk sih,kalian berdua masih pagi,ributnya udah kayak burung beo,"gerutu Rani sang gadis pintar yang suka membaca buku sejarah,jika ia membaca buku,jangan coba-coba untuk mengganggu nya,atau kalian akan menjadi sasaran seorang macan betina yang galak.
"Jangan galak-galak atuh bu Rani"
"Bodo"
🌈
Istirahat
"REYHAN LO APAIN MAKANAN GUE!"Mutia berteriak sambil mengipas wajahnya yang mulai merah karena makanan yang ia makan.
"Gue?,"
"Siapa lagi dodol"
"Gue reyhan,bukan dodol"
"Bodo gue gak peduli,intinya Lo masukin apa ke makanan gue sih!?"Mutia mulai kesal dengan cowok di depannya ini,yang membuatnya ingin membanting nya sekarang juga.
"Siapa yang suruh Lo peduli?,"Rayhan melihat Mutia dengan senyum dingin nya.
"Astagfirullah,bunda!"Mutia menggantung perkataannya sambil mengelus dadanya,"Mutia salah apa,sampai Mutia harus ketemu sama manusia spesies kayak dia!!!" Rayhan hanya menatap gadis itu dengan datar dan selanjutnya ia pun pergi meninggalkan gadis itu.
"Bawel"satu kata terakhir yang Rayhan katakan,sebelum dirinya benar benar menghilang dari kantin.Mutia geram dengan cowok itu, sebenarnya dia makhluk macam apa sih?.
Selesai
Kak jangan lupa tinggalkan jejak y!
YOU ARE READING
The Bad boy
Teen FictionPertemuan yang diawali oleh pertengkaran? Itu lah yang akan mengawali kisah dari Reyhan dan Mutia. Bukannya mengalah malah semakin menjadi-jadi,bagaimana mau selesainya?. Siti Mutia Rafaeeza yang biasa dipanggil dengan Mutia ,gadis yang tidak bisa...
