Terkadang apa yang kamu tidak bicarakan, itu lah yang penting
- Mr. Krab -
Pukul 5 lewat 18 menit. Sena sudah siap untuk sarapan, dia juga sudah lengkap menggunakan seragam dan atribut sekolahnya.
Hari senin hari yang bagus sebenarnya, hanya saja murid seperti Sena tidak terlalu suka hari senin. Menurut mereka mengapa hari senin ke hari minggu begitu lama, sedangkan hari minggu ke hari senin berjalan begitu cepat. Aneh bukan? Ya, hanya menurut Sena sebenarnya.
"Pagi kak," sapa Nisa, tepat ketika sena sedang ditangga menuju meja makan.
"Pagi kak," sambut Raffa yang juga sudah berada diruang Makan bersama Nisa.
"Iya, pagi. Sudah selesai kalian sarapannya?" tanya Sena.
"Belum nih kak, kita nunggu kakak," jawab nisa.
"Ko gitu! udh mau jam set6 ini," kata Sena.
"Ini kan hari pertama kakak sarapan bareng kita lagi, jadi kita mau sarapan bareng kakak," jawab Raffa, yang diikuti anggukan oleh Nisa.
Deg! Bingung bercampur rasa bersalah mendengar jawaban Raffa,
Sena jadi teringat akan sikapnya terhadap Raffa dan anggota keluarganya yang lain.
Sena tidak menyangka sarapan seperti ini saja bisa membuat Raffa dan Nisa senang.
"Yaudah kita makan, setelah itu kalian berangkat berdua diantar pak Indra ...."
"Lalu ka ...." baru saja Nisa memotong omongan Sena, langsung dipotong juga oleh Sena.
"Kakak bawa motor. Dan lain kali Nisa ...," Sena memberi jeda diakhirnya dia melirik ke arah Nisa dan, "Jangan potong omongan kakak," lanjutnya.
"Ah iya kak maaf," jawab Nisa.
- ✍️ -
"Hassena Harris, biasanya dipanggil Sena."
"Hai sena," sapa salah satu anak kelas.
"Gue pindahan dari gedung C." Sena menunggu respon dari teman baru dikelasnya ini dan benar saja mereka semua tampak kaget ketika mendengar dari asal sekolah Sena.
"Hah, ko anak gedung C bisa pindah ke gedung A?" tanya salah satu siswi.
Sebenarnya gedung A dan gedung C masih satu sekolah dan juga masih satu lingkungan, hanya saja sekolah ini diurutkan dengan seberapa pintar dan berprestasi murid muridnya. Ketika nilai mereka tinggi mereka bisa masuk gedung A, B dan gedung C, tetapi murid gedung C juga harus mempunyai prestasi minimal 5 untuk bisa masuk sekolah ini dan diterima digedung C.
Sistemnya seperti ini, murid gedung A biasanya berisi murid beasiswa yang pintar dan mempunyai 8 prestasi. Sedangkan murid yang masuk gedung B harus mempunyai 6 atau 7 prestasi dan prestasi yang mereka punya itu prestasi akademis & non akademis. Dalam satu gedung hanya ada 6 kelas dan dalam satu kelas hanya ada 20 murid, disekolah ini hanya ada 2 kejuruan. Jadi, memang cukup sulit untuk sekolah di 3 gedung.
Dan sebenarnya sena juga bisa masuk gedung A karena selama di gedung C pun dia sudah memiliki 4 prestasi ditambah lagi dengan prestasinya dia sebelum masuk sekolah sudah mempunyai 5. Tapi, anehnya selama 3 semester sena hanya selalu mendapatkan peringkat 3 besar dikelasnya. Jadi, ketika semester 4 dia mendapat peringkat 1 sesatu sekolah ini, guru dan bahkan temannya tidak percaya bahwa Sena bisa sepintar itu.
Walaupun sudah dilakukan tes secara tertutup oleh guru guru dan hanya perwakilan yang tahu Sena pun membuktikan memang dia pantas, tetapi tetap saja murid murid gedung C memprotes hal itu. Jadilah Sena melakukan tes lagi dan kali ini ia harus tes melawan peringkat 1 dari setiap kelas dan setiap gedung secara tertutup, dan pada akhirnya Sena membuktikan bahwa tuduhan mereka salah.
ESTÁS LEYENDO
LIES (Hiatus/Revisi)
De TodoCover by : Inspiration DE. Practice 2019 B. Maan. _________* Kematian. Penghianatan. Pertemanan. Percintaan. Keluarga, bahkan Lingkungan. Selalu ada kebohongan di dalamnya. LIES 👄 Hassena Harris, murid kelas 3 SMA yang kehidupannya penuh den...
