Gadis cantik nan imut itu mematung didepan gerbang sekolahnya,karena dia terlambat berangkat kesekolah dihari pertamanya.Ya gadis yang bernama Alleta Yerina Jung pindahan dari Surabaya itu merutuki kebodohannya. " Aish..bego-bego kenapa tadi gue gak minta anterin kak Vanno aja sih." Rutuknya, "ya aampun Alleta lo bego dipelihara sih" Rutuknya memarahi diri sendiri. "Woy..cewek aneh ngapain lo ngmng sendiri." Ucap seorang cowok yang tiba-tiba datang yang membuat Alleta terlonjak kaget."lo telat ya." Tanya lelaki itu.
Alleta tidak menjawab pertanyaan lelaki itu dan membuatnya geram karna melihat ekspresi kaget."woy..ditanya gak dijawab." Ucap lelaki itu. Alleta yang tersadar langsung gelagapan "eh.. Iya aku terlambat datang." Ucap Alleta gugup. "Yaudah ikut gue aja" Ucap lelaki itu. "Ke...mana?" Tanya Alleta. "Lo mau kan masuk ke kelas lo" Ucap lelaki itu. "I...ya tapi gimana caranya?" Tanya Alleta. Bukannya menjawab lelaki itu berjalan dan memberi isyarat agar Alleta mengikutinya. Tanpa pikir panjang Alleta mengikutinya dan sampailah mereka digerbang belakang sekolah. Alleta menatap penuh tanya pada lelaki dihadapannya ini. Yang ditatap malah mengidikan bahu acuh. "Kita mau apa kesini." Tanya Alleta. Lelaki itu mendengus sebal. "Lari maraton,ya masuk kelas lah emang lo gak mau masuk ke kelas lo hah." Tanyanya. "Em...iya maksud aku gimana caranya masuk kan gerbangnya ditutup." Tanya Alleta. "Manjat gerbang lah." Ucap lelaki itu kelewat santai. Alleta terbelalak kaget karena ucapan lelaki itu."A...pa manjat? Gak salah ya?" Tanya Alleta. "Ya emangnya kenapa?" Ucapnya santai."aku gak bisa manjat gerbangnya terlalu tinggi." Ucap Alleta. Lelaki itu atau lebih tepatnya bernama Junanda Taehyung Kim mendengus kesal. "Yaudah tunggu disini" Ucap Juna lalu berjalan meninggalkan Alleta begitu saja. Beberapa menit kemudian Juna datang membawa kunci gerbang belakang yang entah dari mana ia dapatkan. Tanpa pikir panjang Juna membuka pintu gerbangnya. Alleta hanya diam memandang punggung tegap pria didepannya. Juna mendengus kesal karena Alleta hanya diam dan memandangi nya. " Buruan masuk sebelum guru sadis itu berkeliaran."ucapnya datar. Alleta tersentak kaget karena ia terlalu fokus menatap Juna hingga tidak menyadari gerbangnya sudah terbuka. "Eh...iya" Ucapnya tergagap. "Makasih udah nolongin."ucap Alleta. Juna tidak memperdulikan ucapan Alleta dan melenggang masuk begitu saja tanpa menggunakan Alleta. Akhirnya Alleta dan Juna sampai di Koridor sekolah. Alleta hanya mengikuti Juna dibelakangnya karena tidak tau dimana ruang guru. "Hey" Panggil Alleta. Merasa dipanggil Juna menoleh kebelakang. "Apa?" Jawabnya acuh. "Hm...boleh minta tolong lagi gak." Tanya Alleta. "Hmm." Jawab Juna. "Aku minta tolong anterin aku keruang guru, plis." Ucap Alleta memohon."ikutin gue." Jawab Juna. Alleta pun mengikutJuna. Juna tiba-tiba berhenti, dan tanpa Alleta sadari ia menubruk punggung tegap Juna. "Aww..." Rintihanya. "Ck.kalau jalan itu lihat - lihat." Ucap Juna. "Ma...af aku gak sengaja.habsinya kamu berhenti gak bilang-bilang." Bela Alleta. "Terserah lo aja." Ucap Juna sarkatis. "Kenapa kita berhenti disini?" Tanya Alleta polos. "Ck...lo bego apa gimana sih? Tadi katanya nyari ruang guru,lah ini kita udah didepan ruang guru." Ucap Juna kesal. "Oohh....makasih ya." Ucap Alleta sambil tersenyum kikuk. Juna berlalu begitu saja dan membuat Alleta mendegus kesal. "Tuh cowok nyebelinnya minta ampun yak. Amit-amit deh punya cowok kek gitu." Ucap Alleta bergidik ngeri.
Haayyy... Selamat datang dicerita aku.maaf kalau kurang greget soalnya ini karya pertama aku semoga suka ya ☺
YOU ARE READING
JUNA
Teen FictionKisah kami dimulai ketika kami tidak sengaja bertemu disuatu tempat yang membuat kami menjadi objek tatapan sinis para siswi,lebih tepatnya menatapku!
