We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

(1) Awal dari semua

143 16 6
                                        

Pesta yang begitu sederhana namun sangat indah. Malam yang indah dan cukup melelahkan bagi dua pasangan yang baru saja menikah dan mengikat janji suci.

Banyak doa dan harapan yang terbaik untuk keduanya. Mereka menikmati hasil usaha dan tabungan mereka selama 2 tahun terakhir ini. Walau tak begitu mewah, keinginan keduanya terpenuhi.

Min Yoongi dan Son Seungwan, tidak, tetapi kini namanya adalah Min Seungwan. Ini bagaikan hadiah terindah bagi seungwan karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya.

"Hyungie! Selamat, aku rasa rumah kita akan terasa lebih ramai! Ah! Betul, aku bahagia karena tak ada kesepian setelah ini!" Itu taehyung-adik tiri yoongi-dengan semangat yang tak kunjung henti.

Toh, meskipun yoongi itu kakak tirinya, mereka saling menyayangi. Bukankah lebih baik seperti itu?

Yoongi tersenyum, begitu pula dengan seungwan tertawa menatap dongsaeng-nya itu sangat ceria. Begitulah taehyung, pria berumur 20 tahun yang sangat keanakan.

"Jangan berlama-lama menatap isteriku." Gumam yoongi dengan nada menyindir.

Taehyung dan seungwan hanya terkekeh. Kini, posisi taehyung sudah seperti anak dari keduanya. Bahkan ada seorang tamu undangan yang bertanya,

'apakah taehyung adalah hasil mereka saat melakukannya di luar nikah?'

Pertanyaan itu membuat keduanya canggung, jujur saja, mereka belum merasakan sentuhan yang sebenarnya. Terkecuali, ciuman.

Hari ini, malam pertama mereka, seketika itu membuat keduanya terdiam. Menatap dengan berkedip polos namun tanpa mengatakan satu kata pun. Ruangan itu serasa panas.

"kita akan melakukannya, setelah semuanya selesai." Itu yoongi dengan nada yang begitu pelan seakan tak bersuara. Ia malu, begitu pun seungwan yang tersipu dan sangat merona.





Daegu, 08.11 AM KST

"Eunghh.."

Yoongi menggeliat di kasurnya, tak begitu besar, tetapi menghasilkan surga dunia setelah kegiatannya semalam bersama seungwan.

Ia tak mendapati seungwan di sebelahnya, apakah selangkangan seungwan tak begitu ngiluh apalagi itu adalah yang pertama?

Suara pintu terbuka, itu seungwan dengan handuk yang menutupi tubuhnya yang masih basah. Pemandangan segar di pagi hari, hanya khusus untuk yoongi.

"Sudah bangun rupanya, kau ya! Aku bersusah paya agar bisa berjalan, kau malah asik dengan tidurmu, huh!" Kesal seungwan.

Bukannya membantu seungwan yang kesusahan berjalan, yoongi malah tertawa terbahak-bahak.

Seungwan kesal, kenapa ia tidak dilahirkan sebagai pria saja kalau begitu? Pikirnya.

Omong-omong, mereka tidak bermalam di hotel. Hotel itu mahal, biaya yang mereka kumpul tak cukup untuk memesan satu kamar hotel. Apalagi, lusa, yoongi harus kembali bekerja.

Maka dari itu, agar tidak memboros, seungwan tak keberatan jika suaminya memintanya untuk di rumah saja. Kerjaan yoongi hanya sebagai karyawan biasa dengan penghasilan cukup.

"Yoon, apakah taehyung tidak ingin ikut mencari makan? Haruskah aku bangunkan duluh?" Tanya seungwan sembari mengambil roti di campur dengan selai kacang.

"Tidak usah, biarkan saja ia menikmati dengan mimpinya. Lagipula, ia juga pasti lelah karena menyapa para tamu. Taehyung sudah besar dan dewasa." Jawab yoongi.

Seungwan mengangguk, lalu memakan roti tersebut. Begitu pun juga yoongi, pagi yang indah dsn hari dimana awal dari senuanya.


Sementara disisi lain,

Wajah pucat dengan mata yang sembab membuat taehyung terjaga semalaman. Dia terus menangis, sakit di bagian dadanya.

Tak menerima bagaimana mereka berbahagia, ia harus bersandiwara dengan drama yang memang seharusnya ia jalankan dalam skenario yang ia buat.

Ia mendengar semua itu dengan jelas, suara desahan saat dimana yoongi dan seungwan bercinta di malam pertama mereka. Itu hal yang sangat tak sengaja, ketika taehyung terbangun until mengambil segelas air putih.

Malah menjadi rasa sakit yang tak bisa ia tahan. Rasanya seperti diiris dengan pisau yang di asa dan di buat dari tulang kering hewan.

Ia tahu itu salah, mencintai kakaknya-meskipun saudara tiri-tetapi mereka berasal dari sel telur yang sama.

"H-hyung, bagaimana ini? Aku sudah terlarut dengan cinta. Aku bodoh! Seharusnya malam itu aku mengungkapkannya, tetapi, aku malah mengalihkan pembicaraan. Hiks.. hiks.."

Hanya ada suara tangisan kecil dan kesepian di ruangan itu. Taehyung terus memandang dan mengelus bingkai foto wajahnya dan yoongi saat masih remaja.

"Taehyung? Kau sudah bangun?"

Seungwan terus mengetuk pintu kamar taehyung, taehyung terkesiap. Menghapus bekas air matanya. Ia segera membukakan pintunya.

"Ada apa noona? Ada yang bisa taetae bantu?" Tanya taehyung dengan nada seceria mungkin, tetapi, ia tak dapat menyembunyikan wajah pucat itu.

Seungwan penasaran, apakah taehyung habis menangis? Pikir seungwan.

"Kau kenapa, tae?" Tanya seungwan.

"A-aku.. semalam tidak dapat tidur, jadi aku membaca beberapa novel Fantasi." Bohong taehyung.

"Oh.. begitu, mau ikut kami mencari makan?" Taehyung menggeleng dengan berpura-pura mengucek matanya seolah ia sedang mengantuk. Ya, begitu lah taehyung bersikap selalu baik-baik saja.

TBC

[ Tuberculosis ]

~Tereteretetetetet~

Sebenarnya ini pengganti MOFAW sih, ku masih bimbang dengan cerita di MOFAW. Lupa harus di apakan :')

Mira [ Taegi ] HIATUSStories to obsess over. Discover now