Semoga pada suka.....
Selamat membaca ☺☺
Pengumuman kelulusan SMA Bina Bhakti, membuat Hendry bersemangat berangkat ke sekolah,
Ia tak menyangka sudah akan berkuliah saja, inilah hari yang paling di tunggu-tunggu Hendry setelah tiga tahun lamanya.
Hendry ingin cepat-cepat lulus dari sekolah nya itu.
"Bu... Doain aku ya... Semoga, aku lulus dan nanti bisa bahagiain Ibu, setelah aku mencapai profesi impianku__" Kata Hendry sambil mencium tangan ibunya.
"__dan juga aku ingin cepat-cepat mencari orang yang yang membuat ayah pergi". terlihat dari mata Hendry yang tajam dan rahangnya mengeras.
Setiap kali ia mengingat kasus kriminal terhadap ayahnya dua tahun yang lalu,
Hendry selalu memasang tampang marah. Ia ingin sekali menyelidiki kasus pembunuhan terhadap ayahnya itu.
Namun karena pengetahuan hendry tentang penyelidikan baru sedikit, jadi hendry nya juga masih takut,
Takut bersangka pada salah orang.
Ibunya tersenyum, sambil mengelus rahang Hendry.
" Kendalikan dirimu nak, kalau kamu menghadapi suatu masalah dengan cara emosional, bagaimana kamu akan menyelesaikannya?, begitupun dengan seorang detektif, jika kamu hanya mengandalkan emosimu bagaimana kamu bisa menyelidikinya?,
Seorang detektif itu harus merakyat, sama seperti detektif 'sherlock Holmes', dia orangnya sederhana dan juga merakyat, Kalau seorang detektif merakyat pasti akan gampang menyelidiki suatu masalah yang bersifat rahasia, Begitupun dengan kamu jika kamu selalu emosional, bagaimana kamu bisa merakyat?." jelas ibunya panjang lebar.
Hendry tersenyum dan menatap ibunya sendu.
" Terima kasih bu, ibu selalu mengingatkan ku" Karena Hendry lebih tinggi dari ibunya, ia sedikit membungkuk untuk memeluk ibunya.
"Terus kejar profesimu ya nak, ibu akan terus mendukungmu dan mendo'akanmu"
Hendry tersenyum mendengar ucapan ibunya, ia sangat beruntung mempunyai ibu yang yang sepaham dengannya.
Ibunya yang selalu mendukung apa yang Hendry inginkan jika memang itu yang terbaik untuknya.
"Terima kasih ya bu, aku sayang ibu" Kata Hendry yang semakin erat memeluk tubuh ibunya.
"Udah sana cepat berangkat nanti telat" Suruh ibunya dan melepaskan pelukan nya
"Iya Hendry berangkat ya bu, ibu jaga diri baik-baik" Hendry langsung melenggang pergi.
Ibunya tersenyum bangga melihat anaknya yang baik itu, ibunya selalu berharap yang terbaik untuk Hendry.
____________°____________
"Alhamdulillah bu, akhirnya aku lulus juga dan tadi aku sempat berbincang-bincang dengan pak Anton (guru bk), mengenai jurusan yang akan ku ambil kuliah nanti
kata pak Anton kalo ingin jadi detektif, aku bisa mendaftar ke jurusan kriminologi di Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu politik (FISIP), di Universitas Indonesia (UI).
aku harap itu yang terbaik ya bu, dan besok Pak Anton akan mendaftarkan ku lewat jalur online, terus di Terima atau tidaknya nanti Pak Anton konfirmasiin aku."
terdapat pancaran bahagia dari wajah Hendry, ia selalu berdoa dalam hatinya Semoga ia di terima di Universitas itu.
" Ibu juga berharap seperti itu "kata ibunya tersenyum, sambil mengelus rambut anak sulung nya itu.
YOU ARE READING
Great Hope (Kumpulan Cerita)
Short Story"mustahil itu sulit, tapi sulit itu tidak mustahil dan mungkin terjadi" ketika memori hanya ber fatamorgana rasanya sangat rapuh ketika kita telah mengetahui hal itu
