1. Awal Kisah

42 4 0
                                        

Pagi itu, suasana SMA Harapan sangat ramai, hilir mudik siswa berseragam putih biru memenuhi hampir setiap sudut sekolah, karena hari ini merupakan hari pertama MOS untuk para siswa baru

Tepat pukul 6.30 pagi seluruh siswa peserta MOS sudah berbaris rapih dilapangan untuk mengikuti upacara bendera, gerbang sekolah sudah ditutup dan dijaga oleh anggota OSIS yang bertugas sebagai panitia

"Pak Surya udah mulai ngasih arahan tuh, masih ada yang telat gak?" Tanya seorang pria tinggi kepada teman nya yang bertugas berjaga didepan gerbang

"Gak ada deh kayanya Gal, udah jam 7 juga kan" jawab si pria tersebut

"Yaudah nanti kalo pak surya udah selesai arahan, yang telat langsung lo bawa ke lapangan ya, ko"

"Siap"

Saat pria tinggi itu hendak berbalik tiba-tiba ada suara mobil berhenti didepan gerbang, seketika itu ia menoleh dan melihat ada gadis berseragam putih biru lengkap dengan segala atribut turun dari mobil tersebut

Wajahnya terlihat pucat pasi karena menyadari ia sudah terlambat setengah jam, dengan langkah pelan saat mobil nya sudah berjalan meninggalkan gerbang sekolah, gadis itu menghampiri gerbang dan menyapa dua pria yang ia yakini sebagai seniornya

"Pagi kak, maaf saya telat"

Pria tinggi tersebut sedikit terpesona melihat kecantikan gadis kecil dihadapannya, gadis ini benar-benar kecil, dia memiliki tinggi badan hanya sampai bahu si pria tinggi, kulitnya putih bersih, wajahnya ayu khas perempuan indonesia berbeda dengan si pria tinggi yang memiliki campuran belanda, sepersekian detik kemudian pria tinggi tersebut tersadar, ia lalu berjalan kearah gerbang lantas membuka nya, memberikan akses kepada si gadis ayu untuk masuk

Dengan wajah menunduk dan langkah pelan gadis itu masuk

"Terima kasih kak"

"Besok jangan telat lagi" seru teman si pria tinggi

"Ko, langsung bawa ke lapangan"

Pria tinggi tersebut pergi meninggalkan temannya bersama beberapa peserta MOS yang terlambat

......

Setelah upacara selesai sebelum mereka semua melanjutkan kegiatan, para peserta yang terlambat tadi di minta para panitia berdiri di bagian depan lapangan untuk menerima hukuman

"Sebelum lanjut saya dan rekan-rekan akan memperkenalkan diri" seru si pria tinggi berwajah bule tadi

"Nama saya Galuh Abimanyu, saya ketua OSIS SMA harapan, ini Abdul Kodir wakil saya, lalu Sinta Wardani sekertaris, Amanda Nasution bendahara, dan dibelakang seluruhnya anggota OSIS yang harus kalian hormati sebagai senior dan panitia acara, sama seperti MOS taun lalu kita akan mengikuti kegiatan selama 4 hari, dan di hari terakhir nanti, kalian semua di wajibkan mengikuti camp di sekolah sebagai acara penutup, saya kira kalian mengerti dengan tugas dan kewajiban kalian sebagai peserta MOS, karena pak surya pun sudah memberi kalian arahan tentang kegiatan kita, pesan saya tolong tertib dan ikuti semua arahan kami setelah ini, saya kira itu saja yang bisa saya sampaikan, kita langsung lanjutkan kegiatan"

Selesai memberikan arahan Galuh memberikan instruksi kepada beberapa siswa yang terlambat untuk memperkenalkan diri didepan semua panitia dan seluruh peserta

Beberapa peserta laki-laki yang terlambat diminta untuk push-up sebanyak 25 kali lalu dipersilahkan duduk dan diingatkan untuk tidak mengulangi keterlambatan di hari selanjutnya, tersisa dua orang murid perempuan, salah satunya adalah si gadis ayu yang sempat membuat seorang galuh terpesona saat pertama kali melihatnya

"Perkenalkan dirimu" kata si kodir atau koko biasa ia di sapa, kepada si gadis ayu

Ia terlihat menarik nafas pelan, sebelum mengangkat wajahnya yang sejak tadi menunduk dalam

"Angkat wajahmu dek, ada apa di bawah kakimu? Duit mu jatuh kah?" Jawab salah satu senior yang bernama amanda, logatnya bicara masih sangat medan daerah asli orangtuanya

Semua orang tertawa mendengar perkataan manda, lalu dengan berat gadis itu mengangkat wajahnya

"Nama saya Sekar Dwi Ayu Kusuma, saya dari SMP Garuda" keringan jatuh di pelipis sekar, gerak-geriknya tak luput dari pandangan galuh

"kenapa terlambat sekar?" Tanya koko pada sekar yang terlihat semakin gugup

"Macet kak, maaf" permintaan maafnya terdengar sangat pelan

"Rumahmu dimana?" Pertanyaan itu muncul begitu saja dari mulut galuh

"Di menteng kak" jawab nya tak kalah pelan

"Alaah dekat dari sini, kau saja terlambat bangun kan? Padahal kau tau kita masuk setengah 7 pagi" suara si manda kembali terdengar, ia berkacak pinggang didepan sekar

"Sekarang ku tanya kau mau ku kasih hukuman apa?"

Sekar diam tidak tau harus menjawab apa

"Suaramu kemana? Kau kontarakan kah?" Wajah manda yang sangat batak dengan suara keras membuatnya menjadi senior perempuan paling menakutkan

"Gal, kek mana ini?" Tanya manda pada galuh

"Lari aja man, 3 kali" jawab galuh dengan senyum tipis

"Oke, sekarang sekar dan kau wina, lari 3 keliling lapangan ini, harus diujung lapangan, kalau sudah kalian boleh langsung masuk barisan"

Akhirnya dengan berat hati Sekar dan temannya harus berlari keliling lapangan

..

Sekar menatap sendu fotonya dan Galuh hampir sepuluh tahun lalu, saat mata mereka pertama kali bertemu, saat senyum masih terasa kaku, saat semuanya terlihat biasa

Sekar tidak pernah berpikir ia akan berjalan sejauh ini dengan Galuh, ia hanya siswa baru yang berpikir untuk lebih fokus pada sekolah baru dibandingkan melihat-lihat kakak kelas

Jika sekar tau semuanya akan sesulit ini, ia mungkin memilih tidak pernah mengenal Galuh, bukan karena sekar menyesal mencintai galuh, justru karena sekar sangat mencintai galuh, ia ikut sakit saat galuhnya terluka

...

APOLOGIZECerita yang buat anda obses. Terokai sekarang