Saat itu sedih, kecewa, marah, malu dkk campur aduk jadi satu.. Seolah bunga yg baru mekar disiram air panas.. Yah seperti itu saat itu dan masih terpatri diotak..
Tahun pertama rasa ikhlas masih jauh dari diri, rasa ingin memiliki terus bercampur dg kecewa.. Yah jadilah adonan kebencian yg terus terpupuk..
Tahun tahun terlewati, hingga berita tsunami itu datang hingga kerabatmu memohon maaf atas salahmu serta untuk mengikhlaskanmu atas pahitnya dulu.. Hanya terlantun doa agar kau selamat..entah dr ribuan doa org disekelilingmu mgkn juga terselip doaku hingga akhirnya kau diselamatkan..
Hingga kemudian hilang kembali bagai ditelan bumi..
Kini meski kau kembali, kita bertemu dg situasi yg berbeda hari2 kita lalui hanya dg mengungkit dan mencoba meraih masa yg dulu hilang.. Tapi.. Pertengkaran kecil selalu ada disetiap chat kita bahkan temupun..
Rasa cemburu berlebihan, rasa ingin memiliki berlebihan yg memicu itu semua..harusnya kita sadar kondisi kita masing2..harusnya temu hanya dihiasi dg cerita indah..
Ah.. Sudahlah hingga pada titik lelah mgkn.. Kita terlalu keras kepala, mungkin inilah jawaban dr DIA mengapa dulu kita tidak disatukan..😄
