Bab 1. Awal

301 7 0
                                        

Api dengan cepat melahap habis seluruh bangunan tua itu. Menjilati hampir seluruh bagian yang seluruhnya terbuat dari kayu. Terdengar suara raungan yang sangat mengerikan dari sekitar bangunan tua tersebut. Suara yang cukup membuat setiap mahluk yang mendengarnya menyadari bahwa suara itu bukan berasal dari mahluk normal manapun.

"Siapapun tolong aku!!!" isak seorang bocah laki-laki dari dalam gedung yang terbakar tersebut. Ia sangat ketakutan berada di tengah-tengah kobaran api dengan segala suara menakutkan dari luar. Tiba-tiba atap gedung tersebut mulai roboh disaksikan oleh anak itu. Ia dapat melihat detik-detik sebelum.......

"Aaaaaaaaa....."

"aaaaaaagghhhh" anak tersebut terbangun dengan keadaan berkeringat. Ia pun mulai bisa mengatur ritme nafasnya sebelum ada yang membuka pintu kamarnya dengan tiba-tiba.

"Alucard, ada apa? Kenapa kau berteriak?" kata seorang perempuan dengan surai merah setelah ia dengan cepat masuk.

Laki-laki yang dipanggil Alucard pun tidak menjawab. Ia hanya berusaha mengatur nafasnya di balik keringat dingin yang masih mengucur dari kulitnya.

"Apa kau bermimpi buruk Alu?" tebak wanita itu. Dia sudah duduk di samping Alucard.

"Iya kak Natalia" jawab Alucard.

"Belakangan ini kau sering bermimpi buruk. Apa kau sedang memikirkan sesuatu?" tanya Natalia kembali.

"tidak ada kak" jawab alucard.

Natalia pun menarik nafas panjang dan mengelus rambut pirang Alucard.

"Sudah jangan dipikirkan lagi. Sekarang lebih baik kau mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah barumu. Kakak sudah menyiapkan sarapan" kata Natalia sambil berlalu ke luar.
"Dan satu lagi Alu, jangan dipikirkan lagi. Itu hanya mimpi" senyum natalia sebelum menghilang bersama dengan pintu yang kembali tertutup.

Alucard pun mulai beringsut sambil melihat sekeliling kamarnya. Sebuah kamar yang terdiri dari sebuah tempat tidur sedang, sebuah lemari dan sebuah meja belajar. Ia pun membuka tirai jendelanya dan membiarkan cahaya matahari yang masih berwarna kuning masuk dan menyinari kamarnya. Setelah itu Alucard menuju kamar mandi dan bersiap-siap.

Setelah 15 menit, ia pun turun dan mendapati Natalia sedang menulis di sebuah kertas dan mempersiapkan cakar kesayangannya. Natalia adalah seorang Assasin di kerajaan Celestian. Sebuah kerajaan besar yang damai dan makmur.

"Pagi kak" sapa alucard dengan senyumnya yang manis.

"Pagi Alu"balas Natalia dengan mata tetap pada secarik kertas yang sedang ia tulis.

"kak Nat, apa yang sedang kakak tulis?" tanya Alucard dengan wajah ingin tahu

"ini? Ini surat. Alu, tolong bawa surat ini dan berikan pada kepala sekolahmu nanti. Maaf kakak tidak bisa mengantarmu ke sekolah barumu. Katakan dari Natalia, maka kepala sekolahmu akan mengerti." Jelas Natalia.

"Baiklah kak" jawab Alucard singkat.

Mereka pun menyantap sarapan mereka bersama dalam damai. Bisa dibilang, Natalia dan Alucard hanya berbeda setahun sehingga perbedaan umur dari tampang wajahnya tidak terlalu jauh. Tapi alucard bukan adik kandung dari Natalia. Setelah selesai sarapan, Natalia pun melihat wajah Alucard yang masih menghabiskan sarapannya.

Flashback

2 tahun lalu, Natalia menemukan Alucard saat ia berjalan-jalan di hutan bagian barat. Disaat itu ia menemukan sebuah bangunan yang terbakar. Dari bentuknya, ia menebak bahwa rumah itu baru saja terbakar sekitar semalam karena masih terlihat asap yang keluar walau sangat sedikit. Ia pun menyelidiki rumah tersebut dan melihat seorang anak bersurai pirang yang tak lain adalah Alucard sedang tak sadarkan diri karena tertimpa sebuah balok kayu besar. Beruntungnya ia tidak terkena api. Natalia pun berusaha membawa Alucard kembali ke kerajaan. Di tengah jalan ia bertemu dengan seorang laki-laki yang sangat ia kenal dengan senapan dan rokok.

Natalia POV

"Paman Roger, tolong aku. Aku menemukan anak ini di tengah hutan dan dia tidak sadarkan diri" Pinta Natalia

"siapa dia Natalia? Apa yang terjadi padanya?" Tanya Roger

"Aku tidak tau paman, bisakah paman membantuku membawanya ke rumahku? Aku sangat lelah menggendongnya " pinta natalia dengan nafas terengah-engah.

"Baiklah, paman yang akan membawanya. Kau tolong bawakan senjata paman dan jangan berani memainkannya" suruh Roger dengan nada sedikit bercanda.

"Tenang lah paman aku tidak akan memainkannya" yakin Natalia.

Mereka pun berjalan menelusuri hutan kembali ke kerajaan tepatnya ke rumah Natalia.
Mereka menidurkan Alucard di sebuah kamar kosong di rumah natalia. Roger dan Natalia pun keluar dari kamar dan membiarkan Alucard beristirahat sampai siuman.

"Paman Roger, terimakasih telah membantuku membawanya. Mulia dari sini aku yang akan bertanggung jawab atasnya" kata natalia dengan mantap. Ia merasa tidak enak dengan Roger

"Baiklah Nat, tapi jika ada sesuatu, cari saja paman. Paman akan membantumu" jawab Roger.

"terimakasih paman Roger" balas natalia.

Roger pun keluar meninggalkan natalia di rumahnya. Natalia pun masuk dan mengecek keadaan bocah laki-laki itu.

"Dia cukup tampan, tapi kelihatannya dia lebih muda dariku" pikir Natalia.

Secara ajaib, pada saat itu juga Alucard sadar dari pingsannya.

"apa kau sudar sadar?" tanya Natalia

Alucard berusaha mengatakan sesuatu tapi ia tidak mampu karena ia benar-benar haus. Natalia pun mengambilkan air dan memberikannya pada Alucard. Alucard pun menerimanya dan dengan cepat menghabiskan satu gelas air yang disondorkan oleh Natalia. Setelah beberapa saat, Alucard pun mulai berbicara.

"dimana aku sekarang??" tanya Alucard.
"kau ada di rumahku" jawab Natalia dengan santai."siapa namamu?" tanya Natalia.
"namaku Alucard. Kakak bisa memanggilku Alu. Siapa nama kakak?" tanya Alucard balik
"Namaku Natalia. Kau bisa memanggilku Kak Nat" jawab Natalia dengan senyum manis
"Jadi apa yang terjadi padamu Alu? Mengapa kau bisa sampai tak sadarkan diri di sebuah rumah yang sudah terbakar?" tanya Natalia.

Alucard pun berusaha mengingat apa yang sudah terjadi. Tapi ia tidak dapat mengingat apa yang telah terjadi semalam.

"Maaf kak aku benar benar tidak ingat"jawab Alucard dengan wajah murung berusaha mengingat apa yang telah terjadi.

"tak apa Alu. Untuk sekarang, kau tinggal bersamaku. apakah kau mau Al?" tanya Natalia. Ia sedikit malu bertanya seperti itu.

"Baiklah kak, aku akan tinggal bersama kakak. Aku tidak ingat siapa keluargaku dan aku tidak kenal siapapun" Jawab alucard dengan senyum dan wajah ceria seakan segala yang telah terjadi padanya bukan suatu masalah.

Natalia yang benar-benar senang pun melompat girang dan memeluk alucard. Ia bertanya seperti itu bukan tanpa alasan. Ia sudah tinggal sendiri sejak ia berumur 12 tahun dan sekarang ia sudah menginjak umur 16 tahun. Dia pun juga malu bertanya seperti itu karena pastinya Alucard akan merasa canggung dengan pertanyaannya. dan sekarang ia tak akan sendiri lagi.

"kak Nat, Kak?"

End of Natalia POV

End of Flashback

Natalia tersadar dari lamunannya. Alucard menggoyangkan bahunya dan membuyarkan lamunannya

"kak Nat, aku akan berangkat sekarang" jawab alucard menyadarkan Natalia.

"Eh, iya hati-hati ya Alu" Jawab Natalia setelah sadar dari lamunannya.

Alucard pun berjalan menuju pintu dan melambai pada Natalia sebelum ia pergi.

"jadilah kuat Alu" jawab pelan oleh Natalia saat melihat laki-laki yang sudah ia anggap sebagai adik kandungnya itu menghilang dibalik pintu.

-------------------------------------------------

Hallo kawan, maaf ya bab pertama sedikit Gaje bagi kalian. Aku baru memulai cerita ini. Aku pun belum ada pengalaman dalam Wattpad. So, thanks for read my story and leave comment to build my experience in writing story.
(bagi yang enggak ngerti, artinya tolong like dan berikan komen membangun agar aku bisa terus mengembangkan pengalamankku ya😁😁😁😁)

The Legend HeroWhere stories live. Discover now