Kepingan hati ku lagi-lagi dibuat patah. Hingga tak tergambarkan lagi wujudnya seperti apa. Mengapa, mengapa Kau tak ada henti-hentinya menoreh luka? Tak terbaca! Sebenarnya Kau ini sedang menguji atau memang Kau tak punya hati? Entahlah apapun jawabannya, yang ku bingungkan adalah mengapa eurofin ini masih tentangmu, padahal Kau saja tak pernah peduli ku terkikis luka separah apa. Kau terlalu liar sayang tuk ditaklukan. Pancaran sinar senyummu mampu menenangkan segala perih luka itu, sungguh istimewa. Andai Aku bisa menikmati senyummu setiap waktu, mungkin setiap hembus nafasku akan selalu bahagia karenamu. Tapi nyatanya, sinar itu bukan untukku. Melainkan untuk sang makhluk astral itu, hhh!! Mengapa Dia sebegitu mudahnya mendapatkan lengkung senyumanmu, sedangkan Aku yang selalu ada untukmu tak pernah Kau beri itu. Mungkin Kau memang hanya imitasi ruang mimpiku, yang hanya menetap tanpa bisa kudekap.
.
.
.
Hai guys, jangan lupa tinggalin jejak ya setelah baca. Hehe, thx you for reading:)) Next....
ŞİMDİ OKUDUĞUN
Jeritan Hati
Aksiyon"Entahlah bagaimana kondisi hati Kini, sudah tak tergambarkan lagi retaknya, hancurnya sudah berkeping-keping. Rasanya Aku benar-benar diuji oleh tingkahnya. Tingkah yang entah menginginkan ku atau tidak." . . . Happy reading⚡
