The Creepy Kaisar
Aku tidak pernah menyukai hal ini sebelumnya. Pergi dengan keadaan terdesak ke suatu tempat yang asing bukanlah suatu hal yang menyenangkan.
Terlebih, jika tempat tersebut terkenal angker.
Oh ayolah, aku bukan anak-anak lagi sekarang! Aku telah berusia 17 tahun pada bulan Januari lalu, tidak ada alasan bagimu untuk memanggilku anak-anak.
Tapi, bagaimana pun juga, aku takut untuk datang ke tempat itu.
Cellembra, itulah nama tempat yang akan kudatangi, sendirian.
Kabarnya tempat tersebut sering menjadi tempat yang di perebutkan oleh pihak yang aku tidak ingin mengetahuinya drngan pasti.
Tapi, apa yang mereka perebutkan?
Apakah lahan tersebut subur? Strategis? Atau mempunyai SDM* yang mencukupi? Entahlah, aku tidak mau tahu soal itu.
Ini semua salah para pria yang tidak tahu diri itu! Seenaknya saja menggusur kami dari rumah yang kami tinggali tanpa rasa manusiawi.
Aku, Arra Arma adalah seorang gadis yang lahir di keluarga yang sederhana. Kedua orangtuaku adalah buruh tani yang sayangnya keadaan cuaca tidak mendukung profesi mereka saat ini.
Kebanjiran, kebakaran hutan dan lain-lain membuat mereka kesulitan mencari uang untuk membayar biaya penyewaan rumah.
Belum lagi dengan biayaku sebagai seorang pelajar di SMA Nusa Karya yang dimana uang sekolahnya sangat memberatkan mereka.
Aku sangat ingin membantu mereka dalam meringankan keadaan ekonomi keluarga, tetapi mereka menolakku dengan mengatakan bahwa pekerjaanku adalah pelajar, bukan yang lain.
Sedih mengetahui mereka yang tetap berjuang sendirian.
Tapi, tidak sampai di situ saja. Juan Mianto adalah tuan daripada tamah yang dikelola oleh orangtuaku.
Dia menganggap bahwa tanahnya mengalami gagal panen dikarenakan orangtuaku yang tidak becus dalam mengurus tanahnya. Padahal mereka telah melakukan yang terbaik!
Juan Mianto pun bertekad untuk membunuh kami sekeluarga. Yah, awalnya juga aku bingung mendengarnya berkata demikian.
Antara gagal panen dengan membunuh kami sekeluarga sama sekali tidak berhubungan.
Tetapi berdasarkan keterangan tetangga lainnya, Juan Mianto terlibat ilmu hitam yang memerlukan anak gadis yang masih perawan untuk dijadikannya sebagai tumbal.
Hahaha... semua mendadak menjadi miris. Mengapa harus aku yang diincar pria sialan itu?
Aku dan orangtuaku telah sepakat untuk mengungsikanku ke Cellembra, kata mereka, Juan Mianto tidak mengetahui tempat tersebut.
Mereka berkata bahwa mereka akan menahan pergerakan Juan Mianto semampu mungkin agar aku dapat melarikan diri.
Hmm... aku hanya bisa menerima perkataan mereka dan mulai melarikan diri sebab tempat tujuanku cukup jauh.
...
Jadi di sinilah aku, tempat yang bernama Cellebra ini. Sangat unik, seperti tanah bekas kerajaan dan lihat, disana juga ada bangunann tua yang berbentuk seperti kerajaan.
Kini telah malam, dan aku telah lelah berlarian sepanjang hari selama 2 hari terahir ini tanpa berhenti.
Hahaha... nasib baik aku masih dapat bertahan hidup, bukan?
Terdapat banyak pohon besar dan rindang di sini. Juga bangunan tua itu masih memiliki atap juga ternyata. Cukup kokoh, tidak ada masalah pada bangunan tua itu. Jadi aku memutuskan untuk tidur dan mengisi tenagaku yang telah pergi sebelumnya.
