prolog

5 0 0
                                        

Ini baru awal ya....
Happy reading

🍁🍁🍁
Pada pagi yang mendung menandakan bahwa awan sudah tidak kuat menampungnya lagi, seperti langit juga ikut bersedih atas kematian seseorang yag sangat dicintai dan disayangi oleh orang yang berada di dalam rumah tersebut. Di dalam rumah tersebut ada sepasang kakak adik dan seorang bapak-bapak yang baru ditinggalkan oleh seorang wanita.

"Bang, ibu napa ga angun da ayah napa angis bang?" Tanya seorang anak kecil yang masih berumur dua tahun kepada kakaknya.
(Bang, ibu kenapa ga bangun dan ayah kenapa nangis?)

"Ibu itu lagi tidur, ibu lagi mimpi indah makanya ga bangun. Dan ayah......." sang kakak tak kuat menjawabnya dan langsung mendekap sang adik.

🌹

Setelah di kebumikan jasad seorang ibu tersebut tersisalah sepasang kakak adik yang masih berada di dalam rumah tersebut. Tak lama setelah itu sang ayah pulang dan menghampiri kedua buah hatinya tersebut.

"Ayah...ayah ibu adi bawa mana?"
(Ayah...ayah ibu tadi dibawa kemana?)

"Ibu lagi di bawa ke surga sama bidadari"

"Ayah bajunya basah. Ayah ga mau mandi dulu?" Tanya seorang kakak dari anak perempuan tersebut.

"Iya ayah habis ini mandi, Abang jaga adek ya?"

"Iya yah."

Ayah dari dua orang anak tersebut'pun meninggalkan kedua anaknya tersebut.

"Dek ayo kita main di taman bermain?"

"Unggu ayah ja bang"
(Tunggu ayah aja bang)

"Sekarang aja ya, nanti ayah nyusul!"

Mereka berdua pergi bermain ke taman dekat rumahnya. Di taman tersebut sang kakak sangat menjaga adiknya, mungkin yang bisa di katakan bermain cuma sang adik karena dari tadi sang kakak hanya melihat adiknya.

Hari mulai petang hampir semua orang sudah pulang kerumahnya tetapi kedua saudara itu tak ingin menyudahi kegiatan yang mereka lalukan. Sang ayah dari kedua saudara itu juga tidak menjemput anaknya di taman bermain dekat rumahnya itu.

"Dek udah sore ayo kita pulang?"

"Api ayah yum mput"
(Tapi ayah belum jemput)

"Mungkin ayah kelupaan buat jemput kita, ayo pulang" umurnya masih 4 tahun tapi pemikirannya sudah dewasa.

"Ya udah yo"

Sepasang kakak beradik itupun pergi dari taman tersebut dan menuju ke rumahnya.

"Umah ita kok epi ya bang?"
(Rumah kita kok sepi ya bang?)

"Ga tau ayah kemana ya?apa di dalam ya?"

"Aku uga ga au"
(Aku juga ga tau)

"Ya udah kita masuk aja"

Mereka'pun masuk kedalam rumahnya. Sepi seperti tak berpenghuni lampu-lampu belum dinyalakan padahal matahari sudah mau menenggelamkan dirinya. Kakak dari sang adek itu berniat menyalakan lampu tetapi dia tidak bisa menggapai saklar lampu tersebut karena tak seimbang dengan tubih kecilnya, sang kakak'pun menggambil kursi untuk ia naiki dan menyalakan lampunya.

"Yah ayah dimana"

"Ungkin i amar bang"

"Kamu mandi dulu aja abang yang nyari ayah di kamarnya ya?"

"Iya bang, bang ga andi uga?"
(Abang ga mandi juga)

"Habis ini"

🌼

HOMEWhere stories live. Discover now