Prolog

63 41 0
                                        

Kamu tau? Sulit nya memperjuangkan namun pada akhirnya harus merelakan?
Bodoh... memang bodoh, bertanya kepada kamu sama saja menggores luka yang semakin dalam.
Aku ingin duduk berdua, bersandar kepada bahu dibawah guyuran hujan yang selama ini aku rindukan.
Aku hanya minta satu hal dari kamu, ngak.. Ngak..! aku tak akan meminta tetap bertahan ataupun balasan hati.
Hanya satu yang aku mau, kamu Percaya dan selalu percaya padaku itu saja.
Setelah itu terserah apa maumu.

-Vanya Anastasya Liora-

Kamu bilang sulitnya memperjuangkan dan merelakan? Lantas apa bedanya dengan kamu yang mencampakkan? Kita sama-sama sudah terbiasa dengan satu sama lain, mari kita bicarakan, mari kita duduk saling bersandar dibawah guyuran hujan seperti yang kau inginkan.
Kali ini saja dengarkan kata hati mu jangan utamakan ego mu itu.

-Alando Gibran Pratama-

Kau terlalu banyak bertanya kepada Alan, Lalu bagaimana dengan ku? Pernahkan kau bertanya kepadaku?bagaimana keadaanku? Keinginanku? Apa mauku? Bahkan perasaan ku?
Sudah cukup kau dicampakkan sudah cukup kau diabaikan, jangan buat hati itu semakin menderita, jangan paksakan bibir itu untuk tersenyum tapi hati mu menjerit ingin menangis.
Kau terlalu sibuk mencari kebenaran, kau terlalu sibuk memikirkan Alan, hingga kau tak sadar telah mengabaikan seseorang dan telah melukai nya.

-Agrasya Mahendra-

ALVARAWhere stories live. Discover now