Sherlock Ray

7 0 0
                                        

pulang sekolah

"Aku ingin kamu menjadi kekasihku.. Sia.."
ucap Darrel di depan ruang musik kepada Sia "Maaf Darrel.. tapi aku sudah mempunyai orang yang kusukai.. dan sekarang aku sedang menunggunya untuk kembali" Sia tersenyum mengingat kenangannya dulu bersama Ray..
lelaki yang selalu ada disaat Sia membutuhkannya, lelaki yang selalu bersedia meminjamkan bahunya agar kepala Sia dapat bersandar dengan nyaman, lelaki yang teramat ia sayang..

namun sekarang mereka terpisah dikarenakan orang tua Ray ditugaskan untuk bekerja di Bandung dan terpaksa ia harus meninggalkan Sia menjalani masa SMAnya sendirian yang berada di Jakarta

"Apa kamu tidak bisa melupakannya dan menjadi kekasihku saja?
Sia, selama ini akulah yang membantumu disaat kamu dalam kesulitan. Apa orang itu pernah membantumu saat orang-orang jahat ingin mengganggumu? apa orang itu pernah membantumu saat kamu kesulitan mengerjakan tugas? orang itu tidak ada disini sekarang Sia! mungkin saja sekarang dia telah menemukan wanita lain dan mulai melupa-"
/plakk

Sebuah tamparan mendarat dengan mulus di wajah tampan Darrel.
"Memangnya kenapa jika dia tidak ada?! aku tidak apa-apa walaupun harus menunggunya! lagipula kamu tidak tau apa yang terjadi sebenarnya. aku pergi."

Sia pergi meninggalkan Darrel sembari mengingat kembali kenangannya bersama Ray saat dia masih menjadi siswa SD, SMP, dan sampai mereka harus berpisah.

Sia pergi ke taman, taman itu adalah tempat dimana mereka berdua pertama kali berkenalan dan tempat terakhir mereka berdua bertemu..

throwback saat pertama kali bertemu(kelas 6 sd)

"Huhh sebel bangett, ibu selalu saja begini kalau tupperwarenya hilang dan pasti selalu menyuruhku mencarinya kembali di sekolah. Akan kucari nanti lagi, sekarang aku mau istirahat di taman dulu"

Sia duduk di kursi taman sambil mengerucutkan bibirnya dan mengerutkan dahinya dikarenakan ia kesal sekali dengan ibunya yang menjadi sangat sensitif jika sudah dikaitkan dengan tupperware

Tiba tiba seorang lelaki menghampirinya dan langsung duduk disampingnya.
"Hai. Namamu siapa? kamu kelihatannya sedang kesal sekali?"
Ray datang menghampiri Sia dan bertanya dengan cengiran usilnya dan disusul dengan senyuman manisnya sambil mengulurkan tangannya yang seketika membuat Sia lupa akan masalahnya sementara.

"S-sia" jawab Sia gugup karena yang bertanya padanya sekarang adalah orang yang tidak dia kenal, ia takut akan terjadi apa-apa padanya nanti

"Ahh Sia kelas 6-A? salam kenal aku Ray dari kelas 6-B, kelas kita bersebelahan ya" ucap Ray sambil tertawa canggung, pikirannya sangat kosong saat itu dan sedang tidak bisa berfikir apapun, namun niat ingin berkenalan dengan Siaㅡgadis yang selalu ia perhatikan diam-diam selama iniㅡ lebih besar, sehingga apapun yang terlintas di otaknya akan diutarakan.

"Iyalah, kan kelas 6-A dan 6-B memang bersebelahan sejak dulu" Sia pun membalas perkataan Ray dan disusul dengan tawa kecil dari bibir mungil Sia

-hening-

"Ohh iya Sia, kamu sedang apa sore hari begini di taman? sekolah kan telah usai dari tadi" Tanya Ray memecah keheningan, ia sebenarnya sedari tadi heran, mengapa di sore hari seperti ini Sia masih duduk di taman dan masih mengenakan seragam sekolah.

"Ahh itu.. tupperwareku hilang dan ibu menyuruhku untuk mendapatkannya kembali, jika tidak aku belum bisa pulang"
Sia menunduk.. dan secara tiba tiba Ray menarik tangannya agar segera bangkit

"Ayo kita lakukan misi pencarian tupperware milikmu Sia! tenang saja kamu bisa mengandalkanku, aku selain hebat bermain basket aku juga hebat dalam menemukan barang yang hilang, sekarang panggil aku sherlock Ray dan aku akan memanggilmu *Irene Adler, ah tidak tidak, Sia Adler! ayo!"
*(Kekasih Sherlock Holmes)

throwback end

"Sherlock Ray, aku merindukanmu" lirih Sia ketika mengingat kembali sosok Ray yang pernah mengisi masa lalunya menjadi lebih indah dan berwarna.

Sia tertawa miris "cepatlah cari nilaimu yang sempurna lalu kembalilah pada Sia Adlermu Ray.."

Sia duduk di kursi taman, tempat dimana mereka berdua menghabiskan waktu bersama, berbagi kisah, canda tawa dan bahkan air mata, yang pada akhirnya Ray akan menghapus air mata Sia sambil memeluknya dengan erat.

throwback saat SMP

Jam kosong adalah waktu favorit semua siswa, tak terkecuali perempuan cantik yang tengah berbincang bersama teman-temannya di dalam kelas.

"Ehh laper nih, kantin yuk"
Perut Becca mulai keroncongan dan segera mengajak teman-temannya agar mengikutinya ke kantin.

"Yuk, kamu ikut gak Sia?"
Kate bodoh. Untuk apa dia menanyakan hal ini kepada Sia?
Ia sudah tahu apa yang akan Sia katakan.

"Aku nitip batagor yaaa"
Sia dengan enteng menjawab pertanyaan Kate yang disusul dengan senyum termanisnya sampai-sampai membuat kedua matanya ikut tersenyum yang membuat kedua sahabatnya itu kesal.

"Yee kebiasaan, siniin uangnya"
Becca dan Kate pun pergi meninggalkan Sia dan mulai berjalan ke kantin membeli makanan mereka dan membeli titipan Sia.

3 menit setelahnya

"Sia" Entah kenapa Ray sekarang sudah dukuk di samping Sia dengan wajah putus asa

"Oh—haii Rayy, kenapa?"

"Mari buat janji" Tatapan Ray kali ini berbeda, ia kelihatan sangat serius
sekarang.

"Hm? janji tentang apa?"

"Aku berjanji akan kembali lagi untukmu 5 tahun lagi, dan kamu berjaji agar dapat menungguku sampai aku kembali"

"Hah? kamu kenapa Rayy?"
Sia mulai bingung dibuat Ray, ia mulai meraba dahinya untuk memastikan apakah dia demam atau tidak

"Sia.. Papa pindah tempat kerja ke Jakarta, jadi otomatis aku, kakak dan mama harus ikut dengan papa.."

"Bercandanya jangan kelewatan dehh Rayyy" Perasaan apa ini? mengapa dia merasakan sangat sedih saat Ray mengucapkan kata-kata itu? Dan tanpa sadar Sia sempat menitikkan air mata namun langsung dihapus olehnya

Ray yang tidak tega melihatnya dengan sigap memeluk Sia dan mengusap pungunggnya dengan lembut.
"Shhttt.. jangan menangis.. kita kan masih bisa saling telepon dan bertukar kabar, udah yaa jangan nangis, nanti cantiknya pindah ke aku kan ga lucu"

Sia benar-benar tidak rela jika dia harus kehilangan Ray. Ray pun merasakan hal yang sama

Du hast das Ende der veröffentlichten Teile erreicht.

⏰ Letzte Aktualisierung: Feb 05, 2020 ⏰

Füge diese Geschichte zu deiner Bibliothek hinzu, um über neue Kapitel informiert zu werden!

Promise🕊Wo Geschichten leben. Entdecke jetzt