chapter 1: Menghargai hati, yang ikhlas menanti

179 4 1
                                        

---------------------------------------------------------"Pagi,mampu menghargai malam, ia menanti hingga senja dapat menyatukan nya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

---------------------------------------------------------
"Pagi,mampu menghargai malam, ia menanti hingga senja dapat menyatukan nya.
Tepian, mampu menghargai lautan, ia menanti hingga ombak dapat mempertemukan nya.
Namun, mengapa insan sulit menanti?, bahkan semesta memberikannya hati untuk memahami arti pengorbanan."
---------------------------------------------------------

Begitulah semesta mengajari, untuk menghargai suatu keikhlasan dalam penantian. Memang menunggu itu menjengkelkan, tetapi coba ikhlaslah menanti dirinya, yang mencoba memperbaiki dan memantapkan diri, untuk memantaskan hati, pada dirimu sang pujaan hati.

Tak perlu mencari suatu yang tak pasti, jika memang iya belahan hati, keujung bumi pun ia kan menghampiri,

Didalam penantian, dibutuhkan adanya pengorbanan, kesabaran pun jua keikhlasan. Namun, setidaknya engkau bisa mengistirahatkan hati, dari rumitnya rasa sakit dan kekecewaan.

Waktu yang terus berlalu kan menjadi saksi,
Akan ikhlasnya hati yang terus menanti,

Percayalah, ia yang ikhlas menanti dan terus memperbaiki diri, akan di pertemukan dengan yang terbaik sesuai kehendak Ilahi.

Lantas apa yang masih membuatmu risau?,Bahkan Tuhan pun telah berfirman dalam qalamnya, yang baik pasti akan dipertemukan dengan yang baik pula.

Sabarlah menanti, karna indahnya dirimu, hanya pantas untuk ia yang mau memperbaiki diri.

ketika dua hati telah saling memiliki,
Dan di balut dengan janji suci,
Semesta pun menjadi saksi,
Betapa indahnya akhir cinta yang di nanti.

************************************
Ikuti terus chapter selanjutnya ya...

Rintihan AlamStories to obsess over. Discover now